<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243</id><updated>2011-09-17T15:25:58.104+07:00</updated><title type='text'>KIA GRAFIKA</title><subtitle type='html'>Kami kerjakan segala kebutuhan anda.. Undangan pernikahan, souvenir, buku tahunan sekolah, dll</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mulyadiku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>309</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7834340916866263576</id><published>2011-05-04T11:16:00.002+07:00</published><updated>2011-05-04T11:21:17.081+07:00</updated><title type='text'>Koleksi undanganku 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7xQPGTDOldw/TcDTp4kAz7I/AAAAAAAAALE/pgdGo2p7Mto/s1600/Foto1299.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7xQPGTDOldw/TcDTp4kAz7I/AAAAAAAAALE/pgdGo2p7Mto/s400/Foto1299.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602710652960427954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BY7G2IhvaEM/TcDTpmDQyJI/AAAAAAAAAK8/3XaAjFf5R6k/s1600/Foto1298.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BY7G2IhvaEM/TcDTpmDQyJI/AAAAAAAAAK8/3XaAjFf5R6k/s400/Foto1298.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602710647991224466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tipe Brunei 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika anda tertarik silakan pesan ke 0878 7500 5877&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk 1000 lbr harga 2000, untuk 750 lbr harga 2300, untuk 500 lembar harga 2600, untuk 250 lbr harga 2900 dan untuk seratus lembar harga 3200.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7834340916866263576?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7834340916866263576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7834340916866263576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2011/05/koleksi-undanganku-1.html' title='Koleksi undanganku 1'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7xQPGTDOldw/TcDTp4kAz7I/AAAAAAAAALE/pgdGo2p7Mto/s72-c/Foto1299.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7769066001984439377</id><published>2010-10-02T22:33:00.000+07:00</published><updated>2010-10-02T22:34:55.919+07:00</updated><title type='text'>Semangkuk Nasi Putih</title><content type='html'>Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.” &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya. Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan: “dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya.”&lt;span id="more-574"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum: “Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar!” Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : “kuah sayur gratis.” Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.&lt;br /&gt;“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini. “Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya!”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suaminya kemudian membisik kepadanya: “Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.”&lt;br /&gt;“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain. “Terima kasih, saya sudah selesai makan.” Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka. “Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat!” katanya sambil&lt;br /&gt;melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia!” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.” Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka: “bersemangat ya! di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok!” Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;motivationplannet.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7769066001984439377?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7769066001984439377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7769066001984439377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/10/semangkuk-nasi-putih.html' title='Semangkuk Nasi Putih'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-347520292643782211</id><published>2010-10-02T22:30:00.001+07:00</published><updated>2010-10-02T22:30:31.836+07:00</updated><title type='text'>Cinta dan Persahabatan</title><content type='html'>Mampukah kita membayangkan persahabatan tanpa cinta ?&lt;br /&gt;Persahabatan dan cinta adalah teman terbaik. Karena dimana ada cinta, persahabatan selalu ada di sampingnya. Dan dimana persahabatan berada, cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan persahabatan. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu hari persahabatan mulai berpikir bahwa cinta telah membuat dirinya tidak mendapat perhatian lagi karena persahabatan mengganggap cinta lebih menarik dari pada dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hmm… seandainya tidak ada cinta mungkin aku lebih terkenal, dan lebih banyak orang memberi perhatian kepadaku begitu pikir persahabatan. Sejak hari itu persahabatan memusuhi cinta. Ketika cinta mulai bermain bersama persahabatan selalu seperti akan menjauhi cinta. Apabla cinta bertanya kenapa persahabatan menjauhi dirinya, persahabatan hanya memalingkan wajah dan menghindar meninggalkan cinta.&lt;span id="more-550"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesedihan pun menghampiri cinta dan cinta tidak sanggup menahan air matanya lalu menangis tersedu-sedu. Kesedihan hanya termangu memandang cinta yang kehilangan teman baiknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari tanpa cinta, persahabatan mulai bergaul dengan kecewa, putus asa, kemarahan dan kebencian. Persahabatan mulai kehilangan sifat manisnya, dan orang-orang mulai tidak menyukai persahabatan. Persahabatan mulai dijauhi dan tidak disukai lagi. Walaupun persahabatan cantik, tetapi sifatnya mulai memuakkan. Persahabatan menyadari dirinya bahwa tidak lagi di sukai lantaran banyak orang yang menjauhi dirinya, persahabatan mulai menyesali keadaannya, dan saat itulah kesedihan melihat persahabatan. Lalu menyampaikan kepada cinta bahwa persahabatan dalam kedukaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan segera cinta berlari dan menghampiri persahabatan. Saat persahabatan melihat cinta menghampiri dirinya, dengan air mata yg berlinang persahabatan pun meluapkan seribu penyesalannya meninggalkan cinta. Akhirnya, persahabatan dan cinta kembali menjadi teman baik, persahabatan kembali menjadi pribadi yang menyenangkan dan cinta pun kembali tersenyum ceria. Semua orang akhirnya melihat kedua teman baik itu sebagai berkat dan anugrah dalam kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Moral,&lt;br /&gt;Mampukah persahabatan tanpa cinta?&lt;br /&gt;Mampukah cinta tanpa persahabatan??&lt;br /&gt;Sering kali kita temui banyak orang memisahkan persahabatan dan cinta karena mereka berpikir “kalau persahabatan sudah diselami dengan cinta, pasti akan menjadi sulit.” Terutama bagi mereka yg menjalin persahabatan antara lelaki dan wanita. Persahabatan merupakan bentuk hubungan yg indah antara manusia, di mana cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai persahabatan. Tanpa cinta, persahabatan mungkin akan di isi dengan kecewa,benci, marah, egois dan berbagai hal yg membuat persahabatan tidak lagi indah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berhentilah membuat batas antara cinta dan persahabatan, biarkanlah mereka tetap menjadi teman baik, yang harus di luruskan adalah cinta bukanlah perusak persahabatan. Cinta memperindah persahabatan kita. Sering kali cinta cuma dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. Salah besar!! seharusnya dengan adanya cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman-teman yang sedang mengalami goncangan dalam persahabatan, jangan salahkan cinta! tetapi cobalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta, karena cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman-teman yg belum mengerti arti persahabatan, cobalah memulai sebuah persahabatan. Karena dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti. bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi dengan keinginan kita.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman-teman yang sedang kecewa dengan persahabatan, renungkanlah. Apakah saya sudah menjalani persahabatan dengan benar dan cobalah memahami arti persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yg baik akan kita temui dalam persahabatan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-347520292643782211?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/347520292643782211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/347520292643782211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/10/cinta-dan-persahabatan.html' title='Cinta dan Persahabatan'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1371492691337114632</id><published>2010-10-02T22:17:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T22:21:17.450+07:00</updated><title type='text'>Mengenali HIKMAH dalam Ujian Kehidupan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.&lt;span id="more-939"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. *&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dulu, seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1371492691337114632?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1371492691337114632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1371492691337114632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/10/mengenali-hikmah-dalam-ujian-kehidupan_02.html' title='Mengenali HIKMAH dalam Ujian Kehidupan'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-6599146538816516409</id><published>2010-10-02T22:17:00.001+07:00</published><updated>2010-10-02T22:17:50.068+07:00</updated><title type='text'>Mengenali HIKMAH dalam Ujian Kehidupan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.&lt;span id="more-939"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. *&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dulu, seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-6599146538816516409?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6599146538816516409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6599146538816516409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/10/mengenali-hikmah-dalam-ujian-kehidupan.html' title='Mengenali HIKMAH dalam Ujian Kehidupan'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7736073880665352819</id><published>2010-10-01T15:38:00.001+07:00</published><updated>2010-10-01T15:38:16.937+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Semangat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala sesuatu yang diciptakan Allah  di dunia ini tidak ada yang sia-sia namun mempunyai fungsi yang  berbeda-beda. Misalnya; air untuk munum, udara untuk bernafas, dan masih  banyak lagi ciptaan Allah yang lainnya termasuk manusia. Manusia  diciptakan Allah dengan bentuk/ wujud yang paling sempurna diantara  makhluk-makhluk-Nya yang lain. Firman Allah dalam surat At-Tiin Ayat 4; “&lt;i&gt;Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.&lt;/i&gt;  Dengan melihat penggalan ayat tersebut jelaslah bahwa Allah tidak ingin  manusia menjadi hina. Allah menciptakan manusia dengan bentuk paling  sempurna agar manusia yang menjadi wakil-Nya di bumi juga menjadi  makhluk yang mulia. Manusia juga dibekali dengan nafsu, akal, ilmu dll,  itulah yang menjadi pelengkap kesempurnaan manusia tersebut. Maka  pergunakanlah itu dengan baik, disamping akan menghasilkan hal-hal yang  baik, juga akan mendapatkan ridho-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercita-citalah  setinggi langit dan berpikirlah untuk maju. Jadikanlah hari ini lebih  baik daripada hari kemarin. Kita diciptakan bukan untuk kalah dan bukan  pula untuk gagal, tapi kita diciptakan Allah sebagai wakil-Nya di bumi.  Jadilah pribadi yang selalu optimis. Karena optimis merupakan kegigihan  untuk memperjuangkan sasaran untuk menuju kesuksesan. Meski gagal, namun  pandanglah kegagalan itu sebagai situasi yang dapat kita kendalikan  ketimbang sebagai kekurangan pribadi. Ingatlah Allah dekat dengan kita,  Ia ingin agar kita berhasil karena itu, Allah senantiasa mendampingi  kita dengan suara-suara hati yang merupakan pengejawantahan  sifat-sifat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekuatan pikiran  bawah sadar yang seringkali membuat sugesti, adalah energi dahsyat yang  berguna bagi diri kita. Untuk itu, bangkitkanlah energy itu, biarkan ia  membara dalam dada. Doktrinlah diri sendiri untuk mengingat Kebesaran  Allah, isi sanubari dengan menyebut “Maha Besar Allah ” setiap waktu.  Maka kekuatan energi akan mengalir dan membakar semangat. Kemudian  tetapkan kemauan, dan bedakan antara kemauan “biasa” dan kemauan yang  “membara”. Rahasia sebuah keberhasilan adalah terus menerus mengingat  bahwa kita lebih baik daripada yang kita pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Janganlah menjadi  pribadi yang selalu rendah diri, selalu meremehkan diri sendiri. Kalau  anda menyadari, andaikata komputer di jadikan satu komputer yang paling  canggih sekalipun, tidak sanggup menyaingi manusia sebagai ciptaan  Allah. Sadarilah bahwa Allah sudah memberi modal pada diri kita,  sekarang tinggal bagaimana kita menggunakan. Jangan sia-siakan pemberian  Allah ini. Yakinlah bahwa kita dirancang dan diciptakan sedemikian rupa  sempurnanya bukan untuk kalah dan bukan pula untuk gagal tapi kita  diciptakan untuk berhasil. Tanamkan pada diri sendiri bahwa “SAYA HARUS  BISA…!!!”. Karena tidak ada alasan untuk mengatakan “tidak”. Kita telah  diberi modal yang luar biasa oleh Allah. &lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah berfirman dalam Q.S. Ar Ra’d ayat 11;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“…..Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri……..”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7736073880665352819?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7736073880665352819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7736073880665352819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/10/sebuah-semangat.html' title='Sebuah Semangat'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7839361262365880631</id><published>2010-10-01T15:34:00.000+07:00</published><updated>2010-10-01T15:35:28.928+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Cacing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda  pasti pernah melihat cacing. Entah itu di kebun, sawah atau ladang.  Cacing adalah binatang melata yang hidup di tanah. Mungkin sebagian  orang akan jijik melihatnya. Namun jika Anda perhatikan, pasti Anda akan  berfikir betapa lemahnya binatag ini. Bagaimana tidak, ia tidak  memiliki tangan, kaki dan mata. Cacing seolah-olah tidak&lt;br /&gt; mempunyai sarana yang layak untuk survive atau&lt;br /&gt; bertahan hidup.Tapi bukan itu yang akan saya bahas pada tulisan saya kali ini.&lt;br /&gt;Dengan segala keterbatasannya cacing mampu bertahan hidup. Tak  henti-hentinya ia mencari rizki yang telah dberikan Allah kepadanya.  Meski kita hatu, bagaimana kondisi si cacing ini..&lt;br /&gt;Sekarang coba bandingkanlah dengan manusia. Kita di ciptakan Allah  dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Sebagaimana firman Allah QS At Tiin  ayat 4; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara kita berputus asa terhadap nikmat yang diberikan Allah.  Kadang saking parahnya sampai bunuh diri. Apakah Anda pernah melihat  cacing bunuh diri gara-gara putus asa dengan kondisinya yang serba  kekurangan? Tidak kan?&lt;br /&gt;Akhir kata, saya hanya ingin berpesan bahwa apapun kondisi Anda  syukurilah itu sebagai karunia Allah. Jangan putus asa atas segala yang  diberikannya. Kalau berusaha pasti ada jalan.&lt;/div&gt;    &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt; &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposkan oleh &lt;span class="fn"&gt;mas Rosyid&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://aku-bisa26.blogspot.com/2010/02/belajar-dari-cacing.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2010-02-10T06:33:00-08:00"&gt;06.33&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="reaction-buttons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-123573726"&gt; &lt;a href="post-edit.g?blogID=2088774100032641982&amp;amp;postID=6943867021313634194" title="Edit Entri"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif" width="18" height="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt; &lt;span class="post-labels"&gt; Label: &lt;a href="http://aku-bisa26.blogspot.com/search/label/Belajar%20dari%20Alam" rel="tag"&gt;Belajar dari Alam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://aku-bisa26.blogspot.com/search/label/Motivasi%20Diri" rel="tag"&gt;Motivasi Diri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;http://aku-bisa26.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7839361262365880631?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7839361262365880631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7839361262365880631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/10/belajar-dari-cacing.html' title='Belajar dari Cacing'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-9186488461498052441</id><published>2010-10-01T15:30:00.000+07:00</published><updated>2010-10-01T15:31:19.974+07:00</updated><title type='text'>Keteladanan Keluarga Umar</title><content type='html'>Suatu saat Khalifah Umar ra mengutus Jutsamah ibn Musahiq Al-Kinani  ra untuk menyampaikan surat kepada Kaisar Rumawi Helaclius, ketika  Jutsamah  akan berangkat, Ummu Kultsum binti Ali ibn Abi Thalib ra istri  Khalifah  Umar ra bersama adiknya Al-Husain ibn Ali ra menitipkan surat  kepada  permaisuri kaisar yang bernama Martina, selain surat Ummu  Kulsum juga  menitipkan sebuah gelas kaca berisi minyak wangi sebagai  hadiah untuk  permaisuri. &lt;p&gt;Jutsaimah berangkat ke kota Konstantiniyah, setelah sampai disana ia   menemui kaisar heraclius dan menyerahkan surat Khalifah Umar juga   menyerahkan surat dan gelas kaca berisi minyak wangi dari istri Khalifah  kepada permaisuri,sesuai permintaan istri Khalifah, Jutsamah   menerjemahkan suratnya kepada permaisuri yang isinya sbb :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari Ummu Kulsum, istri Amirul Mu`minin Umar&lt;br /&gt;Kepada Martina, permasuri kaisar Rumawi Heraclius&lt;br /&gt;Salam sejahtera untuk-mu..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Aku mengajak anda untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat&lt;br /&gt;saudariku, masuklah anda kedalam islam, jika anda masuk Islam, suamimu   akan mengikutimu lalu rakyatmu juga akan memeluk Islam karena itu anda   akan mendapatkan ganjaran pahala ribuan orang yang mendapatkan hidayah..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar isi surat itu, permaisuri merasa kagum. Ia berkata :” Aku   terima hadiah berupa gelas berisi minyak wangi ini, tapi aku menolak   ajakan masuk Islam, aku tetap berpegang pada agamaku”. lalu Martina   menitipkan kalung permata yg sangat mahal sebagai hadiah bagi Ummu  Kultsum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jutsamah pulang ke Madinah, ia menyerahkan kalung permata itu kepada   Al-Husain untuk diberikan kepada kakaknya Ummu Kultsum, betapa  senangnya Ummu  Kultsum dengan hadiah sang permaisuri kaisar tsb. Namun  kemudian  Khalifah Umar melihat kalung permata itu dan bertanya dari  mana ia  memperolehnya. Ummu Kultsum-pun menjelaskan asal usul kalung  tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar penjelasan dari istrinya, Khalifah Umar ra berkata :  “kalung  itu adalah hak kaum muslimin, karena itu kalung tersebut harus  diserahkan kepada  baitul maal”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ucapan Khalifah Umar ra membuat Ummu Kultsum marah, ia berkata :” aku tidak mau bicara lagi denganmu selamanya”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khalifah pergi ke masjid menyuruh muazzin untuk memanggil kaum  muslimin,  setelah mereka berkumpul Khalifah naik ke mimbar dan  menceritakan ihwal  kalung yg diterima istrinya kepada kaum muslimin,  setelah itu Khalifah  berkata :” kalung itu harus dikembalikan kepada  baitul maal, Ummu Kultsum tidak berhak mengambilnya, ia memperolehnya  karena ia istri Amirul Mu`minin”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaum muslimin yg hadir mengatakan :” kami ridha kalung itu untuk Ummu   Kultsum, biarlah kalung itu menjadi miliknya Ya Amiral Mu`minin ”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khalifah pulang ke rumahnya, ia bertanya kepada istrinya :”apakah  engkau  masih marah padaku?, aku telah bermusyawarah kepada`kaum  muslimin di masjid  tentang kalung ini, mereka sepakat dan ridha kalung  itu menjadi milikmu,  akan tetapi jika engkau memyerahkannya ke baitul  maal, itu jauh lebih  baik”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cerita tentang kalung itu sampai juga kepada Imam Ali ibn Abi Thalib  ra ayah  dari Ummu Kultsum. Sepulang dari sebuah perjalanan Imam Ali  meminnta  izin untuk  bertemu dengan Khalifah Umar ra, Khalifah  menyambutnya seraya  berkata :” ahlan ya Abal Hasan, silakan masuk..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ali memberi salam kepada putrinya, Ummu Kultsum-pun mencium  tangan  ayahnya. Imam Ali berkata :” mana kalung itu, wahai putri-ku?”  lalu Ummu  Kultsum menunjukkannya sambil berkata :” ini ayah..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ali berkata :” wahai, putriku, kalung ini tidak pantas dipakai  oleh  keluarga Rasulullah saw dan juga keluarga Khalifah Umar, kalung  ini  hanya pantas dikenakan oleh keluarga kaisar atau kisra, engkau  tidak seperti  wanita-wanita lain, engkau adalah putri Fatimah  Azzahra`cucu Rasulullah saw,  engkau adalah anakku, istri Khalifah Umar,  pemimpin kaum muslimin, lebih  baik bagimu bila orang-orang berkata :”  suaminya telah menzaliminya demi  kepentingan kaum muslimin dari pada  mereka berkata :” suaminya menzalimi  kaum muslimin demi kepentingan  istrinya”, silakan pertimbangkan apa  yang engkau akan pilih, apakah  engkau akan memilih Allah dan kenikmatan  akhirat atau memilih kalung  ini, wahai putriku ?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ummu Kultsum menjawab :” tentu aku akan memilih Allah dan kenikmatan   akhirat, silakan ambil kalung ini ayah dan serahkan ke baitul maal”….   SubhanalLaah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ali berkata :” semoga Allah memberkahimu wahai anakku…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;menyaksikan kejadian ini Khalifah Umar ra berkata dengan suara keras  :” Sungguh keturunan yang baik berasal dari keluarga yang baik juga…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aina anta Ya Umar ???…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-9186488461498052441?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/9186488461498052441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/9186488461498052441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/10/keteladanan-keluarga-umar.html' title='Keteladanan Keluarga Umar'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-4851476193037870562</id><published>2010-10-01T15:25:00.000+07:00</published><updated>2010-10-01T15:26:13.001+07:00</updated><title type='text'>Hati Seluas Danau</title><content type='html'>Seorang ahli hikmah mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.&lt;br /&gt;“Kenapa  kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke  mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Guru,  belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk  tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang  murid muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”&lt;br /&gt;Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan&lt;br /&gt;gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”&lt;br /&gt;Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.&lt;br /&gt;“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;“asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang  Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.  “Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat  tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si  murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara.  Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari  mulutnya, tapi tak dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tak sopan meludah di hadapan guru , begitu pikirnya.&lt;br /&gt;“Sekarang,  coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang  cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.&lt;br /&gt;Si murid  menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke  mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar  mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana  rasanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan&lt;br /&gt;punggung  tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas  sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah  pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di  mulutnya. “Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya&lt;br /&gt;lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak,”  kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam  hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya  segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami  sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu.  Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak  bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak  ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari  penderitaan dan masalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid terdiam, mendengarkan.&lt;br /&gt;“Tapi Nak, rasa ‘asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung&lt;br /&gt;dari  besarnya qalbu yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa  menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu/hati dalam dadamu itu  jadi seluas danau.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-4851476193037870562?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/4851476193037870562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/4851476193037870562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/10/hati-seluas-danau.html' title='Hati Seluas Danau'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-3242104562709321676</id><published>2010-09-08T19:51:00.001+07:00</published><updated>2010-09-08T19:57:50.540+07:00</updated><title type='text'>MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U4fZ3h-GP64/TIeIFanTOrI/AAAAAAAAAKY/8LMAO42TEz4/s1600/MP.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 243px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U4fZ3h-GP64/TIeIFanTOrI/AAAAAAAAAKY/8LMAO42TEz4/s400/MP.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514525895363345074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-3242104562709321676?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/3242104562709321676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/3242104562709321676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/09/mohon-maaf-lahir-dan-batin.html' title='MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U4fZ3h-GP64/TIeIFanTOrI/AAAAAAAAAKY/8LMAO42TEz4/s72-c/MP.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-8096244227443163284</id><published>2010-09-08T10:58:00.001+07:00</published><updated>2010-09-08T11:08:33.797+07:00</updated><title type='text'>Ucapan Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.ilad 	{mso-style-name:il_ad;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SMS Ucapan Idul Fitri &lt;a href="http://informasicom.com/" target="_blank" title="Terbaru"&gt;Terbaru&lt;/a&gt; 2010 1431 H SMS Lebaran 2010.&lt;/strong&gt; Kumpulan SMS Ucapan Lebaran 2010, SMS ucapan selamat Idul Fitri 1431 Hijriah, koleksi SMS &lt;a href="http://capedeh.com/" title="lucu"&gt;lucu&lt;/a&gt; lebaran Idul fitri terbaru 2010. Buat merayakan hari raya idul fitri 2010 kirimkan ucapan maaf kita lewat SMS lebaran ato SMS Ucapan selamat idul fitri terbaru 2010.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span id="more-1143"&gt;&lt;/span&gt;Berikut kumpulan &lt;strong&gt;SMS Ucapan lebaran &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;ucapan selamat idul fitri 1431 H terbaru 2010&lt;/strong&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Esok adalah harapan..&lt;br /&gt;Sekarang adalah kenyataan..&lt;br /&gt;Kemarin adalah kenangan, yang tak luput dari khilaf dan kesalahan..&lt;br /&gt;Ketika tangan tak mampu berjabat,&lt;br /&gt;Kaki tak dapat melangkah.&lt;br /&gt;Hanya hati yang mampu berbisik,,&lt;br /&gt;”Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Batin”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;sudah ramai orang di pasar&lt;br /&gt;penuh sesak orang di warung makan&lt;br /&gt;beli baju di pasar besar&lt;br /&gt;belum puasa udah mikir lebaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;L-ive is go on,&lt;br /&gt;E-verything reborn again,&lt;br /&gt;B-ut&lt;br /&gt;A-ll of d sin &amp;amp;&lt;br /&gt;R-egret still inside in me,&lt;br /&gt;A-nd I wanna say&lt;br /&gt;N-othing but taqobbalallahu minna waminkum..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bulan yang indah penuh hikmah telah berlalu..&lt;br /&gt;Semoga menitis ke lembaran baru&lt;br /&gt;dan membuka ribuan pintu maaf,&lt;br /&gt;Agar kami bisa masuk dan menjadi bagian yang termaafkan,&lt;br /&gt;“SELAMAT IDUL FITRI 1431 H”&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Orang Ganteng Orang Jelek..&lt;br /&gt;Gue Ganteng Elo Jelek..&lt;br /&gt;Lebaran dah Dateng&lt;br /&gt;So Maafin Gw Jek..&lt;br /&gt;“Mohon Maaf Lahir Bathin”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Satukan tangan, satukan hati&lt;br /&gt;Itulah indahnya silaturahmi&lt;br /&gt;Di Hari kemenangan Kita padukan&lt;br /&gt;Keikhlasan untuk saling memaafkan&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir Batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aku memang bukan matahari yang bisa membuatmu membedakan siang dan malam&lt;br /&gt;Tapi setidaknya cahaya kecilku ini bisa berarti di hari raya ini…&lt;br /&gt;minal aidzin walfaidzin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ramadhan &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; kembali berlalu, meninggalkan kisah syahdu&lt;br /&gt;Betapa masa &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; tersia jika hati masih terbalut noda..&lt;br /&gt;Minal Aidin Wal Faidzin ..&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H ..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Manusia akan segera kembali ke fitrah masing2&lt;br /&gt;Fitrah adalah ide bawaan sejak lahir&lt;br /&gt;Ide bawaan tersebut adalah “Laa ilaha Illallah”&lt;br /&gt;Mari sucikan hati kita kembali kepada tauhid&lt;br /&gt;Minal Aidin Wal Faidzin&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir Batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebelas bulan Kita kejar dunia,&lt;br /&gt;Kita umbar napsu angkara..&lt;br /&gt;Sebulan penuh Kita gelar puasa,&lt;br /&gt;Kita bakar segala dosa..&lt;br /&gt;Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,&lt;br /&gt;Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama..&lt;br /&gt;Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,&lt;br /&gt;Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir Dan batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beningkan hati dengan dzikir&lt;br /&gt;Cerahkan jiwa dengan cinta&lt;br /&gt;Lalui hari dengan senyum&lt;br /&gt;Tetapkan langkah dengan syukur&lt;br /&gt;Sucikan hati dengan permohonan maaf&lt;br /&gt;Met Hari Raya Idul Fitri&lt;br /&gt;Taqobbalallahu minna wa Min’kum&lt;br /&gt;Minal Aidzin Wal Faidzin&lt;br /&gt;“Mohon Maaf Lahir dan Batin” &lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt=";)" style="'width:11.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\MULYAD~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" href="http://capedeh.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/MULYAD%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt=";)" class="wp-smiley" shapes="_x0000_i1025" border="0" width="15" height="15" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3 tips SMART &lt;span id="IL_AD1"&gt;&lt;span class="ilad"&gt;biar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Lbaran HEPI &amp;amp; dapat SIMPATI&lt;br /&gt;- buka Hati Xtra-Large&lt;br /&gt;- Aktf dan EXIS silaturahmi&lt;br /&gt;- Saling bermaafan karna kita INsan berDOsa seSAT&lt;br /&gt;Mari MENjmpuT Ampun dan RIdo Allah&lt;br /&gt;Minal Aidzin Wal Faidzin&lt;br /&gt;Met Lebaran ya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Masih ada harapan untuk perubahan,&lt;br /&gt;Masih ada cinta untuk pengabdian,&lt;br /&gt;Masih ada asa untuk berkarya,&lt;br /&gt;Mari bangun bersama peradaban &lt;a href="http://www.widyadara.com/" target="_blank" title="islam"&gt;islam&lt;/a&gt; nan gemilang.&lt;br /&gt;Mulai lagi di hari nan fitri, diawali dengan maaf dan ikhlas.&lt;br /&gt;Mohon MAAF jika ada kata2 &amp;amp; sikap yang kurang berkenan dihati&lt;br /&gt;Atas segala khilaf.&lt;br /&gt;Mari bersama bangun peradaban Islam nan mulia..&lt;br /&gt;Minal aidzin wal faidzin..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika hati ini seringkali jengkel,&lt;br /&gt;Jadikan ia jernih sejernih XL,&lt;br /&gt;Jika hati ini seringkali iri,&lt;br /&gt;Jadikan ia cerah secerah MENTARI,&lt;br /&gt;Jika hati ini seringkali dendam&lt;br /&gt;Jadikan ia penuh kemesraan FREN&lt;br /&gt;Jika hati ini seringkali dengki&lt;br /&gt;Jadikan ia penuh SIMPATI&lt;br /&gt;Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan&lt;br /&gt;Bebaskan Diri dari ROAMING dosa,&lt;br /&gt;Raihlah HOKI&lt;br /&gt;Raihlah JEMPOL dari Illahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Assalamu’alaikum&lt;br /&gt;Encang/ing, enyak, babeh, ama sudara2..&lt;br /&gt;Maapin ya wat semua kekhilafan ane,&lt;br /&gt;nyok kite brsihin ati kite dangan saling memaapkan..&lt;br /&gt;Minal a’idzin wal faa idzin,&lt;br /&gt;mohon maaf lahir &amp;amp; bathin..&lt;br /&gt;Taqabalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa kariim..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apabila ada langkah yang membekas lara,&lt;br /&gt;Apabila ada &lt;span id="IL_AD2"&gt;&lt;span class="ilad"&gt;kata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang merangkai dusta,&lt;br /&gt;dan ada tingkah yang pernah menoreh luka..&lt;br /&gt;dibulan ampunan ini mohon dibukakan pintu maaaf Sedalam2nya..&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri.&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;RESEP SPECIAL KEMBALI FITRI 1430 H.&lt;br /&gt;Bahan yg disediakan:&lt;br /&gt;-1 potong rasa bersalah&lt;br /&gt;-2 kg kasih sayang&lt;br /&gt;-1 kg rasa menyesal d+&lt;br /&gt;-2 kg saling memaafkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;BUMBU:&lt;br /&gt;-1 ons ikhlas&lt;br /&gt;-1 grm tawakal&lt;br /&gt;-1 kg kebaikan&lt;br /&gt;-3 lembar daun assalam, rasa hormat, tenggang rasa, saling menghargai.&lt;br /&gt;Tuangkan kasih sayang, hiasi dengan “perasaan” cinta sesama mukmin&lt;br /&gt;&amp;amp; ketulusan hati&lt;br /&gt;dan yang terakhir, hidangkan dengan “kejujuran hati”&lt;br /&gt;Minal a’idzin wal faidzin,,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mari kita setting NIAT,&lt;br /&gt;upgrade IMAN,&lt;br /&gt;download SABAR,&lt;br /&gt;delete DOSA,&lt;br /&gt;approve MAAF,&lt;br /&gt;hunting PAHALA agar kita getting GUEST LIST masuk surga..&lt;br /&gt;Minal a’idzin wal faa idzin..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Koleksi SMS ucapan selamat idul fitri terbaru 2010 SMS lebaran 2010.&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari berbagai sumber&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hai temansku yg caem, izinkan saya mengucapkan minal aidzin walfaidzin. Maaf kalo ada salah kata dan perbuatan. Ttd. sylvie, temanmu yg lebih caem lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;==========================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;jika maaf seterang mentari, biarkan ia terbit di hari nan fitri ini.&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;Meniti hari menabur khilaf menyongsong fitri menuai maaf Smg tiada tersisa khilaf  dosa Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum Selamat Idul Fitri&lt;br /&gt;========================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Stop penyalahgunaan Narkoba sekarang. Mari bangun bangsa kita menjadi bangsa maju. Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Batin. Selamat berlebaran. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Presiden&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;RI&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; &amp;amp; Abu Ja’far&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;=====================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir &amp;amp; batin. Ketik MAAF &lt;spasi&gt; YA dan kirim ke 9288 untuk memohon maaf kepada saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/spasi&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;=================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pelanggan yang terhormat. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Tetap waspada selama perjalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;======================&lt;br /&gt;Sebenarnya saya mau mengirimkan video, tapi fitur 3G belum masuk sini. Mau pake MMS, HP situ kurang canggih. Sudahlah, pake SMS pun jadi… Selamat Idul Fitri 1427 H. Mohon Maaf Lahir Batin. Kemenangan adalah milik mereka yang berjuang&lt;br /&gt;=====================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;… Mengingat Kata yang Salah, Hati yang Berprasangka, janji yang terlupakan,Sikap &amp;amp; Sifat yang menyakitkan, di hari ini ijinkanlah ku juga mengucapkan mohon maaf LAHIR DAN BATHIN …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;=========================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebait Kata Maaf Tuk Menghapus Salah &amp;amp; Khilaf Agar Hari Kita Bersih Seperti Terlahir Kembali… Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H Mina Aidin Walfaidzin ‘Mohon Maaf Lahir &amp;amp; Batin’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;=========================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ban9, SMS siapa ini ban9??&lt;br /&gt;IsinYa k0q paKai “MaaF, SYan9!?”&lt;br /&gt;Ban9, ToLon9 don9 maaFin aYe, ban9!&lt;br /&gt;KaLo Ka9ak, HaTi ‘ni taK tenan9.&lt;br /&gt;Ban9, MinaL aiDin waL faidZin ban9!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;=======================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Misiii…&lt;br /&gt;Mau minta maap nih!&lt;br /&gt;Klo ada salah kata,&lt;br /&gt;salah sikap,&lt;br /&gt;gak bales sms,&lt;br /&gt;gak ngangkat telpon,&lt;br /&gt;Maapin yah!&lt;br /&gt;Slamat hari raya idul fitri!&lt;br /&gt;===================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak tutur kata, bahasa tubuh yg tdk berkenan di hati, utk itu dg hati yg tulus mohon maaf lahir batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1Syawal&lt;br /&gt;===================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebelum HCl jadi basa, NaOH jadi asam, NaCl jadi &lt;span id="IL_AD1"&gt;&lt;span class="ilad"&gt;manis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; n glukosa jadi asin, hati selalu tertengadah mengharap titrasi maaf dari buret hatimu. Taqaballahu minna wa minkum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;=========================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mungkin nervus salah hantarkan rangsang sehingga glossus salah berucap  yang membawa hepar tersugesti dan ductus lacrimalis dialiri cairan yang menetes deras. Maaf bila ada salah yang membuat semua ekstremitas &amp;amp; sistem saraf pusat bekerja tak normal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;==================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mangan &lt;span id="IL_AD4"&gt;&lt;span class="ilad"&gt;sate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; sak gulene, sego megono bumbu kemiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;kapan wae lebarane, sugeng riyoyo idul fitri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;tumbar merico kecap asing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;nyuwun ngapuro lahir lan batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;======================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kapanpun lebarannya, ucapannya:&lt;br /&gt;Taqaballahu minna wa minkum&lt;br /&gt;minal aidzin wal faizin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;mohon maaf lahir dan bathin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;=====================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Melihat segalanya dengan hati yang bersih, tanpa mengharap pujian manusia2. semoga menjadi Ramadhan yang berkah,&amp;amp; berdo’amengharap istiqamah di jalan-NYA.Taqabalallahu Minna Waminkum…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;===================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqabalallahu Minna Waminkum…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;===================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu. Silahkan kesah, kau bukan takdirku… mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku, dan Allah adalah kasihku… Maafkan segala kesalahan&lt;br /&gt;===================&lt;br /&gt;“Hari ini adalah hari2 Allah, tidak pantas kita berbangga-bangga dan berbuat durhaka. Ikhlaskan jihad dan harapkan Ridho Allah dengan amalmu” (Khalid bin Walid). Taqabalallahu Minna Waminkum…&lt;br /&gt;======================&lt;br /&gt;Pertemuan hanya sarana, niat ikhlas yang utama. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan.. Mugi2 kagayuh krenteging ati, karena zaman tak dapat dilawan, KEPERCAYAAN harus diperjuangkan&lt;br /&gt;=====================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Aslkm. Tolong maafkan kesalahan saya. mudah2an Allah merahmatimu dan mengampuni dosa2mu. terima &lt;a href="http://kasih.ws/" target="_blank" title="http://kasih. "&gt;kasih.ws&lt;/a&gt;lkm&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;sblm lidah kelu, sblm hati kmbli m’bku, sblm jmpol kaku&amp;amp;sulit hny utk skdar mnt m’f lwt&lt;br /&gt;sms&amp;amp;sblm smw operator sbk..MOHON M’f ats smw khilaf yg ku lakuin.M’fin yaks!&lt;br /&gt;=====================&lt;br /&gt;“Saat wajah tak mampu bersua, tangan tak mamou menjabat, semoga pesan mampu menjadi jembatan dalam idul fitri, Dari lubuk hati &amp;amp; sanubari , Mohon Maaf Lahir Batin”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;=====================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pgn dpt maaf dr narpen?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;ketik:&lt;br /&gt;REG&lt;spasi&gt;NARPEN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/spasi&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;kirim ke&lt;br /&gt;0xxx24088802&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sms yg km dpt langsung dr hp aku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;_becanda,&lt;br /&gt;met lebaran yah!&lt;br /&gt;Maap2 klo ada slh kata&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;DARI BERBAGAI SUMBER MOGA BERMANFAAT  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-8096244227443163284?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/8096244227443163284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/8096244227443163284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/09/ucapan-idul-fitri.html' title='Ucapan Idul Fitri'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7884502860562846788</id><published>2010-08-19T13:35:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T13:36:42.381+07:00</updated><title type='text'>Turun ke Dasar Laut untuk  Mengambil Mutiara (Ruhaniyat Tarbawiyah)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TTE20283F0O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT4160O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT41D5O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT41EAO00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Imam Ibnu Qayyim &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;rahimahullah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;Al Fawaa-id&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;, mengatakan, “Waspadai kemaksiatan. Karena kemaksiatan telah menghinakan kemuliaan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;‘usjuduu ’ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;(sujudlah) dan mengeluarkan kalimat yang memutuskan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;‘uskun ’ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;(menetaplah engkau).”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kata &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;usjuduu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;, maksudnya,perintah Allah swt dahulu kepada makhluk-Nya untuk sujud kepada Adam as saat pertama kali diciptakan. Tanda bahwa Adam as sebagai manusia, sangat dimuliakan. Sedangkan kata &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;‘uskun ’ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;merupakan firman Allah swt kepada Adam as untuk menetap dan tinggal di surga bersama Hawa as. Firman Allah swt ini, juga menandakan betapa kasih sayang Allah swt kepada Adam as selaku manusia. Tapi, kemaksiatan Adam as yang melanggar perintah Allah dan cenderung pada bisikan syaitan, telah merusak kemuliaan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;‘usjuduu ’ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;‘uskun ’&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;. Itulah yang dimaksud dalam perkataan Imam Ibnu Qayyim &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;rahimahullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Perhatikanlah saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Ibnul Qayyim dengan sangat indah melukiskan perjalanan Adam as, manusia pertama. “Peristiwa ini sungguh memunculkan kegelisahan seribu tahun. Tak putus tertulis dengan lembar penyesalan dan kesedihan dalam hamparan kisah. Membawa angin kekecewaan. Sampai Adam as didatangkan keputusan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;‘fa taaba ‘alaiih &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;’ ((maka Allah swt memberikan ampunan kepadanya)...Iblis mungkin bersuka cita dengan diturunkannya Adam dari surga.Tapi Iblis tidak tahu bahwa turunnya Adam as seperti turunnya seorang penyelam ke dasar laut, lalu kembali ke atas membawa mutiara.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Kemaksiatan dan dosa yang dilakukan, bukan akhir segalanya. Lihatlah lagi bagaimana perenungan Ibnu Qayyim terhadap rangkaian peristiwa yang dialami Adam as. Bertolak dari firman Allah swt dalam Al Qur ’an, Ibnu Qayyim menyusun redaksi sendiri setelah mentadabburinya. Seolah, Allah swt selanjutnya mengatakan kepada Adam, “Wahai Adam, jangan bersedih dengan perkataan-Ku kepadamu: “Keluarlah kamu dari surga ”. Karena Aku telah ciptakan dunia untukmu dan kepentingan keturunanmu. Wahai Adam, dahulu engkau datang kepada-Ku sebagaimana &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;al muluuk &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;(raja). Tapi sekarang engkau datang kepada-Ku sebagaimana seorang &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;al ‘abiid &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;(hamba) datang kepada raja. Tak perlu bersedih karena ketergelinciran (dari surga) karena kesalahanmu. Karena sesungguhnya, sekarang telah keluar dari dirimu penyakit sombong. Dan kini engkau telah menggunakan pakaian penghambaan...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Dosa dan kemaksiatan, memang pasti mendatangkan akibat.Akibat paling merugikan adalah lenyapnya kebaikan dan keutamaan yang semula didapatkan seseorang dari Allah swt. Seperti dialami Adam as yang melanggar perintah Allah dan iblis yang bukan hanya melanggar tapi melawan dan membangkang perintah Allah swt. Apa hasilnya? Hasilnya kerugian bagi Adam as yang kehilangan posisi sebelumnya ia peroleh berupa ketenangan hidup di surga. Juga kerugian Iblis berupa kehinaan tak terperi dan tak ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ujungnya karena murka Allah swt. