This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

26 Juli 2010

MENCINTAIMU

Klayar, 15 Agustus 2006

Lelaki itu menggandeng tangan gadisnya turun dari motor lalu mengajaknya ke tepi tebing yang curam dan gelap, karena hari baru akan dimulai. Deras air laut dibawah sana terdengar seperti gemericik air mancur saja. Mereka duduk berdua dalam hening, tanpa kata. Hanya genggaman tangan, dan tatap mata penuh tanya dari si gadis ketika lelakinya membaca rangkaian kata dalam lembaran yang ditulisnya sendiri :

Hari itu aku memintamu menjadi kekasihku, dengan sebuah pelukan aku memaksamu menjadi kekasihku, tanpa sebuah pernyataan cinta dan tanpa konfirmasi darimu. Walau pada saat itu, aku selalu beranggapan aku tidak akan jauh cinta lagi. Sebelum bertemu dirimu, aku sangat yakin tidak akan ada yang dapat mencintaiku seperti engkau. Aku telah memasrahkan diri pada sebuah kenyataan bahwa aku akan selamanya sendiri bersama bayang-bayang seseorang dari masa lalu. Hingga aku bertanya pada diriku sendiri, apa yang telah kulakukan hingga layak mendapatkan orang seperti dirimu.

Kita adalah satu dari dua atom yang membentuk molekul. Aku yakin kita menyatu dengan begitu wajar dan pas, hingga tak heran orang-orang bisa melihat cinta yang terpancar di antara kita. Memilik orang seistimewa dirimu telah mengokohkan keyakinanku akan Tuhan, sebab hanya Dialah yang bisa menciptakan orang seperti dirimu untukku. Aku tak pernah tahu bahwa ada seseorang yang bisa kucintai sepenuh hati dan bisa membuatku merasa dicintai sepenuh hati. Kau membuatku begitu bahagia, hingga kadang aku merasa tidak berhak untuk sebahagia ini.

Kau telah menjadi bagian dari hatiku, jiwa, diriku. Aku ingin kau tahu bahwa aku akan selalu memberimu ke(ny)amanan, cinta, dan dukungan sepanjang sisa hidupku, dalam masa-masa senang dan susah. Aku akan selalu ada untukmu.

Aku percaya, bahwa cinta kita adalah cinta yang langka, cinta yang diimpikan semua orang, namun hanya ditemukan oleh sedikit orang saja. Aku mencintaimu melebihi yang bisa dinyatakan dengan kata-kata. Aku ingin kau tahu bahwa kaulah satu-satunya yang kucintai dalam hidupku, satu-satunya yang paling berarti bagiku dibandingkan siapapun di dunia ini.

Aku tak peduli akan semua yang terluka karena kita.

Kebahagiaan paling besar dalam hidupku adalah bersamamu. Kau telah membuat mimpiku paling indah menjadi kenyataan. Kau adalah hidupku. Kini aku mengerti makna cinta sejati, yaitu mendoakan agar orang yang kucintai merasa berbahagia. Itulah yang kuinginkan untukmu : aku ingin kau bahagia dalam hidupmu.

Terimakasih telah bersedia menjadi kekasihku, kadang aku melupakan kehormatan yang telah kau berikan ini. Tapi pada saat-saat aku merenungkannya dengan tenang dan sadar, aku sepenuhnya menyadari hal ini.

Semoga kita dapat melalui semua pertengkaran yang ada dan membuat kita jauh lebih kuat lagi, hingga pada suatu keadaan dimana hanya Tuhan yang dapat memisahkan kita.

Kau telah begitu murah hati dalam segala hal, sejak kita bersama, jauh melebihi yang bisa kubalas. Kau telah memberiku tempat dari dinginnya malam. Aku hanya berharap suatu hari aku diberi kesempatan untuk membalasnya.

Terimakasih atas cintamu yang begitu besar padaku. Cintamu telah memenuhi seluruh hidupku. Terimakasih sayangku, karena telah menjadi dirimu sendiri. Itulah yang terutama!

PS : Mencintaimu itu seperti menyerahkan padamu pedang mematikan yang bisa membunuh jiwaku… dan mempercayai bahwa kamu takkan melakukannya.