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Tapi saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Ibnu Qayyim mengeluarkan sebuah kesimpulan sangat indah dari kisah Adam as ini. Kesimpulan yang harus kita perhatikan dan kita jadikan pegangan. Bahwa tidak semua kondisi jatuh melakukan kesalahan, berarti tak pernah ada lagi harapan. Tidak seluruh ‘penurunan ’, berarti tak pernah ada lagi ‘kenaikan ’. Mungkin saja ada yang gembira dengan jatuh dan terperosoknya kita. Iblis gembira dengan jatuhnya Adam dari surga ke dunia. Tapi sebenarnya turunnya Adam dari surga justeru mengantarkan Adam menemukan mutiara yang sangat berharga. Seperti seorang penyelam yang berenang ke dasar laut yang dalam, untuk memperoleh mutiara. Ini salah satu cara kita memandang kesalahan yang dilakukan Adam as.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Sebagaimana sabda Rasulullah saw,“ Demi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dzat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, jika kalian tidak melakukan dosa niscaya Allah swt akan menghilangkan kalian, lalu didatangkan kaum yang berdosa dan mereka meminta ampun kepada Allah swt kemudian Allah swt mengampuni mereka.“ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;(HR.Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Allah swt juga sudah memberi sentuhan lain dengan menenangkan Adam as dan keturunannya, bahwa ketika Adam dikeluarkan dari surga, itu tidak berarti Allah swt tidak mengasihi dan memperhatikannya lagi. Karena memang bumi ini diciptakan untuk Adam dan keturunannya, seperti firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;“ Innii jaa ’ilun fil ardhi khaliifah...” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;(Sesungguhnya Aku menjadikan (manusia) khalifah di bumi). Itulah yang dikehedaki Allah swt. Yang berubah dari hubungan Adam as dengan Allah, sebagaimana perkataan Ibnul Qayyim, adalah penyikapan Allah yang seperti &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;‘al muluuk ’ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;atau raja, kepada Adam, kemudian menjadi pola &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;‘al ’abiid ’ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;atau hamba. Allah swt juga kemudian membersihkan hatinya dari kesombongan dan ujub pada diri sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Tapi di sisi lain, Allah swt tetap menyediakan kepemilikan surga itu untuk Adam as dan keturunannya. Dikeluarkannya Adam as dari surga adalah untuk kemudian, surga akan diberikan lagi secara lebih sempurna untuk hamba-hamba Allah swt yang mendapat rahmat Allah swt untuk memasukinya. “Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyejukkan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;(QS.As Sajdah :17)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Ini tidak menjadikan kita tak peduli dengan dosa dan kesalahan, karena satu hal yang juga disampaikan Ibnu Qayyim, meski beragam keutamaan yang Allah swt berikan kepada Adam as, tetap saja Adam telah melakukan kemaksiatan. Dan karenanya, yang paling berguna bagi Adam untuk merengkuh kemuliaannya kembali adalah dengan mengakui kesalahan dan menyesalinya. Ini tercantum dalam do ’a Adam as, “Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami, sungguh kami termasuk orang-orang yang merugi.” Menurut Ibnu Qayyim, kondisi ini, “Mirip pejuang yang terluka oleh pedang musuh. Lalu ia mengobati lukanya, dan kembali lagi berperang seperti ia tidak memiliki luka.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;Sungguh perkatan yang halus, makna yang dalam dan menyentuh dari seorang Imam yang sangat mengerti tentang hati, Imam bnul Qayyim Al Jauziyah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41D5O00;font-size:9pt;"  &gt;rahimahullah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT41EAO00;font-size:9pt;"  &gt;_&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT4160O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7884502860562846788?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7884502860562846788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7884502860562846788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/turun-ke-dasar-laut-untuk-mengambil.html' title='Turun ke Dasar Laut untuk  Mengambil Mutiara (Ruhaniyat Tarbawiyah)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1272830672061555926</id><published>2010-08-19T13:30:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T13:34:57.175+07:00</updated><title type='text'>Seberapa Besar Hati Kita  Mengagungkan Allah?</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TTE2870398O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTE2870808O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT89ADO00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT8911O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT89C5O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2870808O00;font-size:25pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2870808O00;font-size:25pt;"  &gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2870808O00;font-size:9pt;"  &gt;audaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2870808O00;font-size:9pt;"  &gt;Mungkinkah orang yang banyak berdosa, menyisakan hati yang mengakui keagungan Allah swt? Banyak orang mengira jawabannya, tidak. Mereka mengatakan, hanya orang shaleh yang mampu memiliki hati yang menyimpan kebesaran dan keagungan Allah swt.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara pelaku dosa dan yang bergelimang kemaksiatan, mereka termasuk kelompok orang yang tidak mendapat rahmat Allah, dan ini artinya tidak ada pengakuan dalam hati mereka terhadap kebesaran dan keagungan Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2870808O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2870808O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku yang dikasihi Allah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2870808O00;font-size:9pt;"  &gt;Dosa dan maksiat memang pasti memberi dampak pada orang yang melakukannya. Begitu pun ketaatan yang pasti memberi pengaruh pada orang yang melakukannya. “Kebaikan itu menyinari wajah, memberi cahaya dalam hati,membuka keluasan rejeki, memberi kekuatan tubuh, menambah cinta di hati makhluk. Sedangkan keburukan dan dosa itu, memberi kelam di wajah, kegelapan di dalam kubur dan di dalam hati,melemahkan tubuh, menyempitkan rejeki dan memunculkan kebencian di hati makhluk.” Demikian ungkapan Ibnu Abbas &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT89ADO00;font-size:9pt;"  &gt;radhiallahu anhu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT89ADO00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Tapi Islam tetap selalu ingin memberi semangat pada orang yang sudah berdosa agar tidak pernah putus harapan dari rahmat Allah. Dosa dan kemaksiatan sebenarnya tidak menghalangi seseorang untuk tetap memiliki hati yang mengakui kebesaran dan keagungan Allah swt. Mungkin, kita menapakkan kaki di tempat yang tidak sesuai dengan keridhaan Allah swt. Tapi hati kita tetap memendam pengakuan tulus akan keagungan Allah swt. Ini artinya, Allah swt meniupkan kebaikan dalam hati, meski secara lahir kita belum sesuai dengan situasi hati kita. Itulah sebabnya para ulama membagi dua kategori kemaksiatan, yakni kemaksiatan anggota tubuh yang disebut &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT89ADO00;font-size:9pt;"  &gt;dzunuub al jawaarih&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;, dan kemaksiatan hati yang disebut &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT89ADO00;font-size:9pt;"  &gt;dzunuub al qalb&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;. Meski tidak dipungkiri juga ada keterkaitan antara keduanya, dan yang paling membahayakan adalah kemaksiatan hati ketimbang kemaksiatan anggota tubuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Keadaan hati yang tetap mengagungkan Allah swt, adalah kondisi yang membersihkan seseorang untuk kembali dari ragam penyimpangan. Hati seperti inilah yang tetap menyuarakan keagungan dan ke Maha Besaran Allah swt sehingga menolong pemiliknya dari kondisi larut dalam kesalahan. Seperti ungkapan sebagian orang shalih, “Barangsiapa yang di dalam hatinya tetap mengagungkan Allah swt, maka Allah swt akan menolongnya agar jasadnya juga mengagungkan Allah swt.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Lihatlah peristiwa yang dialami seorang shalih bernama Basyar Al Hafi, tokoh ulama yang terkenal zuhud dan wara ’ Abu Na ’im dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT89ADO00;font-size:9pt;"  &gt;Hilyatu Al Auliya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;, menguraikan Basyar Al Hafi yang mengatakan, “Aku dahulu seorang yang tersesat dan tidak tahu arah. Suatu hari aku melihat sebuah kertas di atas jalan. Aku mengambil kertas itu dan kulihat di dalamnya tertera kalimat “&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT89ADO00;font-size:9pt;"  &gt;Bismillahir Rahmaanir Rahiim &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;”. Aku bersihkan kertas itu dan aku masukkan ke dalam kantong. Saat itu aku hanya mempunyai uang dua dirham, tapi uang itu kuhabiskan untuk membeli minyak wangi. Minyak wangi itu aku usap pada kertas yang kusimpan di dalam kantong. Malam harinya, aku bermimpi seseorang mengatakan padaku, “Wahai Basyar, engkau angkat Nama Kami dari jalanan. Engkau membuatnya harum. Maka Aku akan mengharumkan namamu di dunia dan di akhirat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Renungkanlah saudaraku, bagaimana pengagungan Allah swt yang ada di dalam hati Basyar Al Hafi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt; pula kisah pelaku dosa yang tiba-tiba jiwanya tersungkur merasakan keagungan Allah swt. Lihatlah perubahan besar yang dilakukan seorang bernama Fudhail bin Iyadh, yang kemudian menjadi salah satu ulama besar Islam di jamannya. Dahulunya, Fudhail adalah seorang perampok yang sangat ditakuti karena kekejamannya. Suatu ketika, ia merampok sebuah rumah sebelum waktu subuh. Saat menaiki tembok rumah, ia melihat seorang kakek tua membaca Al-Qur ’an. Saat itu, mungkin saja Fudhail tetap melanjutkan aksinya untuk merampok, tapi bacaan Al-Qur ’an orang tua itu begitu membuat jiwanya guncang. Secara lahir, Fudhail sudah melakukan kejahatan. Tapi kali ini, kejahatan fisiknya tidak mendominasi keburukan hatinya. Maka, ketika orang tua itu membacaan firman Allah swt, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)...” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT89ADO00;font-size:9pt;"  &gt;((QS.Al Hadid :16)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;. Fudhail memandang ke langit, seraya mengatakan, “Ya Rabb, aku bertaubat kepadamu malam ini.” Saat itu juga ia turun,, lalu mandi dan pergi ke masjid menangis dalam taubatnya. Seperti itulah, bahwa ada banyak perilaku maksiat yang tidak membatasi kondisi hati yang tetap mengagungkan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Karenanya, nilai seseorang tidak serta merta jatuh karena ia melakukan dosa dan maksiat. Bahkan ketika seorang pezina dirajam lalu mendapat cacian dan penghinaan dari sejumlah sahabat, Rasulullah saw bersabda, “Jangan lakukan itu, dia telah bertaubat dengan taubat yang bila ditimbang dengan 70 orang penduduk Madinah niscaya taubatnya meliputi mereka semua.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam riwayat lain,, “Sesungguhnya taubatnya jika ditimbang dengan seluruh penduduk Madinah, niscaya akan meliputi mereka semua.” Artinya, pezina itu pun ternyata memiliki hati yang tetap mengagungkan Allah swt. Kondisi hati seperti itulah yang membuatnya rela mendapat hukuman sesuai kehendak Allah swt dan Rasulullah saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;Sekarang,mari bertanya pada diri sendiri, seberapa besar keagungan Allah swt dalam hati kita?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT89C5O00;font-size:9pt;"  &gt;_&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT8911O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1272830672061555926?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1272830672061555926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1272830672061555926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/seberapa-besar-hati-kita-mengagungkan.html' title='Seberapa Besar Hati Kita  Mengagungkan Allah?'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1862865124436152956</id><published>2010-08-19T13:28:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T13:30:19.198+07:00</updated><title type='text'>Menunda Azab  Selama 40 Tahun (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Bookman Old Style"; 	panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Laa ilaaha illallah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah swt.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tak ada yang layak diikuti kecuali Allah swt. Tak ada yang layak ditakuti kecuali Allah swt. Tak ada yang patut dicintai kecuali Allah swt. Tunduk, pasrah, dan tawakal hanya kepada Allah swt. Kalimat inilah yang sungguh-sungguh akan menguatkan kita di mana dan di kapan saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku, mari resapi kandungan dan makna kalimat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Renungkanlah bagaimana Rasulullah saw dan para sahabatnya dengan sangat cermat menanamkan keyakinan yang begitu kokoh dalam diri anak-anak mereka. Agar mereka sejak kecil tidak keliru menempatkan perasaan tunduk dan patuh kepada selain Allah. Agar mereka sejak usia belia tidak keliru menyikapi perasaan takut kepada selain Allah. Agar mereka sejak kanak-kanak telah mampu mewarnai diri dengan segenap perasaan yang selalu berdekatan dengan keberadaan Allah swt. Ibnu Umar ra pernah meriwayatkan sebuah sabda Rasulullah saw, tentang hal ini. “Jangan acungkan tongkat pada anak-anakmu (agar dia takut padamu). Tapi jadikanlah mereka takut pada Allah Azza wa Jalla.” (HR. Thabrani dengan sanad &lt;i style=""&gt;jayyid&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Rasulullah saw sering memanfaatkan sela-sela waktu berbicara dengan anak-anak. Dan di sela-sela waktu seperti itu Rasulullah saw mengucapkan untaian kata yang sangat dalam maknanya agar mereka selalu mengaitkan seluruh gerak dan kehidupannya dengan Allah swt. Simaklah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, dari Ibnu Abbas ra, saat Rasulullah saw berkata kepadanya, “Nak, aku ajarkan engkau beberapa kalimat, ‘Peliharalah (hak) Allah, niscaya Allah akan memeliharamu. Peliharalah (hak) Allah, niscaya engkau dapati Allah berpihak padamu. Jika engkau meminta, mintalah pada Allah. Dan jika engkau ingin pertolongan, mintalah pertolongan itu pada Allah. Ketahuilah! Seluruh umat manusia jika berkumpul untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan bisa melakukannya kecuali dengan apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk memberi bahaya atasmu, mereka tidak akan bisa melakukannya kecuali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” (HR. Turmudzi). Lihatlah bagaimana Rasulullah menekankan kalimat demi kalimat untuk menanamkan ketergantungan yang sangat total kepada Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Perhatikanlah potongan-potongan kalimat dalam nasihat Rasulullah saw. Cermatilah penggalan kata demi kata yang begitu menukik tajam, membawa siapa pun yang menyimaknya untuk selalu bergantung sepenuhnya pada Allah swt. &lt;i style=""&gt;Laa ilaaha illallah.&lt;/i&gt; Tidak ada daya. Tidak ada kekuatan. Tidak ada perlindungan. Kecuali milik Allah. Iman yang kuat, adalah modal kita agar mampu menghadapi semua masalah dengan tegar. Hanya keimanan yang bisa menjadikan kita selalu optimis memandang hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw dan para sahabatnya, kekuatan iman harus ditanam dan dipelihara pertumbuhannya sejak seseorang masih kanak-kanak. Usia kanak-kanak yang masih bersih dan mudah disemai dengan keyakinan yang benar. Lihatlah apa yang diceritakan Ibnu Zufr Al Makky, dalam kitabnya &lt;i style=""&gt;Anba Nujaba Al Abna&lt;/i&gt; tentang masa kecil Harits Al Muhasibi. Suatu ketika, Harits pernah ditawari sejumlah kurma oleh pedagang kurma. “Makanlah semua kurma ini,” kata penjual itu. Namun karena kehati-hatiannya, Harits malah bertanya, “Beri tahu dahulu bagaimana engkau mendapatkan kurma-kurma ini?” “Baru saja ada orang yang membeli kurmaku, lalu ada kurma yang dibelinya terjatuh…” kilah orang itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Harits Al Muhasibi lalu bertanya kepada sejumlah anak-anak yang tengah bermain disekitarnya, “Teman-teman, apakah bapak ini seorang muslim?” Mereka mengiyakannya. Tapi Harits segera beranjak pergi meninggalkan orang itu. Laki-laki itu lalu mengejarnya dan menangkap tangannya sambil bertanya penasaran, “Demi Allah, aku takkan melepaskanmu kecuali engkau mengatakan kepadaku apa yang ada dalam hatimu tentang diriku?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dengarkanlah apa jawaban Harits yang belum berusia 10 tahun itu. “Pak, jika engkau seorang muslim, mintalah kurma itu pada pemiliknya sampai ia ikhlas memberikan miliknya padamu. Lakukanlah itu sekuat tenaga seperti jika engkau dalam kondisi yang sangat haus dan sangat ingin meminum air. Pak, apakah engkau mau memberi makan anak-anak kaum muslimin dengan yang haram? Padahal engkau muslim?” Orang itu terkejut dan mengatakan, “Demi Allah, saya tidak akan berjualan lagi untuk urusan dunia…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mereka adalah anak-anak hasil pendidikan tauhid yang ditanamkan orang tuanya. Keimanan mereka begitu menghujam dalam kepribadiannya melalui pelajaran Al Qur’an, hadits dan sirah Rasulullah saw. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; orang tua memberi motivasi yang sangat baik agar anak-anaknya dekat dengan sumber-sumber petunjuk Allah swt itu. Inilah yang dikatakan Ibrahim bin Adham, “Dahulu, ayahku mengatakan padaku, ‘Nak, carilah hadits Rasulullah saw. Setiap engkau mendengar satu hadits dan engkau bisa menghapalnya, engkau akan mendapat hadiah satu dirham.” &lt;i style=""&gt;(Syaraf Ashabul Hadits/10). &lt;/i&gt;Ibrahim bin Said Al Jauhari juga pernah menceritakan, “Aku melihat seorang anak kecil usia 4 tahun yang dibawa ke hadapan Al Makmun dan membacakan Al Qur’an. Padahal jika lapar ia masih menangis.” &lt;i style=""&gt;(Al Kifayah fi ilmi Riwayah, &lt;/i&gt;Khatib Al Baghdadi/116).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apa yang sudah kita berikan untuk anak-anak kita? Menanamkan ketergantungan mereka pada Allah swt dalam setiap peristiwa yang mereka alami? Menekankan kedekatan mereka pada Allah swt? Menyakinkan mereka dengan hadits-hadits Rasulullah saw? Mengajarkan, menuntun dan mendorong mereka untuk membaca dan menghafal Al Qur’an?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tahukah kita, bila bacaan Al Qur’an seorang anak bisa menjadi sebab diangkatnya bala dan azab dari keluarga dan masyarakat kita? Hudzaifah bin Yaman mengatakan, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya suatu kaum akan ditimpa azab oleh Allah, sebagai suatu ketetapan yang pasti. Tapi kemudian seorang anak di antara mereka membaca &lt;i style=""&gt;Al Hamdulillahi Rabbil Alamin. &lt;/i&gt;Ucapan itu didengar Allah swt dan mengangkat azab-Nya dari mereka karena pembacaan itu, selama 40 tahun.” (Tafsir Al Kabir, Ar Razi, 1/178).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ajarkan mereka Al Qur’an. Semoga kita terhindar dari azab Allah swt…_&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1862865124436152956?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1862865124436152956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1862865124436152956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/menunda-azab-selama-40-tahun-ruhaniyat.html' title='Menunda Azab  Selama 40 Tahun (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-5573322215356938433</id><published>2010-08-19T13:02:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T13:05:09.616+07:00</updated><title type='text'>Biarkanlah  Teguran itu Datang (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TT19E1O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTE1726F48O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTE170F560O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT19F9O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT1A0BO00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:TTE1726F48O00;font-size:24pt;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE170F560O00;font-size:25pt;"  &gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTE170F560O00;font-size:9pt;"  &gt;hudzaifah bin Al Yaman ra dalam suatu kesempatan, mendatangi sahabatnya, Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra.Tidak seperti biasanya, Khudzaifah yang juga disebut &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;shahibus sirri &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;(penyimpan rahasia) Rasulullah saw itu mendapati Umar dengan raut muka yang muram,penuh kesedihan. Ia bertanya, “Apa yang sedang engkau pikirkan wahai Amirul Mukminin?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Jawaban Umar sama sekali tidak terduga. Kesedihan dan kegalauan hatinya, bukan karena banyak masalah rakyat yang sudah pasti membuatnya letih. Kali ini, Umar justru tengah khawatir memikirkan kondisi dirinya sendiri. “Aku sedang takut bila aku melakukan kemungkaran, lalu tidak ada orang yang melarangku melakukannya karena segan dan rasa hormatnya kepadaku,” ujar Umar pelan. Sahabat Khudzaifah segera menjawab, “Demi Allah, jika aku melihatmu keluar dari kebenaran, aku pasti akan mencegahmu.” Seketika itu, wajah Umar bin Khattab berubah senang. “&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;Alhamdulillah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Yang menjadikan untukku sahabat-sahabat yang siap meluruskanku jika aku menyimpang,” katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Seperti itulah Umar. Jika banyak orang gusar dan marah mendapat teguran atas kesalahan yang dilakukannya. Tapi ia justru menginginkan teguran. Khalifah kedua setelah Abu Bakar ra itu justru ingin kesalahannya diketahui orang lain, untuk kemudian ditegur dan diluruskan. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;Subhanallah....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Berterus terang kepada diri sendiri atas kesalahan yang dilakukan bukan hal mudah. Terlebih mengaku berterus terang kepada orang lain dan menerima kesalahan yang dilakukan. Lebih sulit lagi, menerima teguran orang lain atas kesalahan. Tapi sebenarnya, teguran atas kesalahan itu kita perlukan.Al-Qur ’an memberi banyak ilustrasi tentang ajakan bermuhasabah, mengevaluasi diri dan teguran langsung atas kesalahan. Metode muhasabah dan teguran yang ada dalam ayat-ayat Al Qur ’an, mengajak kita mau mengakui semua perbuatan dengan jujur dan tulus. Agar kita terbiasa berterus terang mengungkap berbagai kesalahan kepada diri sendiri. Memeriksa noda-noda kesalahan dan kekeliruan yang ada lalu mengakuinya. Bukan untuk membesar-besarkan kesalahan dan membuat diri menjadi gelisah, tetapi agar kita mengetahui kadar kebaikan dan keburukannya. Inilah makna yang dimaksud dalam perkataan Said bin Jubair saat ia ditanya, “Siapakah orang yang paling hebat ibadahnya?” Ia menjawab, “Orang yang merasa terluka karena dosa dan jika ia ingat dosanya ia memandang kecil amal perbuatannya.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;(Az Zuhdu, Imam Ahmad, 387)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Perhatikanlah bagaimana para sahabat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;radhiallahu anhum &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;dalam Perang Uhud mendapat teguran langsung dari Allah swt, saat mereka terluka dan mengalami situasi tertekan dan sulit.Ketika itu turun firman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Allah swt, “Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kalian pada hari bertemu dua pasukan itu, mereka digelincirkan oleh setan karena sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau). Dan sesungguhnya Allah telah mengampuni mereka...” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;(QS.Ali Imran 155)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;. Lihatlah juga di saat bagaimana Allah swt menegur langsung mereka dalam firman-Nya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Ali Imran ayat 165. “...Kalian berkata: “Dari mana datangnya kekalahan ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Perhatikanlah bagaimana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Allah swt menegur para sahabat dalam peperangan Hunain.“...Dan (ingatlah) peperangan Hunain, di waktu kalian menjadi sombong karena banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepada kalian sedikit pun...” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;(QS.At Taubah :25) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Maksud teguran langsung tersebut adalah membangkitkan suasana muhasabah, mengangkat kejujuran dan keterbukaan yang bisa menjadikan seseorang mampu mengambil pelajaran dari kekeliruan dan kesalahannya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;Musharahah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;atau keterusterangan untuk mengakui kesalahan adalah langkah paling awal untuk memulai perbaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Teguran itu pahit. Tapi cobalah lebih jauh merenungi, pentingnya teguran atas kesalahan. Ustadz Abdul Hamid Al Bilali, dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;Waahaat Al Iiman&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;, menguraikan banyak hal tentang akibat dosa dan kesalahan yang terus menerus dilakukan karena tidak mendapat teguran. Menurutnya, akibat kesalahan yang dilakukan terus menerus adalah sikap tidak merasa berdosa dan tidak merasa bersalah. Perasaan tidak bersalah dan tidak berdosa itu sendiri, bisa disebabkan kondisi akrab dengan dosa tertentu yang terlalu sering dikerjakan. Situasi seperti inilah yang paling ditakutkan Al Hasan Az Zayyat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;. Ia mengatakan, “Demi Allah, aku tidak peduli dengan banyaknya kemungkaran dan dosa. Yang paling aku takutkan ialah keakraban hati dengan kemungkaran dan dosa. Sebab jika sesuatu dikerjakan dengan rutin, maka jiwa menjadi akrab dengannya dan jika demikian, jiwa menjadi tidak memiliki kepekaan lagi.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;(Tanbiihu Al Ghafiliin,93) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Bagi Al Hasan, kesalahan dan dosa itu masih bisa dianggap kewajaran lantaran manusia memang pasti melakukan salah dan dosa. Yang ia khawatirkan justru ketika kesalahan dan dosa itu tidak dapat dihentikan, dilakukan terus menerus, lalu jiwa menjadi tidak sensitif terhadap kesalahan dan dosa itu. Juga, ketika dosa dan kesalahan tak terhenti karena tak mau menerima teguran yang bisa menyadarkan. Dan, ketika dosa dan kesalahan terlalu sering dilakukan karena tak ada nasihat serta teguran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;yang bisa menghentak diri dari kelalaian. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; lagi akibat dosa yang lebih berbahaya dari kondisi itu. Yakni perasaan aman dan tidak mendapatkan hukuman dari berbagai dosa yang dilakukan. Artinya, seseorang bukan saja tidak menyadari dosa yang dilakukan, tapi lebih dari itu, merasa tenteram dan aman dari hukuman yang Allah swt berikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Camkanlah nasihat yang dituturkan Imam Ibnul Jauzi dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;Shaidul Khatir&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;, “Ketahuilah, ujian paling besar bagi seseorang adalah merasa aman dan tidak mendapatkan siksa setelah mengerjakan dosa. Bisa jadi hukuman datang belakangan. Dan hukuman paling berat adalah jika seseorang tidak merasakan hukuman itu. Sampai hukuman itu menghilangkan agama, mencampakkan hati hingga tak bisa menentukan pilihan yang baik. Dan, di antara efek hukuman ini adalah seseorang tetap melakukan dosa sedangkan tubuh segar bugar dan seluruh keinginannya tercapai.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;(Shaidul Khatir, 169)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19F9O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT19E1O00;font-size:9pt;"  &gt;Renungkanlah, kalimat terakhir dari nasihat Ibnul Jauzi ini...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1A0BO00;font-size:9pt;"  &gt;_&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-5573322215356938433?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/5573322215356938433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/5573322215356938433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/biarkanlah-teguran-itu-datang-ruhaniyat.html' title='Biarkanlah  Teguran itu Datang (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-3384385684322657704</id><published>2010-08-19T11:30:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T11:31:50.432+07:00</updated><title type='text'>Ya Allah, Sempurnakanlah  Untuk Kami Cahaya Kami (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ya Allah, Sempurnakanlah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Untuk Kami Cahaya Kami&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Betapa pentingnya cahaya dalam gelap. Betapa berharganya secercah cahaya di tengah gulita. Betapa mahalnya memiliki pelita cahaya yang bisa menuntun berjalan di antara gelap yang tak menyisakan cahaya sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di hari akhir yang gelap gulita nanti, hanya orang-orang beriman yang memiliki cahaya. Yang dengan sinar cahayanya itu, mereka sangat tertolong untuk meniti perjalanan melintasi &lt;i style=""&gt;ash shiraat&lt;/i&gt; (jembatan). Itulah salah satu cahaya dari dua cahaya yang disebutkan Sayyid Quthb dalam kitab &lt;i style=""&gt;Fii Dzilaali Al Qur’an&lt;/i&gt;. Ia menyebutkan dua kategori cahaya, pertama adalah &lt;i style=""&gt;nuur hissy &lt;/i&gt;atau cahaya materil berupa cahaya Allah swt yang menyinari semua alam semesta. Tanpa &lt;i style=""&gt;nuur &lt;/i&gt;Allah, maka alam semesta ini gelap gulita dan tidak ada yang dapat terlihat. Kedua adalah &lt;i style=""&gt;nuur ma’nawi&lt;/i&gt; atau cahaya immateril. “Ia adalah cahaya yang terbit dari hati orang beriman dari Al Qur’an dan sunnah Rasulullah saw yang menyinari hati, pendengaran, dan penglihatan hamba Allah yang beriman. Lalu cahaya itu juga akan menjadi penerang seorang hamba di dunia dan di akhirat. (&lt;i style=""&gt;Fii Dzilaali Al Qur’an, Sayyid Quthb, 6/3485&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ya. Cahaya itulah yang disinggung oleh Allah swt dalam firmannya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Al Hadiid ayat 12. “Yaitu pada hari ketika kalian melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedangkan cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Betapa benderangnya secuil cahaya yang diperoleh di gelapnya kiamat. Saat sinar cahaya berkilauan dan menerangi jalan orang-orang beriman, sementara di sekeliling mereka hanya kegelapan di atas kegelapan. Betapa besar syukur orang-orang yang mendapatkan cahaya dan mendengar berita gembira dari Allah swt, tentang kenikmatan surga yang tak pernah bisa tergambarkan Sulaiman Chey, Menaging Director S-Net MM2100 Cikarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;“&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; harus berfikir &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; puluh tahun ke depan” alam penglihatan, pikiran hati makhluk di dunia ini…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ini adalah informasi tentang kondisi kaum mukminin yang shiddiq di hari kiamat. Bahwa amal-amal merekalah yang menyebabkan mereka memiliki cahaya, yang memandu mereka berjalan di tengahnya gelap hari itu. Dalam sebuah &lt;i style=""&gt;atsar&lt;/i&gt;, Abdullah bin Mas’ud ra pernah mengatakan, “Sebatas amal-amal yang mereka lakukan, mereka melewati &lt;i style=""&gt;ash shiraat &lt;/i&gt;(jembatan). Di antara mereka ada yang sinarnya serupa gunung dan ada pula sinarnya yang serupa lebah. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang sinarnya serupa orang yang berdiri. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang sinarnya sangat rendah, yakni hanya pada jemarinya saja, terkadang mati dan menyala.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Adh Dhahak mengatakan, “Tak seorangpun yang memberikan cahaya di hari kiamat. Jika mereka telah tiba di &lt;i style=""&gt;ash shiraat&lt;/i&gt;, cahaya untuk orang munafiqin dimatikan. Lalu ketika kondisi mereka terlihat oleh orang-orang mukmin, mereka berharap agar cahaya mereka tidak dimatikan sebagaimana cahaya orang-orang munafiqin itu. Mereka lalu berucap, ‘&lt;i style=""&gt;Rabbana atmim lanaa nuurana &lt;/i&gt;(Ya Allah, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami..)’.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Perhatikanlah bunyi firman Allah swt yang menceritakan situasi tersebut. “Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengannya, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu…” (QS. At Tahrim: 8).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Orang-orang munafiq, cahaya yang mereka miliki mati saat mereka berada di &lt;i style=""&gt;ash shiraat&lt;/i&gt;. Berkata Abdul Qashim Ath Thabrani,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda, “… Ketika sampai di &lt;i style=""&gt;ash shiraat&lt;/i&gt;, Allah memberikan setiap orang mukmin cahaya dan setiap orang munafiq cahaya. Tapi ketika mereka berada di tengah-tengah &lt;i style=""&gt;ash shiraat&lt;/i&gt;, Allah mematikan cahaya orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan. Sehingga mereka mengatakan pada orang-orang mukmin, ‘Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian cahaya dari cahayamu.’ Lalu orang-orang beriman mengatakan, ‘Kembalilah kamu kebelakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).’ Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya ada siksa.” (Lihat Surat Al Hadiid ayat 13).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tergambarkah dalam benak kita betapa kesedihan dan hancurnya orang-orang yang tak mendapatkan cahaya ketika itu saudaraku? Bagaimana dahsyatnya rasa takut dan kengerian menerpa orang-orang yang cahayanya dimatikan oleh Allah di tengah gelap gulitanya &lt;i style=""&gt;ash shiraat &lt;/i&gt;itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Cahaya orang mukmin adalah salah satu di antara cara atau tanda bagi Rasulullah saw untuk mengenal umatnya. Berkata Ibnu Abi Hatim, “Semoga Allah merahmati Abdurrahman bin Jabbir. Dia mendengar Abu Darda dan Abu Dzar memberitakan dari Rasulullah saw: ‘Aku orang pertama yang diizinkan untuk bersujud di hari kiamat. Dan orang yang pertama mengangkat kepalanya. Lalu aku melihat siapa yang ada di hadapanku, yang di belakangku, yang di sisi kananku, yang berada di sisi kiriku. Aku mengenal umatku di antara sekian banyak umat manusia.’ Berkatalah seorang sahabat, ‘Ya Rasulullah, bagaimana engkau mengenal umatmu di antara sekian banyak manusia dari zaman Nabi Nuh hingga umatmu?’ Rasul mengatakan, ‘Aku mengenal mereka bersinar karena bekas air wudhu, dan hal itu tidak dialami seorangpun selain mereka. Aku juga mengenal mereka karena mereka menerima kitab mereka dari tangan kanan mereka. Aku mengenal mereka dengan tanda-tanda sujud di wajah mereka. Aku mengenal mereka dengan cahaya mereka yang ada di hadapan mereka.” (HR. Ahmad)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ya saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Mari tengadahkan tangan dan sama-sama berdo’a. &lt;i style=""&gt;“Allahumma atmim lanaa nuurana..” &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ya Allah sempurnakanlah untuk kami cahaya kami…._&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-3384385684322657704?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/3384385684322657704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/3384385684322657704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/ya-allah-sempurnakanlah-untuk-kami.html' title='Ya Allah, Sempurnakanlah  Untuk Kami Cahaya Kami (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-6420536935695714521</id><published>2010-08-19T11:28:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T11:29:53.834+07:00</updated><title type='text'>Tahukah kita seberapa besar kekuatan do’a? (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Unicode MS"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT15F6O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT155CO00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 63.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tahukah kita seberapa besar kekuatan do’a &lt;/span&gt;di saat-saat genting? Situasi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;genting &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang paling genting, adalah saat para pejuang Allah swt menghadapi kekuatan musuh Allah swt yang lebih besar secara materil. Kegentingan yang pernah dialami hampir oleh para Rasul Allah swt, tak ter kecuali Rasulullah Muhammad saw.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bayangkanlah kegentingan yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dialami Nabiyullah Musa as saat ia dan kaumnya dikejar Fir’aun dan bala tentaranya, sampai terpojok di tepi laut. Perhatikanlah bagaimana kegentingan ini digambarkan oleh Al-Qur’anul &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Karim. “Maka, ketika kedua kelompok itu saling melihat, berkatalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengikut Musa , “Sungguh kita akan benar-benar tersusul.” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Musa menjawab, “Sekali-kali tidak, sesungguhnya Tuhanku menyertaiku. Dia akan memberi petujuk kepadaku.” &lt;span style=""&gt;(QS.Asy Syu ’ara:62)&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Betapa kegentingan dan kengerian menyergap hati kaum Bani Israel yang saat itu dipimpin Musa as. Tapi Musa as memiliki keyakinan dan ketergantungan yang kuat dengan Allah swt. Ia yakin, Allah pasti membelanya. Ia yakin, bahwa tak ada yang memiliki kekuatan kecuali Allah swt.Musa as, begitu dekat dengan Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mari kita lihat lagi jejak para pejuang di jalan Allah swt yang ditinggalkan dalam lembar-lembar sejarah. Kita ingin mengetahui dan turut merasakan bagaimana kedudukan keyakinan dan do ’a kepada Allah sebagai senjata paling ampuh hingga kemenangan berhasil mereka raih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lihatlah saudaraku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di malam senyap dan gelap. Malam peperangan Badar Kubro. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; sahabat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;radhiallahuanhum &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tertidur. Kecuali Rasulullah saw sedang terjaga dan shalat di samping sebuah pohon. Ia berulangkali sujud dengan mengatakan, “Yaa hayyu yaa Qayyuuum... (Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri) Rasulullah saw terus menerus mengulang-ulang ucapan itu, agar Allah swt mendatangkan kemenangan pada kaum beriman. (&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Al Bidayah wa An Nihayah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, 5/82). Seperti itulah keyakinan berpadu permohonan yang sangat dari seorang Rasulullah saw saat menghadapi suasana genting. Lalu, ketika melihat pasukan Quraisy, ia mengatakan, “Ya Allah inilah Quraisy telah datang dengan kesombongan dan kepongahannya. Mereka mendustai Rasul-Mu. Ya Allah timpakanlah bencana kepada mereka esok. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;(Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, 3/168)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Umar bin Khattab meriwayatkan, detik-detik pecahnya pertempuran di Badar, Rasulullah saw memandang para sahabatnya yang berjumlah tiga ratusan orang. Lalu ia melihat barisan kaum Musyirikin yang jumlahnya lebih dari 1000 orang. Utusan Allah swt itu bersabda, “Ya Allah, berikanlah kepadaku apa yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau musnahkan kelompok Islam ini, Engkau tidak lagi disembah di muka bumi selamanya.” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kata Umar,, Rasulullah saw terus menerus berdoa sampai selendangnya terjatuh dari pundaknya. Abu Bakar ra yang memungutnya mengatakan, “Wahai Nabi Allah, cukup sudah do ’amu kepada Allah swt. Dia pasti memberimu apa yang dijanjikan kepadamu...” &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;(HR.Ahmad)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pernahkah kita mendengar kisah Nu ’man bin Maqran? Seorang pejuang Islam yang memimpin peperangan melawan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Ketika itu, pasukan Islam telah berminggu-&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT155CO00;font-size:9pt;"  &gt; &lt;/span&gt;minggu mengepung benteng &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang kokoh karena pertahanannya melewati parit parit. Nu ’man berdiskusi dengan komandan perangnya. Mereka merumuskan strategi untuk memancing pasukan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; keluar dari parit-parit mereka. Caranya, pasukan Islam berpura-pura lari meninggalkan &lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt; tempur sampai jika orang-orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; keluar dari&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;parit, barulah pasukan Islam berbalik menyerang mereka. Nu ’man sepakat dengan strategi ini. Ia mengatakan kepada rekan-rekannya, “Nanti akulah yang akan meneriakkan takbir tiga kali. Jika kalian mendengar teriakan takbir ketiga, berarti saat itulah kalian mulai peperangan.” Setelah itu, Nu ’man pergi ke salah satu tempat dan berdo ’a kepada Allah swt dengan mengatakan, “Ya Allah, muliakanlah agamamu, menangkanlah hamba-Mu. Ya Allah aku memohon kepada-Mu agar mataku sejuk dengan kemenangan yang menjadikan Islam mulia, dan matikanlah aku dalam keadaan syahid.” Orang-orang yang mendengar do ’a Nu ’man menangis. Mereka sama-sama larut dalam munajat dan do ’a dengan penuh khusyu ’ dan tunduk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Allah swt mengabulkan do ’a mereka. Kaum Muslimin diberikan kemenangan oleh Allah swt dengan kemenangan yang luar biasa. Allah swt juga mengabulkan do ’a Nu ’man bin Maqran karena dialah prajurit pertama yang syahid di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; perang ketika itu. (Al Bidayah wa An Nihayah, 7/89) Seorang sahabat ada yang bernama Qutaibah bin Muslim dan Muhammad bin Wasi ’. Ibnul Jauzi dalam Shifatu Shafwah menceritakan pengalaman keduanya menjelang peperangan meletus. Tiba-tiba Muhammad bin Wasi ’ menghilang dari barisan. Qutaibah lalu memerintahkan pasukannya melihat siapa yang ada di dalam masjid. Pasukannya mengatakan, “Tak ada seorangpun kecuali Muhammad bin Wasi ’. Ia sedang mengangkat jari-jarinya.” Qutaibah mengatakan,, “Jari-jarinya yang terangkat itu lebih aku sukai daripada tiga puluh ribu pemuda yang kuat dengan pedang terhunus.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perhatikanlah saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bagaimana kedudukan dan kekuatan do ’a dalam pandangan para salafushalih. Lihatlah lagi saudaraku, bagaimana Shalahuddin Al Ayyubi, tokoh pahlawan pembebas Al Quds dari tangan pasukan salib. Dikisahkan, “Shalahuddin, ketika mendengar pasukan salib berhasil mendesak kaum Muslimin, ia tersungkur sujud kepada Allah swt sambil berdo ’a, “Ya Allah aku telah terputus dari sebab-sebab bumi untuk memenangkan agama-Mu. Tak ada yang tersisa kecuali menyerahkan semuanya kepada-Mu, sambil tetap berpegang pada ajaran-Mu dan bersandar pada karunia-Mu. Engkaulah Peno-longku dan sebaik-baik Pelindung.” Dalam sujudnya itu ia menangis dan air matanya masih menitik di antara janggut hingga membasahi sajadahnya. Dan ketika itulah Allah swt menurunkan kemenangan pasukan Islam atas pasukan salib.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Beristighfarlah dan ucapkan bulir-bulir do ’a untuk para mujahidin di Palestina, Libanon dan para pejuang kebenaran di mana pun berada.Sekarang. Ucapkanlah D o ’a itu, Sekarang&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-6420536935695714521?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6420536935695714521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6420536935695714521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/tahukah-kita-seberapa-besar-kekuatan.html' title='Tahukah kita seberapa besar kekuatan do’a? (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1959997440366706961</id><published>2010-08-19T11:25:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T11:28:33.673+07:00</updated><title type='text'>Sampai Kapan Menunda  Taubat?   (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TTE2AB1638O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTE2AD29A0O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT2137O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT2134O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT213CO00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2AD29A0O00;font-size:25pt;"  &gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2AD29A0O00;font-size:9pt;"  &gt;engarlah saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2AD29A0O00;font-size:9pt;"  &gt;Allah swt telah memanggil kita: “Wahai hamba-Ku yang melampaui batas atas diri mereka, jangan putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang...’&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasakanlah dalam-dalam bagaimana nuansa kasih dan sayang Allah swt dalam firman-Nya tersebut...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2AD29A0O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2AD29A0O00;font-size:9pt;"  &gt;Lalu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2AD29A0O00;font-size:9pt;"  &gt;Mengapa kita tidak juga mau segera kembali kepada Allah swt? Padahal Rasulullah saw telah mengabari kita betapa kegembiraan Allah swt menerima taubat hamba-Nya. “Allah lebih senang dengan taubat hambaNya dari pada orang yang kehilangan hewan yang dikendarainya saat berada di tanah yang tandus. Orang itu mencari kendaraan hewannya padahal di sanalah makanan dan minumannya. Hingga ia putus asa mencarinya dan berbaring di bawah pohon. Namun tiba-tiba hewan kendaraannya telah berada di sisinya. Ia lalu mengambil tali kekang hewannya dan mengatakan, “Ya Allah,Engkau hambaku dan aku tuhanmu,” orang itu keliru mengatakannya karena terlalu gembira.” (&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT2137O00;font-size:9pt;"  &gt;HR.Muslim &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;) Lihatlah kegembiraan dan kesenangan Allah swt menerima kita...Jika kita bertaubat..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Seperti itulah ungkapan Al Qur ’an, hadits yang menyeru kita untuk bertaubat dan kembali kepada Allah swt.Sampai kapan kita menunda dan mengakhirkan taubat? Padahal kematian selalu datang tiba-tiba dan ketika itu tak ada lagi kesempatan untuk menabung amal shalih dan membersihkan diri. Mungkinkah kita menunggu kematian itu? Apa yang kita tunggu, Jika kita tahu bahwa rahmat Allah swt melampaui dosa yang pernah dilakukan oleh orang yang membunuh seratus jiwa. Jika rahmat Allah lebih luas dan tinggi dari dosa seorang pelacur lalu memberi minum seekor anjing karena Allah. Apakah rahmat Allah swt tidak bisa menerima dosa-dosa yang kita lakukan, padahal Dia adalah Rabb Yang telah menyatakan Dirinya dengan sifat Maha Pengampun, Maha Pemaaf, Maha Penerima Taubat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika kita telah mengetahui fakta ampunan yang Allah swt berikan untuk mereka, apakah rahmat Allah menjadi sempit mengampuni dosa-dosa kita? Padahal Allah swt dalam hadits qudsi berfirman, “Jika kalian tidak melakukan dosa, niscaya Allah akan mendatangkan kaum selain kalian, lalu kalian berdosa dan memohon ampun kepada Allah, kemudian Allah swt memberi ampunan kepada mereka.” Perhatikanlah juga bagaimana keluasan rahmat Allah swt dalam hadits qudsi yang lain, “Wahai ibnu Adam,jika dosamu mencapai ketinggian langit kemudian engkau datang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;kepada-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku, Aku ampuni engkau seberapa banyakpun dosamu dan Aku tidak peduli. Wahai Ibnu Adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, niscaya Aku datangi engkau dengan sepenuh bumi ampunan. Wahai Ibnu Adam, jika engkau menyeru dan meminta-Ku,Aku ampuni kesalahanmu dan Aku tidak peduli.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT2137O00;font-size:9pt;"  &gt;(HR.Tur udzi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2137O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Jika kita menganggap Allah swt adalah kekasih kita, ketahuilah bahwa Dia menunggu kedatangan kita hari-hari ini, di bulan ini. Allah swt menanti kita datang dan bersimpuh ke hadapan-Nya. Mari dengarkanlah apa yang difirmankan-Nya, “Jika hamba-Ku mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta. Jika hamba-Ku mendekat kepadaku satu hasta, Aku akan mendekat kepada-Nya satu depa. Jika hamba-Ku mendatangiku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT2137O00;font-size:9pt;"  &gt;(HR.Bukhari) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Perhatikanlah lagi dengan seksama dan mendalam saudaraku. Betapa kasih sayangnya Allah swt kepada kita...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Bahkan, barangkali kita tidak mengetahui keluasan ampunan Allah swt mencakup dosa yang dilakukan berulang-ulang. Dengarlah bagaimana firman Allah swt dalam hadits qudsi. “Seorang hamba melakukan dosa dan mengatakan, “Ya Tuhan aku telah berdosa, ampunilah aku.. ”Maka Allah swt berfirman, “Hamba-Ku mengetahui bahwa dia mempunyai Rabb Yang mengampunkan dosa dan menghitung dosanya. Aku bersaksi pada kalian (para Malaikat) bahwa Aku telah mengampuninya.” Tapi kemudian hamba itu melakukan dosa kembali dan mengatakan seperti yang dikatakannya semula. Maka Allah swt menjawabnya dengan jawaban yang sama. Hingga keempat kali kondisi itu berulang, Allah swt berfirman, “Tulislah oleh kalian (para Malaikat), bagi hamba-Ku ampunan yang tidak pernah hapus. Maka biarkanlah hamba-Ku melakukan apa yang ia inginkan.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT2137O00;font-size:9pt;"  &gt;(HR.Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2137O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Jangan terkejut dulu saudaraku. Karena hadits ini pasti ini bukan sama sekali menganjurkan kita berulang melakukan dosa dan kemaksiatan. Bukan sama sekali meremehkan kadar dosa dan maksiat kepada Allah swt. Tapi hadits ini lebih menerangkan masalah hati yang selalu gelisah atas dosa dan selalu kembali bertaubat atas penyimpangannya. Sedangkan orang yang hatinya tidak tenang dengan dosa dan selalu bertaubat, tidak akan melakukan dosa berulang-ulang. Itulah esensi makna yang dikandung dalam hadits tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT2134O00;font-size:9pt;"  &gt;Hari-hari ini, adalah hari-hari sangat istimewa. Saat pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup. Ketika rahmat Allah swt tercurah luar biasa kepada hamba-hamba-Nya di bulan ini. Bulan yang nilainya tak mungkin terbayar dengan seluruh usia kita di dunia. Mari sama-sama taubat saudaraku. Tengadahkan tangan kita di malam ini. Ketuk pintu rahmat-Nya dan pinta ampunan-Nya. Bayangkanlah, Allah swt begitu bergembira menerima kehadiran kita....&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT213CO00;font-size:9pt;"  &gt;_&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1959997440366706961?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1959997440366706961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1959997440366706961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/sampai-kapan-menunda-taubat-ruhaniyat.html' title='Sampai Kapan Menunda  Taubat?   (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-6489759067262939043</id><published>2010-08-19T11:21:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T11:25:32.975+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Orang Besar (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:20pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kita semua bisa menjadi orang besar. Kita semua bisa seperti para orang tua, para guru, para pejuang, para pahlawan yang telah meninggalkan jejak kehidupannya penuh nilai itu. Kita semua bisa menjadi seperti mereka yang telah melukis perjalanan hidupnya dengan penuh prestasi. Karena sesungguhnya kita mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi seperti mereka. Karena kita sebenarnya mempunyai kemampuan untuk memahat hidup ini dengan sangat indah, seperti yang kita mampu dan kita inginkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ingatlah saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Hidup ini tidak mungkin dan tidak pernah sia-sia, bagaimanapun keadaan kita. Merasa sia-sia dalam hidup adalah salah satu perasaan yang selalu ditumbuhsuburkan oleh syaitan yang ingin kita tidak berkutik, mati, dan tidak mampu melihat banyak kebaikan. Sama saja seperti bisikan jahatnya saat kita merasa sia-sia dan merasa percuma bertaubat kepada Allah lantaran sudah terlampau banyak dosa. Atau merasa percuma melakukan ketaatan karena malu dengan tumpukan dosa yang sudah terlalu banyak dilakukan. Sama dengan perasaan kita tak mempunyai apa-apa yang bisa disumbangkan dalam kehidupan yang baik, lantaran karena keadaan kita sangat jauh lebih buruk dari pada orang lain. Perasaan-perasaan ‘mati’ seperti itulah yang membuat kita takluk dan tidak mampu meraba banyak sekali kebaikan yang Allah berikan di hadapan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Semoga Allah merahmati seorang yang buta dari sahabat Rasulullah saw yang tetap memaksa untuk ikut berjihad bersama Rasulullah. Ketika para sahabat mengatakan, bahwa Allah telah memberi &lt;i style=""&gt;rukhsah &lt;/i&gt;(keringanan) kepadanya untuk tidak berjihad karena kebutaannya, ia dengan tegas hanya mengatakan, “&lt;i style=""&gt;Uriidu an ukatsira sawadal muslimin,” &lt;/i&gt;aku hanya ingin memperbanyak titik hitam pasukan kaum muslimin. Maksud ‘titik hitam’ adalah bayangan kaum muslimin saat mereka dilihat oleh pasukan musuh dari kejauhan. Hanya titik hitam. Sekali lagi, hanya titik hitam. Itulah kemampuannya. Itulah yang benar-benar ia sumbangkan kepada agamanya. Itulah yang kemudian mengangkat derajatnya di mata Allah swt. Itulah tahap prestasi hidupnya yang menjadikan kisah dan peran hidupnya diingat orang lain. Bukan fisiknya dan bukan keadaan lahirnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Maka sebenarnya tak ada keadaan yang bisa menjadi tembok penghalang bagi kita untuk menjadi orang-orang besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Yakinlah saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bahwa bagaimanapun penampakan dan kondisi lahir adalah urusan manusia yang sama sekali tidak menjadi prestasi hidup kita sebenarnya. Dahulu, ketika orang memandang Imam An Nawawi, umumnya mereka akan menduga Imam Nawawi sebagai orang fakir miskin berasal dari desa dan layak diacuhkan. Namun ketika Imam Nawawi mulai bercerita dan menyampaikan ilmunya, orang-orang akan takjub kepadanya, seperti menyaksikan sebuah berlian yang tersingkap di hadapan mereka. Kecerdasannya, sifat zuhud dan takwa yang begitu melekat pada dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tanah yang tampak kotor bisa jadi merupakan tempat tersimpannya bongkahan emas. Hanya saja kita sekarang sering tertipu dan mengikuti arus penilaian keindahan melalui penampilan. Bertepuk tangan dan memuji orang yang berpenampilan bagus dan menutup mata tentang apa yang ada di balik penampilan orang tersebut. Ingin menjadi sosok yang dikagumi karena penampilan dan melupakan apa yang terjadi di balik penampilan yang menarik itu. Padahal berapa banyak orang yang secara lahir begitu mengesankan, namun perasaan orang itu kering, hatinya kusam, pikirannya kalut dan bingung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dengarkanlah dialog yang pernah terjadi antara Umar bin Khattab ra dengan Abu Ubaidah bin Jarrah. Ibnu Syihab bercerita bahwa suatu saat Umar bin Khattab berangkat menuju syam bersama dengan Abu Ubaidah bin Jarrah. Namun mereka terhadang arus sungai. Umar kemudian turun dari untanya, melepaskan alas kaki dan menggantungkannya di bahu. Kemudian ia memegang tali kekang untanya dan menyebrangi sungai itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Melihat hal tersebut, Abu Ubaidah berkata, “Wahai Amirul Mukminin, kenapa engkau melakukan hal itu? Menanggalkan alas kaki dan meletakkannya di atas bahumu lalu engkau berjalan dengan untamu menyebrangi parit itu? Aku kira penduduk tidak akan memuliakanmu karena apa yang engkau lakukan itu.” Umar berkata, “Ya Abu Ubaidah, andai saja bukan engkau yang mengatakan hal itu, niscaya aku akan menghukummu sebagai pelajaran bagi ummat Muhammad. Sesungguhya kita dahulu adalah kaum yang hina lalu Allah memuliakan kita dengan Islam. Andai kita mencari kemuliaan di luar kemuliaan yang Allah berikan, niscaya ia akan menghinakan kita.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kebesaran itulah yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam sebuah nasihatnya. Menurut Ibnul Qayyim, kebesaran dan kemuliaan seseorang diukur dari tingkat shiddiqnya dalam beribadah. “Jadilah engkau orang yang shiddiq dalam beribadah. Jika Allah dab Rasul-Nya ada di satu sisi, berhati-hatilah agar kita tidak berada di sisi yang lain… Jadilah engkau orang yang selalu berada di sisi Allah dan Rasul-Nya berada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; meski seluruh manusia ada di tepi yang berbeda.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam kitab Al Fawa-id, ia menguraikan, kita harus mengantisipasi kondisi bahwa kebanyakan manusia akan berada di sisi yang berbeda dari sisi keberadaan Allah dan Rasul-Nya. “Kebanyakan manusia berada di sisi yang berbeda, apalagi jika kesenagan dan keinginan semakin menguat bisa saja engkau tidak mendapati seorang pun yang berada di sisi keberadaan Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan orang yang berada di sisi Allah dan Rasul-Nya bisa dianggap kurang akal, salah memilih hingga menganggap mereka tidak waras. Seperti itulah warisan perkataan yang ditinggalkan musuh para Rasul.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-6489759067262939043?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6489759067262939043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6489759067262939043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/menjadi-orang-besar-ruhaniyat-tarbawi.html' title='Menjadi Orang Besar (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-641086725372946153</id><published>2010-08-19T11:18:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T11:21:04.204+07:00</updated><title type='text'>Memberi yang Kita  Butuhkan (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:20pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sulit memahami sikap-sikap mulia para sahabat dan salafushalih. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; banyak bentuk pengorbanan yang mereka lakukan untuk kepentingan orang, tapi sangat sukar dicerna oleh logika keduniaan dan kemanusiaan kita. Bayangkanlah apa yang dilakukan seorang sahabat Anshar untuk memuliakan seorang tamu yang sama sekali tidak begitu ia kenal sebelumnya. Ketika suatu hari ada sesorang mendatangi Rasulullah saw namun Rasul tidak memiliki makanan apapun untuk dihidangkan. “Siapa yang bisa memberi hidangan kepadanya?” tanya Rasulullah kepada para sahabatnya. Serta merta seorang sahabat Anshar langsung menyambutnya. “Saya ya Rasulullah,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tahukah kita, bila sebenarnya kondisi sahabat Anshar itu pun tak mempunyai makanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apapun, kecuali makanan untuk anak-anaknya? Karena ketika ia pulang ke rumahnya dan menceritakan masalah itu kepada isterinya. Sang isteri lalu mengatakan lirih, “Kita tidak mempunyai apa-apa untuk tamu itu, kecuali makanan untuk anak kita.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Apa sikap sahabat Anshar yang sulit dicerna oleh logika kita itu? Lihatlah, bagaimana ketulusan sahabat untuk memuliakan sang tamu yang luar biasa. Ia menginstruksikan isterinya untuk menghidangkan apapun makanan yang mereka punya, mematikan lampu rumah dan menidurkan anaknya kelaparan jika bangun ingin makan malam. Saat sang tamu datang, rumahnya gelap dan tuan rumah menawarkan sang tamu untuk makan bersama. Ia sengaja mematikan lampu, agar tampak sepertinya ia mendampingi sang tamu makan pada malam itu. Padahal ia sekeluarga, melewati dingin sepanjang malam tidak makan dan menahan lapar. Ketika Rasulullah saw mendengar sikap sahabat Anshar itu, ia tersenyum dan mengatakan, “Allah swt tertawa pada malam itu. Dia kagum dengan apa yang kalian berdua lakukan itu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bagaimana logika kita memaknai sikap seperti ini saudaraku? Seperti itulah bentuk pengorbanan yang dicontohkan para sahabat &lt;i style=""&gt;radhiallahu anhum.&lt;/i&gt; Kita memang sulit menafsirkan cara berfikir mereka yang mengorbankan kebutuhan pribadi dan keluarga, hanya untuk seorang tamu. Itu karena kita mungkin lebih sering berfikir dengan naluri pertimbangan keduniaan ketimbang pertimbangan keakhiratan. Kita mungkin lebih sering menimbang masalah dari sudut kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam pikiran kita, tapi lebih mengecilkan peran-peran Allah swt. Kita mungkin lebih banyak menggunakan logika soal batas kemampuan kita dalam melakukan ketaatan, padahal Allah swt pasti menyediakan kemampuan manusia untuk melakukan apapun untuk taat kepada-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sikap sahabat Anshar itulah yang kemudian membuat Allah tertawa karena takjub terhadap ketulusan dan kebaikan hamba-Nya. Bayangkanlah, Allah tertawa karena takjub terhadap sikap hamba-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sahabat dari kalangan Anshar memang memiliki banyak keistimewaan, salah satunya adalah sikap mereka yang sangat mementingkan kepentingan orang lain ketimbang diri mereka sendiri. Mereka jalani pengorbanan-pengorbanan besar seperti itu dengan hati lapang, tentram, tenang. Syaikh As-Sadiy &lt;i style=""&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;, dalam tafsirnya mengatakan, “Lebih mengutamakan orang lain, adalah salah satu kelebihan sifat kaum Anshar ketimbang yang lainnya. Kaum Anshar memiliki sifar lebih mendahului orang lain dalam hal harta dan lainnya, padahal mereka sendiri sedang membutuhkannya. Sekalipun mereka dalam tingkat darurat dan mendesak untuk kebutuhan itu.” (Tafsir As Sadiy, &lt;i style=""&gt;Taysir fi Tafsir Kalam Al Manan,&lt;/i&gt; 1025).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Renungkanlah sikap seorang sahabat yang sangat ingin berderma dan membantu orang lain, namun ia tak memiliki harta. Ya Rasulullah, katanya suatu ketika. “Aku benar-benar tidak mempunyai harta untuk disedekahkan pada orang lain. Tapi aku telah bersedekah untuk mereka dengan kehormatanku. Jika ada orang yang memukul atau menuduhku, ia tetap bebas dariku.” Sampai-sampai Rasulullah saw bersabda, “Siapa diantara kalian yang bisa berlaku seperti Abu Dhamdham, maka lakukanlah.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tidak heran jika banyak dianara para sahabat itu yang rela gugur syahid di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; peperangan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang artinya sama dengan menyerahkan nyawa untuk agama dan kemuliaan umatnya. Tidak heran jika salah satu syiar hidup yang mereka jadikan pegangan adalah syair, “&lt;i style=""&gt;In lam yakun bika alayya ghadab, falaa ubaalii.” &lt;/i&gt;“Ya Allah, selama Engkau tidak murka kepadaku, maka apapun yang kualami, aku tidak peduli.” Mereka juga begitu menghayati prinsip hidup sebgaimana bunyi syair, “&lt;i style=""&gt;Idzaa aradta an tas’ada fi asadil akharin,” &lt;/i&gt;“ jika engkau meraih bahagia, bahagiakanlah orang lain.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Merka bisa memilih dan menempatkan sikap yang tepat. Jika mereka menginginkan ridha Allah, maka mereka akan mengabaikan apapun keridhaan yang lainnya yang menghalangi mereka untuk meraih ridha Allah. Jika mereka meraih kebahagiaan akhirat, mereka akan membuang keinginan kebahagiaan semu yang bisa menjauhkannya dari keinginan bahagia di akhirat. Jika mereka ingin menapaki jalan yang bisa mengantarkan mereka pada surga, maka mereka akan menutup semua pintu yang bisa mengarahkannya pada jalan selain surga. Seperti yang pernah dikatakan orang shalih, “Jika manusia takut pada neraka sebagaimana ia takut pada kemiskinan, niscaya ia akan selamat dari keduanya. Kalau ia menginginkan surga sebagaimana ia menginginkan kekayaan, niscaya ia akan mendapatkan keduanya. Dan jika ia takut pada Allah dalam hatinya sebagaimana ia takut pada Allah dalam perilakunya secara lahir, niscaya ia akan bahagia di dunia dan di akhirat.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Mereka adalah orang-orang yang sangat peka pada peran-peran yang harus dilakukannya untuk orang lain. Mereka tetap bisa meraba sesuatu sebagai nikmat Allah swt di saat orang lain menganggap sesuatu itu bukan nikmat Allah swt. Seorang murid dari ulama terkenal, Fudhail bin Iyadh rahimahullah, bercerita, “Aku pernah bersama sorang yang alim, Fudhail bin Iyadh. Suatu ketika ada seseorang yang datang dan meminta uang darinya berulang kali. Aku mengatakan pada orang itu, ‘Pergilah! Jangan ganggu syaikh.’ Tapi Fudhail malah mengatakan, ‘Diamlah, tidakkah engkau tahu bahwa kebutuhan orang kepada kamu itu adalah nikmat Allah kepadamu. Hati-hatilah kalian jika kalian tidak bersyukur terhadap nikmat Allah lalu berubah menjadi bencana. Tidakkah engkau justru memuji Allah karena masih ada orang yang meminta kepadamu?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Coba kita lakukan, ikhlas dan tulus memberi orang lain dengan sesuatu yang kita butuhkan, demi menutupi kebutuhan orang itu. Bagaimana rasanya saudaraku?_&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-641086725372946153?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/641086725372946153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/641086725372946153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/memberi-yang-kita-butuhkan-ruhaniyat.html' title='Memberi yang Kita  Butuhkan (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-4210347017922072975</id><published>2010-08-19T11:03:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T11:10:31.593+07:00</updated><title type='text'>Di Mana Figur  Saudara yang Shalih? (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TTE15869C8O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTC1C6O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTC1C9O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTC1DDO00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:TTE15869C8O00;font-size:24pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;“Dimana figur seorang saudara yang shalih? Saat keluarga jenazah saudaranya yang wafat, sibuk berbagi warisan, menikmati apa yang ditinggalkan. Tapi saudara yang shalih justru menyendiri penuh kesedihan. Menyesal karena sedikit yang telah diberikan untuk saudaranya. Ia mendo’akannya di antara gelap malam. Ia memohonkan ampunan untuknya. Padahal ia sendiri hidup dalam kesulitan.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Ini petikan perkataan seorang ulama yang dikutip penulis kitab &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C9O00;font-size:9pt;"  &gt;Qawa ’id as Salaf adz Dzahabiyah fi al Ukhuwwah al Imaniyah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;. Sebuah kitab yang menuangkan banyak hal tentang prinsip emas hubungan persaudaraan kaum Muslimin generasi terdahulu. Persaudaraan dalam keimanan, kebersamaan di atas jalan Allah, adalah rantai penting yang mampu memperkuat kita mengarungi derasnya permasalahan hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Masih ingat perkataan Hasan Al Bashri saudaraku? Dialah yang mengatakan, dirinya lebih mencintai saudara-saudaranya di jalan Allah ketimbang keluarga dan anak-anaknya. “Keluarga kami mengingatkan kami dengan dunia, sedangkan saudara-saudara kami di jalan Allah mengingatkan kami dengan akhirat,” begitu ujar Hasan Al Bashri &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C9O00;font-size:9pt;"  &gt;rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;. Begitu indahnya zaman itu. Saat kedudukan seorang saudara di jalan Allah menempati kedudukan paling tinggi dalam jiwa. Ketika seorang saudara di jalan Allah lebih diutamakan ketimbang diri sendiri. Di waktu kebaikan untuk seorang saudara lebih sering diharapkan daripada untuk diri sendiri. Sampai-sampai seorang penyair di zaman itu mengukir pentingnya kita untuk bersaudara karena Allah disetiap tempat, di manapun. Katanya, “Saudaramu, saudaramu. Sungguh orang yang tak mempunyai saudara, seperti orang yang berada di tengah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; laga tanpa senjata.” Betapa ingin kita mewujudkan suasana kebersamaan dan persaudaraan di zaman salafushalih ada di antara kita. Allah swt telah merahmati generasi terdahulu dengan nikmat persaudaraan yang begitu indah. Perekatan hati karena Allah. Ikatan batin karena keimanan. Kekuatan yang muncul karena persaudaraan dan kesatuan yang nyaris tak bisa digoyahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Saudaraku di jalan Allah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Lalu, sudah berapa lama kita menginjakkan kaki di jalan ini? Hitung-hitunglah masa sejak awal pertama Allah swt mengkaruniakan kebersamaan untuk kita berjalan di atas jalan Allah ini. Ingat-ingatlah rentang waktu yang telah kita lewati, rangkaian peristiwa yang kita tinggalkan, pernak pernik pengalaman, hingga saat ini ketika kaki kita masih di atas jalan ini. Betapa banyak debu, kesulitan, kepedihan yang ternyata berhasil kita lewati dalam kebersamaan ini. Betapa banyak masa-masa indah dan kesenangan tak tergambarkan dalam kebersamaan kita, di waktu lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Di mana figur saudara shalih di atas jalan Allah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Kita sangat membutuhkan keberadaannya, di tengah zaman “musuh-musuh berebut menyerang, bak berebut memakan makanan di atas piring ”. Kita begitu mendambakan kehadiran suasana persaudaraan yang pernah ada di zaman lalu. Perhatikanlah, di antara syiar-syiar persaudaraan di antara mereka. Mereka yang dengan prestasi amal ibadah dan dakwahnya yang luar biasa, tapi tetap menganggap saudara-saudara mereka lebih baik dan lebih utama dari dirinya. Dahulu, salah satu syiar mereka tercermin dari perkataan Abdurrahman bin Auf &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C9O00;font-size:9pt;"  &gt;radhiallahuanhu &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;ketika ia datang membawa makanan, dan mengatakan, “Mush ’ab bin Umair ra telah terbunuh. Padahal ia orang yang lebih baik dariku. Lalu ia dikafani dengan burdah. Jika ditutup bagian kepalanya, terlihat bagian kakinya. Jika ditutup bagian kakinya terlihat kepalanya. Telah terbunuh Hamzah ra. Dan dia pasti orang yang lebih baik dari diriku. Lalu kini, dunia dibentangkan untuk kita seperti yang kita alami sekarang. Aku khawatir kebaikan-kebaikan untuk kita datangnya dipercepat di dunia...