24 Juli 2010

Cintailah..

Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham.

Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.
Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica,
"Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya.

Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah,. buku baru ya Jes?"

"Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya.
"Bacain Jessi dong Pa" pinta Jessica lembut

"Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah Budi dengan cepat.

Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu
"pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi"

Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya"

"Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu"

"Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan" Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi.
"Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka"
"Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!" kata Budi membentaknya dengan keras.

Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis , matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya
"Iya pa,. lain kali ya pa?"

Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.
"Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger".

Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi.

Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya.
Selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih
"Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama"

Darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji.
Kini yang ada hanyalah penyesalan.
Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana.. pun tidak terpenuhi.

Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali
",...papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger"
kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan.
Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil.

Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata.

"Jessi dengar papa baca ya"
selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi

"Jessi, papa mohon ampun nak"
"papa sayang Jessi!"

Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.

Jagalah sebuah Kebersamaan

Jam menunjukkan 09.30 malam pertanda jam kuliah malam ini telah selesai, aku berbegas keluar kampus menuju parkiran, lalu ku starter motorku tentunya setelah memakai jaket, penutup wajah, dan helm.. perlahan ku keluar dari gerbang kampus.
“ De…de..” ada suara yang kudengar bersamaan denga suara kendaraan yang lalu lalang, ternyata suara itu berasal dari seorang ibu tua dan seorang anaknya kepadaku..yah ibu itu memanggilku dan itu ku tahu setelah aku mengatakan “ ibu memanggil saya?” dan ia anggukkan kepalanya sebagai tanda benar bahwa ia telah memanggilku..
Ku taksir usiai ibu itu 55 tahun dan anak kecil di sebelahnya sekitar 10 tahun. “ada apa bu? Tanyaku. Ibu itu lalu menjawab “ ade mau kemana? Kalau boleh kami bisa ikut? Saya dan anak saya mau ke pondok gede” tanyanya dan penjelasannya. “ ibu kenapa?’ tanyaku padanya.. “ saya habis berselisih dengan adik ipar saya, saya diusirnya, saya mau ke Pondok Gede kerumah saudara saya, tapi saya tidak ada uang de.. bisa saya ikut..?” penjelasan darinya dengan diiringi uraian airmata. “ suami ibu kemana?” tanyaku. “suami saya sudah meninggal”. Aku berkata kembali “Saya memang menuju arah ke Pondok Gede tapi tidak samapi ke Pondok Gede” jelasku . silakan ibu dan anak ibu naik.. akhirnya ku melajukan motorku.. ketika sudah sampai pasar rebo Jatiasih kupinggirkan motorku lalu katakan padanya “ Ibu maaf, saya hanya bisa sampai sini, kerena saya akan belok, ibu naik kendaraan umum saja yah” jelasku.” Iya de, terimakasih yah” jawabnya dengan tampak penuh kebingungan. “ ini ada uang untuk ibu dan anak ibu naik kendaraan, semoga cukup yah bu..”
Pelajaran baru bagiku:
Sungguh sebuah ukhuwah yang indah harus dibangun dengan siapapun. Apalagi dengan keluarga dekat.Allah telah berikan kita sebuah nasehat yang indah lewat firmanNya bahwa kita diciptakannya dengan beda bangsa, suku, watak dan lain sebagainya dengan maksud agar kita saling mengenal dan saling menyayangi.

Bekasi, 21 Juli 2010

23 Juli 2010

Mengapa Kau Lemah, Saudaraku?

Tulisan ini kutujukan kepadamu, ya .. kepadamu yang mengharapkan Ridho Allah dan kenikmatan yang kekal di sisiNya, serta takut kepada siksa dan azab yang Allah Ta’ala siapkan untuk orang-orang yang bermaksiat dan kafir.

Kepadamu saudaraku, yang pernah merasakan manisnya keimanan dan nikmatnya berjalan di atas jalan yang lurus serta indahnya mendekatkan diri kepada Allah.

Kepadamu saudaraku, yang dulu bersemangat dan berpacu menuntut ilmu serta mengajak kepada kebaikan.

Kepadamu saudaraku yang dulu sering kulihat berzikir, membaca dan menghapalkan Al Qur’an.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More