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Setelah itu, Abdurrahman bin Auf ra menangis dan meninggalkan makanannya. Itulah Abdurrahman bin Auf ra. Sosok salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Allah swt. Tapi ia tetap begitu terkesan, begitu menghormati, begitu memuliakan saudara-saudaranya yang lain. Pelajaran sederhana tentang penghormatan kepada sesama saudara Muslim juga diajarkan oleh Imam Bakr bin Abdullah Al Mazni rahimahullah ketika menasihati, “Jika engkau bertemu dengan orang yang usianya lebih tua darimu, katakanlah, orang ini telah lebih dahulu daripadaku dalam hal keimanan dan amal shalih. Ia lebih baik dariku. Jika engkau bertemu dengan orang yang usianya lebih muda darimu, katakanlah, aku telah mendahuluinya dalam dosa dan kesalahan. Jadi, dia lebih baik dariku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Perhatikanlah saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Tak ada satupun dari mereka yang menganggap dirinya lebih mulia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih patut dihormati, lebih layak disegani, lebih bernilai karena ibadah, lebih hebat karena kedudukan, lebih senior karena lebih dahulu masuk Islam, dan semacamnya. Jiwa persaudaraan Islam menyerap ke dalam sanubari dan jiwa mereka, sehingga mereka lebih sering melihat kebaikan saudara-saudaranya, ketimbang keburukannya. Lalu, rasa ketundukan dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C9O00;font-size:9pt;"  &gt;tawadhu ’ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;mereka membuat mereka tetap merasa memiliki banyak kekurangan dibanding saudara-saudara mereka. Dan, dari sikap itulah mereka selalu menjadi lebih baik dan lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Abdullah bin Mas ’ud &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C9O00;font-size:9pt;"  &gt;radhiallahu anhu &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;bahkan diriwayatkan kerap mengungkapkan satu perkataan hingga nyaris dihafal oleh para sahabatnya. Perkataan itu adalah, ungkapan hatinya kepada sahabat-sahabatnya, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C9O00;font-size:9pt;"  &gt;“Antum jalaa-u qalbi ”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;, kalian adalah penyejuk hatiku. Indah dan menyentuh sekali kata-kata Abdullah bin Mas ’ud &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C9O00;font-size:9pt;"  &gt;radhiallahu anhu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;. Ia tokoh sahabat yang disebut Rasulullah saw, sangat memahami Al Quranul Karim. Tapi dia begitu memiliki kenyamanan dan keintiman sendiri dengan saudara-saudaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;Di mana figur saudara-saudara shalih di jalan Allah? Kenapa kita tidak segera mewujudkannya hadir di antara kebersamaan kita?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1DDO00;font-size:9pt;"  &gt;_&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTC1C6O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-4210347017922072975?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/4210347017922072975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/4210347017922072975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/di-mana-figur-saudara-yang-shalih.html' title='Di Mana Figur  Saudara yang Shalih? (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-8273360341104626369</id><published>2010-08-19T11:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T11:02:46.530+07:00</updated><title type='text'>“Aku Ingin Memberi  Kabar Gembira untuk  Keluargaku...” (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TTE2ABAF20O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTE2A7A9A0O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT1F04O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT1F06O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT1F09O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:25pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:25pt;"  &gt;s&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:9pt;"  &gt;audaraku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:9pt;"  &gt;Setiap orang pasti punya harapan. Pasti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memiliki keinginan. Tapi harapan dan keinginan setiap orang, mungkin saja berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perbedaan itu terkait dengan banyak hal. Bisa karena lingkungan tempat orang itu berada, bisa tergantung pada pola pikir yang terbentuk dalam dirinya, juga bisa karena pengaruh orang-orang yang ada di sekitarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:9pt;"  &gt;Maka, bila kita ingin menjawab pertanyaan, “Apa yang menjadi cita-cita terbesar kita dalam hidup ini?”, Jawabannya terkait dengan tiga faktor tadi; lingkungan, pola pikir dan orang-orang sekitar kita. Orang yang secara ekonomi merasa begitu menderita, umumnya bercita-cita ingin menjadi kaya, memiliki rumah besar dan kendaraan. Orang yang sedang sakit dan lama terbaring di atas kasur, umumnya berharap agar penyakitnya sembuh dan ia bisa bebas bergerak lagi, lalu bisa menikmati makanan enak dan tidur nyenyak. Andai kita mengajukan pertanyaan yang sama kepada orang yang hartanya berkecukupan, biasanya ia berharap agar hartanya terus bertambah sampai menjadi orang paling kaya. Meski pada kenyataannya, harapan duniawi itu tak akan pernah membuat orang kenyang dan selalu menjadikan manusia bertambah dahaga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:9pt;"  &gt;Setiap orang, pasti sangat ingin cita-cita dan harapannya menjadi nyata. Tapi, ada sebagian orang yang sudah tidak mungkin lagi berharap keinginan mereka itu terwujud. Mereka tidak mempunyai kesempatan lagi untuk berusaha, berbuat, melakukan sebab apapun untuk bisa mencapai harapan dan cita-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE2A7A9A0O00;font-size:9pt;"  &gt;citanya. Siapakah mereka? Kenapa mereka tak &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;mungkin lagi berupaya menggapai keinginannya? Lalu, mungkinkah kita bisa membantu mereka mewujudkan harapan mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Mereka orang-orang yang sudah pergi meninggal dunia. Mereka, orang-orang yang telah wafat dan dikembalikan ruhnya kepada Allah swt.. ..&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F06O00;font-size:9pt;"  &gt;Laa haula walaa quwwata illaa billaah... &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Tidak ada daya dan kekuatan kecuali Allah...&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Mari kita membicarakan kelompok yang sering dilupakan ini. Agar kita mengetahui bagaimana sebenarnya, keinginan orang-orang yang telah ditentukan tempat akhirnya di surga atau neraka. Mereka orang-orang yang telah menyaksikan para Malaikat, yang telah melihat langsung hal-hal yang semula ghaib,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;yang sudah meyakini hakikat dunia dan hakikat akhirat, yang merasakan detik demi detik penantian sebelum mereka dibangkitkan. Apa saja daftar harapan dan keinginan mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Di antara mereka, ada para shalihiin. Orang-orang yang telah mengisi waktu hidupnya dengan amal-amal shalih. Saat ruhnya dipanggil oleh Allah swt, ia sangat berharap untuk segera dan mempercepat perjalanannya menuju liang kubur. Ia ingin sekali segera menjumpai tempat pemakamannya yang lapangdan menenangkan. Perhatikanlah saudaraku, bagaimana hadits yang disampaikan dari Abi Sa ’id Al Khudri &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F06O00;font-size:9pt;"  &gt;radhiallahu anhu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ketika jenazah diletakkan dan dibawa di atas punggung orang-orang yang memikulnya. Jika ia merupakan jenazah orang shalih, ia akan berkata, “Percepatlah.. percepatlah.. Tapi jika jenazah itu bukan dari golongan orang shalih, ia berkata, “Aduh, kemana mereka akan bawa jenazah ini?” Semua mendengar perkataan itu kecuali manusia. Andai manusia mendengarnya, niscaya ia bisa jatuh pingsan.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F06O00;font-size:9pt;"  &gt;(HR.Bukhari).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F06O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Seperti itu sepintas harapan yang keluar dari orang-orang mati. Dan peristiwanya memang belum berakhir. Harapan-harapan mereka masih terus terungkap. Bagi orang-orang shalih, saat pertama kali dimasukkan ke dalam liang kubur, itu adalah saat pertama memperoleh kabar gembira tentang surga. Ia bahkan telah dikaruniai Allah untuk melihat kedudukannya di surga. Maka, ia sama sekali tak ingin kembali ke dunia. Ia justeru berharap agar hari kebangkitan segera datang dan ia bisa merasakan langsung kenikmatan yang ditunggu-tunggu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Inilah yang disabdakan Rasulullah saw, bahwa ketika seorang mukmin menjawab pertanyaan dua Malaikat di dalam kuburnya, terdengarlah seruan dari langit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Jika hamba-Ku benar, selimutilah ia dengan selimut dari surga, beri pakaian untuknya dengan pakaian dari surga, bukakan di hadapannya pintu menuju surga. Lalu ia bisa mencium wangi dan harumnya surga. Kuburnya akan dijadikan luas sepanjang ia memandang. Ia lalu didatangi seorang yang berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum. Orang itu berkata, “Berbahagialah dengan sesuatu yang akan memudahkanmu .Ini adalah harimu yang telah dijanjikan. ” Si mayit berkata,, “Siapa kamu? Wajahmu adalah wajah yang mendatangkan kebaikan.” Orang itu mengatakan,, “Aku adalah amal shalihmu.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika itulah, si mayit berkata, “Ya Rabb..percepatlah hari kiamat. Ya Rabb...percepatlah hari kiamat .Agar aku bisa bertemu dengan keluarga dan hartaku...” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F06O00;font-size:9pt;"  &gt;(HR.Abu Daud).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F06O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Bukan hanya itu kebahagiaan mereka. Seorang shalih, bahkan sangat ingin kembali ke dunia dan memberitahukan keluarganya yang masih hidup. Perhatikanlah saudaraku, Bagaimana keinginan itu digambarkan dalam hadits Rasulullah saw. “Jika seorang Mukmin melihat keluasan yang diberikan Allah un-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;tuknya di dalam kuburnya, ia mengatakan, “Biarkan aku pergi untuk memberitakan kabar gembira kepada keluargaku.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lalu dikatakanlah kepadanya : “Tenanglah...” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F06O00;font-size:9pt;"  &gt;(HR.Ahmad)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F06O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Rasakanlah getar suka cita dan kebahagiaan yang menyergap perasaan orang-orang shalih itu, saat pertama mereka berada di alam kubur. Mereka, sangat ingin diberi kesempatan bertemu dengan keluarga yang ditinggalkan untuk menyampaikan kebahagiaan yang mereka rasakan. Mereka, merindukan keluarga yang ditinggalkannya agar mengetahui keadaan mereka saat itu. Mereka ingin keluarga yang telah menemaninya hidup dalam keshalihan, turut berbahagia dengan keadaanyang dialaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;Akankah kita akan merasakan kebahagiaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;seperti mereka?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F09O00;font-size:9pt;"  &gt;_&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1F04O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-8273360341104626369?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/8273360341104626369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/8273360341104626369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/aku-ingin-memberi-kabar-gembira-untuk.html' title='“Aku Ingin Memberi  Kabar Gembira untuk  Keluargaku...” (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1295294464921883833</id><published>2010-08-19T10:58:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T11:00:44.687+07:00</updated><title type='text'>Sekarang Juga Berdo’alah (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:20pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Apa yang kita pinta dari Allah swt? Allah itu dekat. Sangat dekat. “Jika hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sdekat. Aku menjawab permintaan orang yang meminta jika ia meminta kepada-Ku…” (QS. Al Baqarah:186). Maka pintalah kepada Allah, karena Dia dekat dan pasti mengabulkan permintaan siapa pun yang meminta kepada-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tiga masalah penting yang dapat kita garis bawahi dari firman Allah itu. Pertama, Allah menisbatkan diri-Nya kepada kita selaku hamba-Nya, dalam kata &lt;i style=""&gt;‘ibaadii’&lt;/i&gt; yang artinya hamba-hamba-Ku. Penyandaran nama Allah pada kita selaku hamba Allah merupakan tanda kedekatan Allah kepada kita. Tanda bahwa Allah begitu sayang dan sangat memperhatikan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kedua, Allah swt berfirman, “Sesungguhnya Aku dekat…” Jawaban itu tanpa perantara. Allah swt seperti menghapus kalimat &lt;i style=""&gt;‘qul lahum´&lt;/i&gt; (katakanlah kepada mereka) yang lazimnya ada setelah kalimat &lt;i style=""&gt;‘wa idza saalaka ibaadii annii’&lt;/i&gt; (jika salah seorang hamba-Ku bertanya tentang Aku). Allah segera menjawab langsung dengan &lt;i style=""&gt;‘fa ‘innii qariib’&lt;/i&gt; (sesungguhnya Aku dekat). Ungkapan seperti ini menandakan bahwa pintu Allah swt selalu terbuka. Allah swt memang dekat bagi siapa saja yang menyeru-Nya. Allah swt Maha Pemaaf terhadap hamba-Nya yang bertaubat kepada-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ketiga, Allah swt segera menyatakan, &lt;i style=""&gt;‘ujiibu da’wata daa’ii idza da’aanii’ &lt;/i&gt;(Aku mengabulkan permohonan jika ia memohon kepada-Ku). Firman Allah swt ini langsung ditegaskan setelah &lt;i style=""&gt;‘fa ‘innii &lt;/i&gt;(sesungguhnya Aku dekat). Artinya, Allah swt tidak memerlukan lagi kalimat ‘Aku mendengarkan pinta mereka’, tapi tanpa jarak langsung mengutarakan ‘Aku mengbulkan permohonan jika ia memohon kepada-Ku.’ Itu sebabnya, Sayyid Quthb rahimahullah menyebut ayat ini dengan kalimat &lt;i style=""&gt;‘aayah ajiibah’ &lt;/i&gt;(firman Allah yang menakjubkan). “Ayat ini menanamkan dalam hati orang beriman, sebuah panggilan yang menyejukkan, penuh kasih sayang dan kedekatan, keridhaan yang menenagkan, kepercayaan penuh, keyakinan yang tinggi…,” tulis Sayyid Quthb dalam kitab &lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Fii Dzilal Al Qur’an.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Allah itu dekat. Allah swt lebih dekat dari sekadar orang tua, suami, isteri, saudara, apalagi teman dan sahabat. Bahkan tidak ada yang lebih dekat kepada diri kita kecuali Allah. Maka optimislah dengan do’a-do’a yang kita penjatkan kepada Allah swt. Karena Allah bisa mengabulkan do’a para nabi, para rasul, para wali-Nya, musuh-musuh-Nya, bahkan iblis sekalipun. Iblis, makhluk Allah yang paling dimurkai, dikabulkan permintaannya kepada Allah swt saat ia meminta penangguhan masa hidupnya hingga hari kebangkitan, untuk menggoda dan menjerumuskan Bani Adam. Tapi pengabulan pinta itu, tidak menyebabkan kedekatan Allah kepada iblis. Yang ada, justru penjauhan dan penambahan kemurkaan kepada iblis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Siapapun yang meminta kepada Allah swt pasti dikabulkan dengan cara yang Allah kehendaki. Pasti. “Berdo’alah kepada Allah, sedangkan kalian yakin bahwa do’a itu pasti akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak menyambut do’a dari hati orang yang lalai,” demikian pesan Rasul saw dalam hadits shahih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saudaraku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengabulan do’a, bukan semata karena kemuliaan orang yang meminta. Allah akan mengabulkan permintaan seorang hamba untuk memenuhi hajatnya, namun belum tentu pengabulan itu berarti Allah swt ridha dan mendekatkan si pendo’a menjadi lebih tunduk dan dekat kepada-Nya. Boleh jadi, pengabulan do’a itu justru menambah jarak antara dirinya dengan Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sementara di kempatan lain, Allah menahan pengabulan do’a seseorang bukan karena Dia tidak ridha dan benci, tapi bisa saja karena kecintaan dan kemuliaan si peminta. Sehingga Allah melindungi, memelihara dan menahan permintaan yang bisa menjerumuskannya pada jurang ketidakridahaan-Nya. Sebagian orang ada yang menyangka Allah tidak kunjung mengabulkan do’a karena Allah tidak mencintai, tidak memuliakan, membiarkan mereka, karena ada orang lain yang dikabulkan do’anya oleh Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berhati-hatilah dari permintaan kepada Allah swt tentang sesuatu yang kita tentukan, tapi tanpa kita mengetahui apa akibatnya, bila pinta itu dikabulkan oleh Allah. Syaikh Khalid Ar Rasyid mengatakan, “Jika kita harus meminta sesuatu yang tertentu, mintalah kepada Allah dengan tetap menggantungkan pinta itu dengan kata-kata ‘kebaikan menurut Allah swt’,” Maksudnya, bukan hanya ‘kebaikan versi kita’. Karena kebaikan versi kita, belum tentu kebaikan menurut Allah. Ada permintaan yang dalam anggapan kita baik, tapi kita tidak pernah tahu hakikatnya jika pinta itu dikabulkan. Hanya Allah swt saja yang Maha Mengetahui yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mari perhatikan nasihat Ibnu Atha tentang rahasia do’a yang baik untuk kita tunaikan. Ia mengatakan, “Do’a itu mempunyai tiang, sayap, sebab dan waktu. Jika tiangnya dibangun, do’a menjadi kokoh. Jika sayapnya tumbuh, do’a akan bisa naik ke atas langit. Jika waktunya terpenuhi, do’a itu akan menang. Jika sebab-sebanya dilaksanakan, do’a itu akan berhasil dikabulkan. Tiang-tiang do’a itu adalah konsentrasi hati, kelembutan, ketenangan, &lt;i style=""&gt;khuyuk &lt;/i&gt;di hadapan Yang Maha Mengetahui yang ghaib. Sayap do’a itu, tulus dan jujur kepada Allah. Waktu do’a itu adalah waktu sahur. Sebab dikabulkannya do’a itu adalah shalawat kepada Rasulullah saw.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tunggu apa lagi saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekarang juga, banyaklah berdo’a dan jangan bosan. Rasulullah saw mengatakan, “Sungguh orang yang paling lemah adalah yang lemah dalam berdo’a.” (Shahih Ibnu Hibban)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sungguh luar biasa kasih sayang dan dekatnya Allah swt kepada kita...._&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1295294464921883833?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1295294464921883833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1295294464921883833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/sekarang-juga-berdoalah-ruhaniyat.html' title='Sekarang Juga Berdo’alah (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7223086693042583519</id><published>2010-08-19T10:55:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T10:58:07.843+07:00</updated><title type='text'>Nasihat yang Menyentak  Kesadaran   (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMULYAD%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:TTE158BE90O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TTE1596F90O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT93BO00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT928O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:TT950O00; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE1596F90O00;font-size:25pt;"  &gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TTE1596F90O00;font-size:9pt;"  &gt;audaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE1596F90O00;font-size:9pt;"  &gt;Dialog yang terjadi dengan orang-orang shalih, selalu penuh nasihat dan bahkan sindiran yang begitu kuat menancap di hati. Seperti pertanyaan yang pernah diajukan seorang shalih bernama Muhammad bin Wasi ’&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;rahimahullah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;kepada orang-orang di sekelilingnya, “Apakah kalian heran, jika kalian melihat seseorang menangis di surga?” Orang--orang yang berada di sekitar Muhammad bin Wasi ’ menja--&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;wab pasti, “Tentu saja kami heran wahai Syaikh.” Lalu Muhammad bin Wasi ’ mengatakan, “Seharusnya kita lebih heran bila melihat seseorang yang masih hidup di dunia, tertawa terbahak, sementara ia belum tahu bagaimana akhir perjalanannya di akhirat kelak...” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Kita, begitu memerlukan dialog-dialog seperti ini. Dialog yang keluar dari lisan seorang shalih, dan langsung menyentak kesadaran. Muhammad bin Wasi ’&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;rahimahullah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;yang mengucapkan nasihat begitu menusuk hati tadi, adalah seorang salafushalih di zaman Tabi ’in yang terkenal karena do ’a-do ’anya sering dikabulkan Allah swt.Ucapannya tadi, begitu menyentak hati kita yang selama ini sering terlena dengan kebahagiaan dan kesenangan dunia, dengan mengabaikan perhitungan bagaimana nasib dan keadaan kita di akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Ketahuilah, bahwa jerat syaitan yang paling berbahaya adalah ketika dunia begitu menguasai hati dan menguras potensi seseorang. Hati yang sudah dijejali oleh dunia, akanmenjadi lunglai, lemah dan tak mampu melakukan perlawanan apapun terhadap arah gelombang bisikan syaitan yang membuat seseorang terombang ambing, tak tentu arah. Dunia yang telah menguasai hati menjadikan seseorang lemah keinginan untuk terbang ke tingkat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;ubudiyah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;yang tinggi. Hati yang terkuasai dunia, menjadi lebih berat, malas, dan terbelenggu oleh kesalahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Jerat syaitan itu bernama &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;ghaflah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;, yang artinya lalai. Berapa sering kita terjerat oleh jebakan syaitan itu? Saat kehidupan begitu menyeret dan menjauhkan kita dari Allah swt. Sedikit demi sedikit. Sejengkal demi sejengkal. Hampir tak terasa. Sampai saat kita tersadar, ternyata kita sudah begitu jauh meninggalkan ketaatan. Ternyata, sudah terlalu jauh jarak yang kita buat antara kita dengan Allah swt. Sudah terlampau lama kita berpura-pura lupa dan melupakan Allah swt. Mungkin, ada sebagian kita yang selanjutnya justru tak mampu lagi untuk kembali. Karena sudah terlalu nikmat merasakan keadaan. Saat kita, tidak bersedih lagi atas kelalaian yang dilakukan. Saat kita, tidak berduka lagi dengan dosa yang berulangkali kita lakukan. Saat kita, tidak lagi menangis dan sama sekali tidak menitikkan air mata atas kemaksiatan dan pembangkangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Itulah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;ghaflah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;, kelalaian. Itulah jerat syaitan yang paling berbahaya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;Ghaflah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;, penyakit yang menjangkiti hati agar hati menjadi rela dengan kondisi yang rendah, tenang dengan kemaksiatan, dan begitu mengikat mata dengan dunia. Tak ada tempat lagi untuk akhirat. Renungkanlah firman Allah, “...Dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak mendapatkan petunjuk.” &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;(QS.An Naml:24)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Mari mendiagnosa hati kita, andai kita terjerat oleh jebakan syaitan yang berbahaya ini. Bertanyalah saudaraku, tentang berapa banyak kita mengingat tentang shalat malam yang kita tinggalkan dalam satu pekan, dalam satu bulan? Bertanyalah saudaraku, tentang berapa kali kita bermuhasabah dan merenungi kesalahan dan dosa, lalu kita bersedih atau menangisinya? Bertanyalah saudaraku, tentang berapa kali kita telah membaca dan mengkhatamkan Al Qur ’an seumur hidup? Berapa banyak kita mengajak dan mendorong keluarga untuk, setidaknya membaca dan mengkhatamkan Al Qur’an? Bertanyalah saudaraku, tentang seberapa rindu kita kepada surga? Bertanyalah saudaraku, tentang berapa banyak kita memikirkan jarak yang membedakan antara hidup hingga titik kematian yang tak pernah kita tahu kapan datangnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Mari bandingkan pertanyaan-pertanyaan itu dengan pertanyaan lain. Bertanyalah saudaraku, tentang berapa sering kita berpikir untuk membeli pakaian dan aksesoris rumah? Bertanyalah saudaraku, tentang berapa banyak kita berpikir untuk mencari pekerjaan tambahan untuk menutupi kebutuhan hidup yang tak pernah ada habisnya? Bertanyalah saudaraku, tentang berapa kali kita mengingat dan menginginkan makanan yang enak dan nikmat? Bertanyalah saudaraku, tentang berapa sering kita memikirkan masa depan dunia kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Bagaimana kita menjawab dan membandingkan antara dua kelompok pertanyaan tadi? Mari buka jerat-jerat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;ghaflah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;yang melilit jiwa dan hati kita. Perhatikan dengan teliti, renungkan dalam-dalam, dosa dan kemaksiatan apa yang kita tinggalkan di hari ini, di hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang telah lalu? Lalu, bekal kebaikan apa yang sudah kita persiapkan untuk hari setelah mati?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;Dengarkanlah lagi, sebuah dialog penuh nasihat dan sindiran yang menyadarkan antara seorang shalih, Hasan Al Bashri, dengan seseorang yang ada di sampingnya. Saat pemakaman jenazah, Hasan Al Bashri &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT93BO00;font-size:9pt;"  &gt;rahimahullah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT928O00;font-size:9pt;"  &gt;bertanya pada seseorang, “Menurutmu, jika dia kembali hidup di dunia, apakah ia akan melakukan amal shalih?” Orang itu menjawab, “Ya, pasti.” Hasan Al Bashri menyambut perkataan itu dengan jawaban, “Jika ia sudah tidak mungkin hidup kembali di dunia untuk melakukan amal shalih, engkaulah yang seharusnya sekarang melakukan amal-amal shalih...”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT950O00;font-size:9pt;"  &gt;_&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7223086693042583519?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7223086693042583519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7223086693042583519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/nasihat-yang-menyentak-kesadaran.html' title='Nasihat yang Menyentak  Kesadaran   (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-6899666903916338628</id><published>2010-08-19T10:51:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T10:55:09.355+07:00</updated><title type='text'>Dengarkanlah  Al-Qur’an darinya….(Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>Suatu saat, mungkin rongga-rongga hati kita terasa sesak oleh gelombang kehidupan. Barangkali, jiwa kita merasakan bosan pada gersangnya keadaan dan kita didera suasana yang memunculkan kesedihan. Maka, mulailah membuka jalan menuju kebahagiaan dengan kalamullah, Al-Qur’an.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Mari perhatikan potongan kata demi kata dalam munajat yang diucapkan Rasulullah saw, “…. Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang jadi milik-Mu yang Engkau namakan dengan diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisi Mu…”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Apa yang Rasulullah minta setelah menguraikan redaksi begitu detail dan dalam tentang kesempurnaan Allah melalui nama dan sifat-Nya yang mulia itu? Rasulullah mengatakan, “… jadikanlah Al-Qur’an yang mulia kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesukaranku dan menhilangkan dukacitaku…”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Renungkanlah do’a itu. Lukiskanlah dalam benak hati kita, bagaimana Rasulullah saw memiliki perasaan yang amat kuat dengan Al-Qur’an terkait dengan kondisi jiwanya. Dalam do’a itu, Rasulullah meminta agar Al-Qur’an menjadi saluran kasih sayang Allah yang berwujud cahaya dalam jiwa, pelipur lar, pengusir kesedihan, dan penyembuh semua ketidaknyamanan yang bersarang dalam hati. Sangat indah sekali, ketika di akhir haditds riwayat Ahmad tersebut Rasul mengatakan, “Tidaklah seorang hamba membaca do’a tersebut melainkan akan Allah hilangkan rasa sedihnya, dan akan menggantikannya dengan kegembiraan.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;Subhanallah… Alhamdulillah… &lt;/i&gt;atas segala rahmat dan kasih sayang Allah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Al-Qur’an mampu memberi pengaruh besar dalam jiwa. Pernkah kita mendengar bagaimana reaksi orang-orang kafir dahulu saat mendengar ayat-ayat Al-Qur’an? Seorang pemuka Quraisy bernama Abdul Walid pernah mendatangi Rasulullah saw untuk menentangnya. Setelah ia puas mencaci maki, Rasulullah saw balik bertanya, “Sudah selesaikah wahai Abdul Walid? Sekarang dengarkanlah dariku,” kata Rasulullah saw dilanjutkan dengan bacaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Fushilat ayat 1 hingga 13. Abdul Walid tiba-tiba meletakkan tangannya di mulut Rasulullah, tanda agar Rasulullah tidak menyempurnakan bacaannya. Ia lalu kembali ke kaumnya dengan kondisi yang berbeda dibandingkan saat ia pergi menemui Rasulullah. Dan ia menyatakan beriman kepada seruan Rasulullah saw.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Mereka begitu tersentuh dan terguncang jiwanya saat mendengar ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka mengatakan Al-Qur’an seperti sihir yang menguasai hati dan jiwa bila didengarkan. Karena khawatir terpengaruh, di antara orang-orang kafir itu bahkan memerintahkan teman-temannya untuk memunculkan kegaduhan bila terdengar bacaan Al-Qur’an. “Dan berkatalah orang-orang kafir, janganlah kalian mendengarkan AlQur’an dan munculkanlah hiruk pikuk (saat pembacaannya), supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS. Fushilat: 12). Seperti itulah sikap orang-orang kafir karena pengaruh yang dimunculkan oleh Al Qur’an dalam jiwa mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ternyata mendengarkan Al Qur’an begitu luar biasa pengaruhnya dalam jiwa. Mendengarkan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an begitu merasuk kedalam hati. Kita menjadi lebih mengerti, mengapa Rasulullah saw pun suka bila dibacakan di hadapannya ayat-ayat Al Qur’an, meskipun ayat-ayat itu turun kepada dirinya. Seperti permintaannya kepada Ibnu Mas’ud&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar dibacakan Al Qur’an, lalu Rasulullah berucap, “cukup…cukup…”,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat Ibnu Mas’ud &lt;i style=""&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; sampai pada ayat 14 &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; An Nisa. Dan mata Rasullah terlihat berlinang air mata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Ibnu Bathal menguraikan penjelasannya dari hadits ini, seperti dikutip dalam Fath Al Bari, “Mungkin Rasulullah lebih suka diperdengarkan Al Qur’an dari orang lain, untuk lebih dapat dirasakan. Atau agar ia lebih dalam &lt;i style=""&gt;mentadabburi&lt;/i&gt; dan memahami isinya. Orang yang mendengarkan Al Qur’an biasanya lebih kuat tadabburnya. Jiwanya lebih serius mengikuti bacaan ketimbang orang yang membacanya, karena disibukkan dengan membaca dan hukum-hukum bacaan.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Saudaraku,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Pengaruh mendengarkan bacaan Al Quran tidak hanya mempengaruhi jiwa dan hati manusia. Karena bacaan Al Qur’an juga sangat mempengaruhi jin. Perhatikan baik-baik apa yang disampaikan Al Qur’an tentang hal ini. “Dan (ingatlah) ketika kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur’an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata, ‘Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)’. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (QS. Al Ahqaf: 29)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Saudaraku, semoga Al Qur’an menjadi cahaya dalam hati kita,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Jika kita ingin mendapatkan keterangan, dengarkanlah bacaan ayat-ayat Al Qur’an. Mintalah seorang saudara untuk membacakan ayat-ayat Al Qur’an. Rasul saw memberi nasehat pendek tentang siapa orang yang bisa memberi pengaruh pada jiwa saat ia membaca Al Qur’an. Suatu ketika ia ditanya, “Siapakah manusia yang paling baik suaranya membaca Al Qur’an dan paling baik bacaannya?” Rasul menjawab, “Yaitu orang yang jika engkau mendengarkannya, engkau lihat dirinya takut kepada Allah swt.” (HR. Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Saudaraku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Jika kita mendapatkan seseorang yang takut kepada Allah, mintalah dirinya untuk membacakan ayat-ayat Al Qur’an untuk kita. Duduklah dihadapannya, konsentrasilah dan renungkah bacaannya. Sesungguhnya, mendengarkan Al Qur’an bisa menjadi saluran energi yang mencerahkan jiwa kita. Itulah salah satu bentuk rahmat Allah swt dari mendengarkan Al Qur’an. Sebagaimana firman-Nya, “Apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf:204)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Dengarkanlah bacaan Al Qur’an dari lisannya. Lalu rasakanlah bagaimana suasana jiwa kita setelah mendengarkannya._&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-6899666903916338628?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6899666903916338628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6899666903916338628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/dengarkanlah-al-quran-darinyaruhaniyat.html' title='Dengarkanlah  Al-Qur’an darinya….(Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-3120068010624664028</id><published>2010-08-19T10:48:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T10:50:52.819+07:00</updated><title type='text'>Berharap Apa Kita,  Saat itu? (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>keinginan dan harapan, bukan hanya milik orang-orang yang masih hidup. Keinginan dan harapan juga milik mereka yang telah mati. Jika Rasulullah saw menjelaskan, keinginan orang-orang shalih di alam kubur, adalah kembali ke keluarga untuk menyampaikan berita gembira, maka keinginan orang-orang durhaka juga ingin dikembalikan hidup di dunia. Namun misi yang mereka inginkan di dunia tidak sama. Meski kedua-duanya juga tak bisa memenuhi keinginan dan harapan mereka. Perbedaannya jelas. Orang-orang shalih, sangat gembira dan ingin menyampaikan kegembiraannya kepada keluarganya di dunia. Tapi orang-orang durhaka, justru dalam suasana duka tak terperi hingga ia ingin dikembalikan ke dunia untuk melakukan amal-amal yang bisa memberinya sejumput pahala dari Allah swt. Mereka banyak menyepelekan hak-hak Allah, melewati hidup dalam kesia-siaan dan kelalaian, menunda-nunda taubat sambil berharap agar usianya terus memanjang. Di dalam kuburlah mereka meratapi amalnya dan menangisi apa yang telah lalu. Dan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; iamenyampaikan harap kepada Allah swt. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE1723678O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE1723678O00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku yang tak pernah luput dari kasih sayang Allah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE1723678O00;font-size:9pt;"  &gt;Ayat-ayat Al Quran dan hadits Rasulullah saw menuturkan kepada kita bagaimana keinginan mereka saat ada di alam akhirat. Salah satu keinginan mereka adalah, keinginan mendirikan shalat, meski hanya dua rakaat. Ini dijelaskan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu yang meriwayatkan hadits Rasulullah saw saat melewati sebuah makam. “Siapakah yang dikubur di sini?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanya Rasul saw. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; sahabat menjawab, “Ini kuburan fulan.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasul saw mengatakan, “Shalat dua rakaat lebih diinginkan oleh penghuni kubur ini ketimbang apa yang tersisa dari dunia kalian.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TTE1723678O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Itulah salah satu puncak keinginan orang yang telah meninggal namun banyak melalaikan Allah. Ia sangat mendambakan ruku dalam dua rakaat shalat. Ia begitu berharap bisa menambah timbangan kebaikannya. Ia menentukan keinginannya secara spesifik untuk memperoleh pahala shalat. Karena ia telah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;melihat langsung apa manfaat shalat. Kemudian menjadi sangat berduka melewati hari-hari tanpa shalat. Ia ingin kembali ke dunia, hanya beberapa detik untuk bisa ruku. Tidak ada keinginan dunia apapun, hanya ingin dua rakaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Harapan dan keinginan lain dari orang-orang yang telah wafat dalam kelalaian adalah, shadaqah. Ya, mereka ingin kembali ke dunia beberapa saat saja untuk bisa bershadaqah. Harapan mereka tercantum dalam firman Allah swt dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Al Munafiqun ayat 10-11: “Berinfaqlah kalian dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian, sebelum datang pada salah seorang kalian dan ia mengatakan: “Ya Tuhan-ku seandainya Engkau tunda kematianku sebentar saja, agar aku bisa bershadaqah dan menjadi orang shalih....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mereka sadar, shadaqah adalah amal yang paling dicintai Allah swt.Shadaqah jugalah yang mampu mematikan kemarahan Allah swt. Mereka ingin kembali hidup, karena mereka tahu nilai shadaqah yang bisa dibanggakan dari amal-amal lainnya. Mereka sudah tahu betapa besar nilai dan pahala shadaqah, dan betapa besar kerugian orang yang melalaikannya. Tapi, lagi-lagi harapan itu tak mungkin membuka kesempatan. Semua telah lewat. Karena itulah mereka memendam keinginan untuk kembali ke dunia dan bershadaqah, lantaran sebelumnya mereka lebih banyak membelanjakan harta untuk kepuasan nafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Keinginan ketiga yang diucapkan oleh orang-orang lalai dan telah wafat adalah, kembali ke dunia untuk menjadi orang-orang shalih. Mereka ingin melakukan amal shalih, taat kepada Allah, berdzikir kepada Allah meskipun satu kalimat. Mereka sangat ingin mengucapkan tasbih meski satu kali, mengeluarkan kalimat tauhid &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1A51O00;font-size:9pt;"  &gt;Laa ilaaha illallah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;meski satu kali. Simaklah bagaimana firman Allah swt tentang harapan mereka, “Sampai ketika salah seorang mereka didatangkan kematian, ia berkata, “Ya Tuhanku kembalikanlah aku untuk bisa beramal shalih terhadap apa yang aku tinggalkan...“ &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1A51O00;font-size:9pt;"  &gt;(QS.Al Muminun :99 -100)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Orang-orang yang telah mati, kesempatan mereka telah habis.Mereka berada di alam yang lain, alam akhirat. Di sanalah mereka mengetahui apa yang mereka terima dari amal-amal mereka di dunia. Di sanalah mereka mengetahui penyesalan tak terkatakan dari menyia-nyiakan waktu. Mereka menyadari bahwa waktu tak mungkin dibeli dengan seluruh harta dunia apapun. Karena itulah mereka sangat mengangankan satu amal shalih sedikit saja untuk bisa mengambil pahala dari amal itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Berpikirlah dan merenunglah tentang perjalanan ini.Sebagaimana inti wasiat Rasulullah tentang hidup dan mati yang terdapat dalam do ’a yang diucapkan setelah kita tidur. “Jika salah seorang kalian bangun dari tidur, katakanlah: “Alhamdulillah yang telah mengembalikan ruhku kepadaku ,menyehatkan tubuh-ku dan mengizinkan aku untuk berdzikir kepada-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1A51O00;font-size:9pt;"  &gt;(HR.Turmudzi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT1A51O00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Suatu saat,bila kita mengiringi janazah atau melakukan ziarah kubur. Diamlah dan jangan banyak bicara. Berhentilah di sisi sebuah kuburan. Resapilah bagaimana kesempitan liang lahat. Bayangkanlah bila kita berada di dalamnya. Tatkala semua pintu tertutup, tak ada tempat berlari,lalu gundukan tanah yang menimbun di atasnya. Tak ada keluarga, tak ada sahabat. Gelap, sunyi senyap dan mengerikan. Tak ada yang bisa kita dapatkan di dalamnya kecuali amal yang kita lakukan. Renungkanlah, berharap apa kita saat itu? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;Mari tanamkan tekad untuk lebih banyak memanfaatkan kesempatan dengan berdzikir pada Allah. Bila tercetus dalam benak dan hati untuk melanggar perintah Allah, ingatlah apa harapan dan keinginan orang-orang yang telah meninggalkan kehidupan ini. Saat kita dibelenggu rasa malas melakukan amal shalih, ingatlah, apa harapan dan keinginan orang-orang yang telah mati. Mereka sangat ingin kembali dan melewati hidup sejenak dalam taat kepada Allah. Segala puji dan syukur hanya untuk Allah swt, karena kita saat ini masih merasakan nikmat hidup. Kita ingin, jika jenak kehidupan ini menjadi penuh nilai dengan memperbanyak ketaatan. Kita pasti berharap, jika rentang perjalanan hidup di dunia ini, jamnya, menitnya, detiknya, adalah ketaatan kepada Allah swt. Sehingga kita bisa berharap kebahagiaandi awal memasuki kesendirian di liang kubur....&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT1A57O00;font-size:9pt;"  &gt;_&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:TT197FO00;font-size:9pt;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-3120068010624664028?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/3120068010624664028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/3120068010624664028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/berharap-apa-kita-saat-itu-ruhaniyat.html' title='Berharap Apa Kita,  Saat itu? (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-2399527237961234948</id><published>2010-08-19T10:47:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T10:48:31.572+07:00</updated><title type='text'>Agar Kesalahan Menjadi  Pintu Kebaikan (RUHANIYAT TARBAWI)</title><content type='html'>Rabi’ bin Hutsaim, seorang tabiin yang terkenal memiliki sikap selalu membersihkan jiwa mengatakan, “Seandainya manusia itu tahu tentang aibnya sendiri niscaya tak ada orang yang akan mencela diri orang lain.” Suatu ketika ia pernah ditanya seorang sahabatnya, “Wahai Abu Yazid –panggilan Rabi’- mengapa engkau tidak pernah mencela orang lain?” Ia menjawab, “Demi Allah, jiwaku saja belum tentu diridhai Allah lalu untuk apa aku mencela orang lain? Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah karena melihat dosa-dosa yang dilakukan oleh orang lain. Tetapi tidak sedikit di antara mereka yang seperti tidak merasakan hal itu dengan dosa yang ia lakukan sendiri.” (Tabaqat Ibnu Sa’ad, 6/168)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Siapa di antara kita yang kuat menahan malu, andai kita tahu daftar kesalahan, kedurhakaan, kemaksiatan, dan pelanggaran yang kita lakukan? Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina yang tiada &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt;, jika saja kita mengetahui catatan perilaku buruk dan dosa yang telah kita lakukan? Hidup yang sudah kita lalui singkat. Dua puluh, tiga puluh, atau empat puluh tahun? Tapi siapa yang kuat menahan penyesalan akibat keburukan dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku, mari perbaharui taubat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mari perbanyak istighfar dan permohonan ampun pada Allah swt. Rasulullah menggambarkan, sebuah dosa seperti noda hitam di dalam hati. Kian banyak noda hitam itu, maka hati menjadi hitam legam, kelam. Sinarnya bukan hanya redup, tapi gelap. Cahayanya tertutup oleh titik-titik noda yang menjadikannya tak mampu lagi memandang dan menimbang kebenaran. “Bila seseorang melepaskan diri dari dosa, beristighfar dan bertaubat, hatinya akan cemerlang seperti semula. Dan bila ia mengulangi perbuatan dosa maka noda hitam itu akan bertambah hingga meliputi hatinya. Allah swt berfirman, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (HR. Turmudzi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mirip dengan hadits dan firman Allah tadi, Hasan Al Bashri menyebutkan bahwa ketaatan itu identik dengan cahaya batin dan kekuatan fisik. “Kebaikan itu memberi cahaya dalam hati, melahirkan kekuatan bagi tubuh. Sementara keburukan akan menggelapkan hati dan melemahkan tubuh, serta mempengaruhi terhadap rezeki,” ujar Hasan Al Bashri. Ia kemudian mengutip sebuaj sabda Rasulullah saw, “Seseorang dihalangi rezekinya karena dosa yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Majah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Meski begitu, kemaksiatan bukan akhir dari segalanya. Melakukan dosa tak berarti kejatuhan yang tak mungkin pelakunya bangkit kembali. Inti pesan yang ingin disampaikan dalam hadits dan perkataan Hasan Al Bashri tadi adakalah , ajakan utnuk mengulang-ulang dan memperbaharui taubat. Iamam Ibnul Qayyim pernah menguraikan panjang, betapa kesalahan dan dosa yuang diperbuat oleh Nabiyullah Adam as hingga ia diturunkan dari surga ke bumi, ternyata membuka banyak hikmah dan karunia Allah kepada Adam dan keturunannya. Dalam kitab Al Fawaid, Ibnul Qayyim menulis bahwa syaitan yang dengki gembira dengan jatuhnya Adam dan Hawa ke lembah dosa dan terpeleset dari surga. Tapi sesunggguhnya keluarnya Adam dan Hawa dari sutga menyebabkan ia melahirkan banyak karunia Allah kepadamanusia karena kemudian lahir anak cucu yang kelak menjadi khalifah di muka bumi. Bahkan ada hadits Rasulullah yang menyebutkan, “Dan demi dzat yang di diriku ada kekuasaan-Nya, jika kalian tak melakukan dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian lalu akan mendatangkan kaum lain yang akan berdosa, kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” (HR. Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ibnul Qayyim setelah itu, memberi komentar sangat indah bahwa ketika Adam dikeluarkan dari surga karena kesalahannya, tidak berarti Allah tidak memperdulikannya. Allah tetap memelihara keturunan Adam dan anak cucunya. Karena selanjutnya Allah pun tetap menjadikan surga untuk Adam dan anak cucunya yang beriman dan taat kepada Allah swt, selama-lamanya. Jadi, dikeluarkannya Adam dari surga seolah hanya sementara waktu untuk menyempurnakan bangunan surga itu sendiri. Sama seperti manusia yang ingin melakukan renovasi tempat tinggal lalu ia harus keluar dari rumah itu sementara dan kembali lagi. Tulis Ibnul Qayyim rahimahullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ibnul Qayyim juga menggarisbawahi bahwa meski dengan segala keutamaan yang Allah berikan kepada Adam, tapi Adam tetap menyadari dan kembali kepada Allah, memohon ampun terhadap kemaksiatan yang dilakukannya. Karena itulah, Nabiyullah Adam as, yang disebutkan dalam Al Qur’an berbunyi, “Ya Rabb kami, kami telah mendzalimi diri kami sendiri dan jika Engkau tidak memberi ampun kepada diri kami niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi….” Kesalahan telah membuat Adam merasakan kedekatan dan ketergantungan luar biasa kepada Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Demikianlah. Kemaksiatan dan dosa, ternyata bisa saja menjadi pintu kebaikan bagi pelakunya. Syaratnya hanya satu, yakni perbaharui taubat. Pintu kebaikan ada di mana saja. Termasuk di hadapan pelaku kemaksiatan. Jangan mencela berlebihan perilaku maksiat yang dilakukan oleh orang lain. Karena mungkin saja di lain kemaksiatan itu ternyata melecut pelakunya untuk melakukan keshalihan yang bisa jadi kita sama sekali tidak mampu melakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tinggalkan kemaksiatan, sesali dosa, perbaharui taubat, jangan biarkan diri hanyut dalam nikmatnya ayunan kesalahan. Ingat saudaraku, jika kita ikhlas, Allah pasti akan menggantikan kenikmatan dosa yang kita tinggalkan dengan sesuatu yang lebih indah dan nikmat sejak di dunia, terlebih di akhirat. Dengarkanlah perkataan yang diucapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ibnu Sirin, seorang tokoh ulama di zaman Tabi’in yang terkenal memiliki kepekaan spiritual di zamannya. Ia mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang meninggalkan suatu keburukan yang ia rasakan nikmat, hanya karena Allah, kecuali ia pasti akan menemukan gantinya dari Allah swt…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Atau perhatikanlah sabda Rasulullah saw, “Barang siapa yang memalingkan pandangan dari sesuatu yang haram, maka Allah akan berikan satu titik cahaya dalam hatinya…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Semoga Allah merahmati hamba yang berkata pada jiwanya, ‘Bukankah kamu telah melakukan ini? Bukankah kamu telah melakukan ini?’ Lalu ia mengikat jiwanya bahkan memukulnya, dan setelah itu ia mengurung jiwanya untuk selalu taat sesuai perintah Allah sampai ia menjadi komando bagi jiwanya dan bukan sebaliknya dikomando oleh nafsunya.” Begitu ucapan Malik bin Dinar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tengadahkan tangan saudaraku, kita sama-sama berdo’a: “Ya Allah, jadikan kondisi rahasiaku lebih baik dari kondisi lahirku. Dan jadikanlah kondisi lahirku itu baik. Jadikanlah batinku lebih baik dari lahirku. Dan jadikanlah lahirku baik. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari menganggap diriku besar, tapi Engkau menganggapku kecil… Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemarahan-Mu.. aku berlindung dengan maaf-Mu dari azab-Mu…._&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-2399527237961234948?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2399527237961234948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2399527237961234948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/agar-kesalahan-menjadi-pintu-kebaikan_19.html' title='Agar Kesalahan Menjadi  Pintu Kebaikan (RUHANIYAT TARBAWI)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-23666497248635998</id><published>2010-08-19T10:47:00.000+07:00</published><updated>2010-08-19T10:48:15.108+07:00</updated><title type='text'>Agar Kesalahan Menjadi  Pintu Kebaikan (RUHANIYAT TARBAWI)</title><content type='html'>Rabi’ bin Hutsaim, seorang tabiin yang terkenal memiliki sikap selalu membersihkan jiwa mengatakan, “Seandainya manusia itu tahu tentang aibnya sendiri niscaya tak ada orang yang akan mencela diri orang lain.” Suatu ketika ia pernah ditanya seorang sahabatnya, “Wahai Abu Yazid –panggilan Rabi’- mengapa engkau tidak pernah mencela orang lain?” Ia menjawab, “Demi Allah, jiwaku saja belum tentu diridhai Allah lalu untuk apa aku mencela orang lain? Sesungguhnya banyak manusia yang takut kepada Allah karena melihat dosa-dosa yang dilakukan oleh orang lain. Tetapi tidak sedikit di antara mereka yang seperti tidak merasakan hal itu dengan dosa yang ia lakukan sendiri.” (Tabaqat Ibnu Sa’ad, 6/168)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Siapa di antara kita yang kuat menahan malu, andai kita tahu daftar kesalahan, kedurhakaan, kemaksiatan, dan pelanggaran yang kita lakukan? Siapa di antara kita yang mampu menahan rasa hina yang tiada &lt;st1:place st="on"&gt;tara&lt;/st1:place&gt;, jika saja kita mengetahui catatan perilaku buruk dan dosa yang telah kita lakukan? Hidup yang sudah kita lalui singkat. Dua puluh, tiga puluh, atau empat puluh tahun? Tapi siapa yang kuat menahan penyesalan akibat keburukan dan dosa yang kerap kita lakukan berulang-ulang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Saudaraku, mari perbaharui taubat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Mari perbanyak istighfar dan permohonan ampun pada Allah swt. Rasulullah menggambarkan, sebuah dosa seperti noda hitam di dalam hati. Kian banyak noda hitam itu, maka hati menjadi hitam legam, kelam. Sinarnya bukan hanya redup, tapi gelap. Cahayanya tertutup oleh titik-titik noda yang menjadikannya tak mampu lagi memandang dan menimbang kebenaran. “Bila seseorang melepaskan diri dari dosa, beristighfar dan bertaubat, hatinya akan cemerlang seperti semula. Dan bila ia mengulangi perbuatan dosa maka noda hitam itu akan bertambah hingga meliputi hatinya. Allah swt berfirman, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (HR. Turmudzi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Mirip dengan hadits dan firman Allah tadi, Hasan Al Bashri menyebutkan bahwa ketaatan itu identik dengan cahaya batin dan kekuatan fisik. “Kebaikan itu memberi cahaya dalam hati, melahirkan kekuatan bagi tubuh. Sementara keburukan akan menggelapkan hati dan melemahkan tubuh, serta mempengaruhi terhadap rezeki,” ujar Hasan Al Bashri. Ia kemudian mengutip sebuaj sabda Rasulullah saw, “Seseorang dihalangi rezekinya karena dosa yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Majah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Meski begitu, kemaksiatan bukan akhir dari segalanya. Melakukan dosa tak berarti kejatuhan yang tak mungkin pelakunya bangkit kembali. Inti pesan yang ingin disampaikan dalam hadits dan perkataan Hasan Al Bashri tadi adakalah , ajakan utnuk mengulang-ulang dan memperbaharui taubat. Iamam Ibnul Qayyim pernah menguraikan panjang, betapa kesalahan dan dosa yuang diperbuat oleh Nabiyullah Adam as hingga ia diturunkan dari surga ke bumi, ternyata membuka banyak hikmah dan karunia Allah kepada Adam dan keturunannya. Dalam kitab Al Fawaid, Ibnul Qayyim menulis bahwa syaitan yang dengki gembira dengan jatuhnya Adam dan Hawa ke lembah dosa dan terpeleset dari surga. Tapi sesunggguhnya keluarnya Adam dan Hawa dari sutga menyebabkan ia melahirkan banyak karunia Allah kepadamanusia karena kemudian lahir anak cucu yang kelak menjadi khalifah di muka bumi. Bahkan ada hadits Rasulullah yang menyebutkan, “Dan demi dzat yang di diriku ada kekuasaan-Nya, jika kalian tak melakukan dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian lalu akan mendatangkan kaum lain yang akan berdosa, kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” (HR. Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Ibnul Qayyim setelah itu, memberi komentar sangat indah bahwa ketika Adam dikeluarkan dari surga karena kesalahannya, tidak berarti Allah tidak memperdulikannya. Allah tetap memelihara keturunan Adam dan anak cucunya. Karena selanjutnya Allah pun tetap menjadikan surga untuk Adam dan anak cucunya yang beriman dan taat kepada Allah swt, selama-lamanya. Jadi, dikeluarkannya Adam dari surga seolah hanya sementara waktu untuk menyempurnakan bangunan surga itu sendiri. Sama seperti manusia yang ingin melakukan renovasi tempat tinggal lalu ia harus keluar dari rumah itu sementara dan kembali lagi. Tulis Ibnul Qayyim rahimahullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Ibnul Qayyim juga menggarisbawahi bahwa meski dengan segala keutamaan yang Allah berikan kepada Adam, tapi Adam tetap menyadari dan kembali kepada Allah, memohon ampun terhadap kemaksiatan yang dilakukannya. Karena itulah, Nabiyullah Adam as, yang disebutkan dalam Al Qur’an berbunyi, “Ya Rabb kami, kami telah mendzalimi diri kami sendiri dan jika Engkau tidak memberi ampun kepada diri kami niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi….” Kesalahan telah membuat Adam merasakan kedekatan dan ketergantungan luar biasa kepada Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Demikianlah. Kemaksiatan dan dosa, ternyata bisa saja menjadi pintu kebaikan bagi pelakunya. Syaratnya hanya satu, yakni perbaharui taubat. Pintu kebaikan ada di mana saja. Termasuk di hadapan pelaku kemaksiatan. Jangan mencela berlebihan perilaku maksiat yang dilakukan oleh orang lain. Karena mungkin saja di lain kemaksiatan itu ternyata melecut pelakunya untuk melakukan keshalihan yang bisa jadi kita sama sekali tidak mampu melakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Tinggalkan kemaksiatan, sesali dosa, perbaharui taubat, jangan biarkan diri hanyut dalam nikmatnya ayunan kesalahan. Ingat saudaraku, jika kita ikhlas, Allah pasti akan menggantikan kenikmatan dosa yang kita tinggalkan dengan sesuatu yang lebih indah dan nikmat sejak di dunia, terlebih di akhirat. Dengarkanlah perkataan yang diucapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ibnu Sirin, seorang tokoh ulama di zaman Tabi’in yang terkenal memiliki kepekaan spiritual di zamannya. Ia mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang meninggalkan suatu keburukan yang ia rasakan nikmat, hanya karena Allah, kecuali ia pasti akan menemukan gantinya dari Allah swt…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Atau perhatikanlah sabda Rasulullah saw, “Barang siapa yang memalingkan pandangan dari sesuatu yang haram, maka Allah akan berikan satu titik cahaya dalam hatinya…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;“Semoga Allah merahmati hamba yang berkata pada jiwanya, ‘Bukankah kamu telah melakukan ini? Bukankah kamu telah melakukan ini?’ Lalu ia mengikat jiwanya bahkan memukulnya, dan setelah itu ia mengurung jiwanya untuk selalu taat sesuai perintah Allah sampai ia menjadi komando bagi jiwanya dan bukan sebaliknya dikomando oleh nafsunya.” Begitu ucapan Malik bin Dinar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Tengadahkan tangan saudaraku, kita sama-sama berdo’a: “Ya Allah, jadikan kondisi rahasiaku lebih baik dari kondisi lahirku. Dan jadikanlah kondisi lahirku itu baik. Jadikanlah batinku lebih baik dari lahirku. Dan jadikanlah lahirku baik. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari menganggap diriku besar, tapi Engkau menganggapku kecil… Ya Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemarahan-Mu.. aku berlindung dengan maaf-Mu dari azab-Mu…._&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-23666497248635998?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/23666497248635998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/23666497248635998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/agar-kesalahan-menjadi-pintu-kebaikan.html' title='Agar Kesalahan Menjadi  Pintu Kebaikan (RUHANIYAT TARBAWI)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-2213084779946453001</id><published>2010-08-19T10:40:00.001+07:00</published><updated>2010-08-19T10:45:41.231+07:00</updated><title type='text'>Wasiat Tak Ternilai (Ruhaniyat Tarbawi)</title><content type='html'>ulama tidak pernah mati. Mereka mungkin mati secara jasad, tapi pemikiran dan gagasannya akan selalu hidup. Merekalah para guru yang telah banyak meninggalkan jejak dan catatan hidup. Mereka orang-orang yang lebih banyak belajar bekerja daripada belajar berbicara. Mereka para ulama yang kejernihan batinnya menjadikan jernih memandang keadaan. Mereka para pewaris Rasulullah yang ketajaman pikirannya membuat penilaiannya tak pernah lepas dari tuntunan Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tidak banyak para pendahulu kita yang memiliki kebaikan-kebaikan seperti itu. Satu di antara yang sedikit itu adalah guru kita Syaikh Ibnul Jauzi rahimahullah. Ia adalah salah satu ulama salaf ahli haditrs, fiqh dan pendidikan yang pandangannya tertuang dalam banyak kitab karyanya. Imam Ibnul Jauzi yang disebut juga dengan Abul Faraj begitu menggugah dalam menasehati, hingga para khalifah banyak menganjurkan rakyatnya untuk mendengar pelajaran dan nasehat dari Ibnul Jauzi. Salah satu kitabnya, &lt;i style=""&gt;Shaidul Khatir&lt;/i&gt;, menyebutkan petikan-petikan pengalaman dan catatan hidupnya yang sangat dalam maknanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bayangkalah bila kita saat ini berada di hadapan Syaikh yang ilmu serta perangainya sangat dihormati itu. Kita ingin menghirup dan menelan sedikit dari pengalamannya yang tertuang dalam kitab &lt;i style=""&gt;Shaidur Khatir.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dalam kitab itu, Ibnul Jauzi berkata pada dirinya: “Suatu ketika, jiwaku mengelabuiku untuk memenuhi keinginan dengan memunculkan penafsiran lintasan pikiran yang keliru. Maka kukatakan pada jiwaku: ‘Demi Allah, hendaknya engkau bersabar. Jika engkau menginginkan sesuatu maka timbanglah hasil sesuatu itu, lalu renungkan apa akibat dan apa manfaatnya. Sedikitkanlah kemungkinan engkau menyesali apa yang engkau perbuat. Jangan sampai pekerjaan itu akan menambah kemarahan Allah dan menjadikan Allah menolakmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Ketahuilah wahai jiwaku, tidak ada sesuatu yang terjadi karena kecerobohan. Timbangan keadilan itu akan bisa menangkap biji yang sangat kecil sekalipun. Renungilah orang-orang yang sudah mati dan yang masih hidup. Lihatlah siapakah orang-orang yang diingat kebaikannya dan keburukannya. Sesungguhnya Allah itu Maha Cepat dalam menghisab.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jangan beranjak dulu. Ikuti lagi pengalaman yang dikatan Syaikh Ibnul Jauzi rahimahullah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Aku pernah tertekan dengan masalah yang menjadikanku selalu dalam kegelisahan. Aku berusaha sekuat tenaga agar terlepas dari jeratan kegelisahan itu. Tapi upaya yang kulakukan itu sia-sia. Lalu aku membaca firman Allah ini: “Dan barang siapa yang bertakwa pada Allah, maka ia akan diberikan jalan keluar dan diberi rizki dari arah yang tidak diduga-duga.” (QS. Ath Thalaq).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Aku mengerti bahwa ketaqwaan merupakan jalan keluar dari seluruh kegelisahan. Maka, selama aku ada di jalan memuwujudkan takwa, pasti kudapati jalan keluar dalam menghadapi masalah apapun. Seorang makhluk tidak boleh menyandarkan diri kecuali pada Allah. Allah-lah yang akan mencukupinya. Seseorang bisa melakukan usaha apapun, akan tetapi hatinya tidak boleh tergantung pada usaha itu. Hati-hatilah melanggar batasan Allah, sehingga engkau menjadi hina di hadapan Allah dan kecil di hadapan makhluk-Nya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Aku menemukan orang yang usianya disumbangkan untuk ilmu hingga ia tua. Tapi ia melanggar larangan Allah. Jadilah ia dihinakan oleh Allah dan dikecilkan oleh makhluk Allah. Mereka tidak menoleh padanya meskipun ia orang yang luas ilmunya, kuat argumentasinya dalam berdebat. Aku juga melihat ada orang yang berhati-hati dan merasa diawasi oleh Allah dalam hidupnya. Ia juga mengutamakan tuntunan Allah meski ia tidak sebanding ilmunya dengan orang alim tadi. Tapi Allah meninggikan kehormatannya dalam hati makhluk-Nya sehingga ia dicintai banyak orang karena kebaikannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Aku pernah mengalami kesulitan dan kepayahan. Kemudian aku perbanyak doa untuk memohon keselamatan dan ketenangan, tapi tampaknya doaku tak kunjung dikabulkan sebagaimana harapanku. Jiwaku gelisah, lalu kukatakan padanya dengan keras: “Celakalah engkau, periksalah keadaanmu. Apakah engkau ini budak atau raja? Tidakkah engkau tahu bahwa dunia adalah tempat ujian? Jika engkau ingin mendapat apa yang kau inginkan kemudian engkau tidak bersabar tatkala engkau belum mencapainya, di manakah ujian hidup itu jadinya? Engkau telah menginginkan sesuatu yang engkau tidak tahu akibatnya. Padahal bisa saja sesuatu itu justru membahayakanmu. Allah berfirman: ‘Bisa saja engkau membenci sesuatu padahal itu baik bagimu dan bisa saja engkau mencintai sesuatu bagimu padahal itu buruk bagimu. Dan Allah yang Maha Mengetahui sedangkan engkau tidak mengetahui.’(QS. Al Baqarah: 216).”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“Aku mengambil manfaat dari pengalaman hidup, bahwa seseorang hendaknya tidak menampakkan permusuhan pada orang lain, sebisa mungkin. Karena seseorang mungkin tidak menyangka bila ia memerlukan orang seperti itu suatu waktu. Jika ternyata kita tidak memerlukan orang itu untuk memberi manfaat bagi kita, setidaknya ia bisa menghindarkan bahaya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saudaraku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Demikianlah petikan pengalaman hidup seorang shalih. Betapa banyak dan dalam makna yang diungkapkan dalam perkataan Imam Ibnul Jauzi rahimahullah. Sungguh inilah wasiat dan peninggalan yang tak ternilai. Inilah sebagian cahaya yang seharusnya kita pegang dalam meniti hidup kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Al Imam Ibnul Jauzi Abu Al Faraj, yang nasabnya terhubung dengan sahabat Rasulullah, Abu Bakar Ash Shiddiq ra, wafat pada malam jum’at 12 Ramadhan 597 H/1201 M pada usianya yang hampir 90 tahun. Ia dimakamkan di Babul Harb, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, dekat makam Imam besar Ahmad bin Hambal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Semoga Allah memberikan balasan padanya karena berbagai ilmu yang ia tinggalkan. Semoga kita diberi kekuatan tekad dan mampu mengikuti jejak salafushalih._&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-2213084779946453001?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2213084779946453001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2213084779946453001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/wasiat-tak-ternilai-ruhaniyat-tarbawi.html' title='Wasiat Tak Ternilai (Ruhaniyat Tarbawi)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-9121875947247035202</id><published>2010-08-14T09:15:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T09:16:48.985+07:00</updated><title type='text'>RAMADHAN HARI KE 2</title><content type='html'>Alhamdulillah, akhirnya tertapaki jua hari kedua Ramadhan. Sudah dua hari ini aku memasak makanan sahur dan berbuka. Sungguh menyenangkan rasanya bisa berbagi dengan orang-orang terdekat walau hanya sekedar memasak nasi, sayur, atau menggoreng, bahkan ketika kutulis catatan ini aku baru saja menyelesaikan memasak beberapa menu makanan untuk berbuka nanti padahal sekarang baru saja jam dua siang. He he he….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semalam sholat tarawih imam dan penceramahnya Ust Drs Mahmud Rahmatullah, tema ceramahnya adalah Hakikat Ibadah Ramadhan.. beliau berpesan agar kita tidak menyamakan bulan ini dengan bulan bulan yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari ini menjelang tengah hari tadi aku mendapat SMS yang isinya antum “kalah”. SMS ini sangat menarik.. oya SMS ini tidak ada ada hubungan dengan bulan Ramadhan tapi menjadi sebuah tema yang menarik untuk mengisi catatan ini..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat, Ramadhan mengajarkan kita untuk menjadi seorang PEMENANG (THE WINNER NOT THE LOSSER). Kemenangan akan kita raih manakala kita bersungguh sungguh atau dengan kata lain bermujahadah atas segala aktifitas keimanan kita. Ramadhan seperti sebuah kompetisi piala dunia yang baru saja berlalu. Dalam perjalanannya ada yang gugur di babak penyisihan, ada yang gugur di babak 16 besar, ada yang gugur di babak 8 besar, perempat final, semi final bahkan ada yang gugur di babak final. Begitulah Ramadhan, ada yang tumbang dalam menahan haus, lapar, ada yang gagal menahan emosi, ada yang gugur karena tak jujur, ada yang tumbang karena bimbang.. dan masih banyak lagi. Terimaksih kepada sahabat yang telah mengingatkan dengan SMS tersebut. Saya bahkan anda sekalipun tak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; mau menjadi orang yang kalah dan terpental dari tarbiyah Ramadhan.. dan anda pasti mau menang? Mau?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagai penutup catatan hari ini ada hadits yang dinukil dari Imam Ahmad bahwa &lt;i style=""&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.; ia berkata : ketika tiba bulan Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda, “ telah dating kepada kalian bulanRamadhan, bulan penuh berkah yang di dalamnya Allah mewajibkan puasa, pintu-pintu surga dibuka, pintu pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapat kebaikannya (Ramadhan), sunggug ia telah merugi (kalah).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jatiasih, Jatirasa, 2 Ramadhan 1431 H/12 Agustus 2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mulyadi Prasetya&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-9121875947247035202?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/9121875947247035202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/9121875947247035202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/ramadhan-hari-ke-2.html' title='RAMADHAN HARI KE 2'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1095404711843342469</id><published>2010-08-14T09:11:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T09:15:48.551+07:00</updated><title type='text'>RAMADHAN HARI PERTAMA</title><content type='html'>Alhamdulillah, betapa bahagianya hati ini tak terkira ketika akhirnya anugrah terindah ini dapat kujumpai jua, dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini adalah sebuah kebagaiaan. Kenapa saya sangat bahagia…?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena bulan ini adalah syahrul mubarak, bahkan bukan hanya itu.. ini adalah nikmat yang sangat besar yang Allah berikan. Mungkin ada diantara sahabat kita, rekan kita, atau mungkin orang terdekat kita yang ramadhan lalu kita masih bersamanya, tapi kali ini meraka sudah tiada (wafat). Allah berikan kesempatan kita untuk senantiasa lebih dekat padaNya.. meraih ampunanNya..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mari sambutlah tamu istimewa ini, satu rentang waktu penuh keutamaan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;30 puluh hari penuh berkah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah, dan akhirnya pembebasan api neraka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;30 hari menempa kesabaran&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dimana siangnya puasa diwajibkan, malamnya qiyamullail disunnahkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;30 hari kebaikan bernilai berlipat ganda&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dimana amalan sunah bernilai wajib, amalan wajib bernilai berlipat ganda 70 kali&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dimana di dalamnya ada satu malam setara dengan 1000 bulan atau 83 tahun&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;30 hari memperkokoh solidaritas&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dimana shaum yang mengasah empati kepada sesame, dengan zakat, infaq dan shodaqoh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dimana berbagi makan berbuka, ifthor, dibalas dengan nilai puasa orang tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sungguh dirangkai semua itu, yang paling didamba, inilah saat…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;30 HARI MENGGAPAI CINTANYA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari pertama sholat tarawih di Masjid Siti Rawani, satu masjid terbesar dan masjid yang indah di daerahku, Jati Asih Bekasi. Sholat taraweh kali ini berbeda dengan satu tahun yang lalu, karena aku hanya berangkat bersama anak pertamaku saja yang baru berumur 4 tahun. Sementara istriku sholat dirumah karena Alhamdulillah Allah sudah mempercayakan kepada kami untuk memiliki dua anak. Jadi kemanapun aku pergi untuk sholat taraweh atau mengisi yah berang berdua dengan putrid pertamaku atau sendiri. Kalau tahu lalu kami itikaf sekeluarga mungkin tahun ini tidak.. aku hanya sendiri atau berdua jua dengan putrid pertamakau…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oya..Imam sholat sekaligus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ceramah qobla Taraweh malam pertama ini diisi oleh KH. DR Abdullah Maky,MA dengan tema OPTIMALISASI IBADAH RAMADHAN. Intinya adalah bulan ini harus dimanfaatkan sebaik baiknya karena Allah telah sediakan pahala yang besar bagi hamba hambaNya yang mau.. yah hanya yang mau saja.. anda MAU? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jatiasih, 1 Ramadhan 1431 H/ 11 Agustus 2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mulyadi Prasetya&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1095404711843342469?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1095404711843342469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1095404711843342469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/ramadhan-hari-pertama.html' title='RAMADHAN HARI PERTAMA'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-5974011485485820095</id><published>2010-08-09T13:07:00.001+07:00</published><updated>2010-08-09T13:09:52.228+07:00</updated><title type='text'>Letter of Love For My Wife</title><content type='html'>Assalamu'alaikum &lt;br /&gt;Sayangku …bagaimana kabar ayang di hari ini, semoga Alloh SWT melimpahkan anugrahNYA untukmu dan anak2 agar sehat selalu, diberikan kekuatan iman dan kesabaran selama jauh dari abi, dan yg paling penting kau semakin cantik lahir batinnya. Jadi istri solehah yah. Aamiiin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang ku…….istri abi yang solehah…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang…..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika seseorang, suami atau istri, mengatakan I love you atau dalam bahasa indonesianya aku mencintaimu. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa hal yang sebenarnya harus difahami oleh seseorang yang bercinta, jika tidak maka cinta yang timbul bukannya cinta suci, tetapi cinta yang ternonai oleh buruknya nafsu, terkotori oleh hinanya syahwat dan teracuni oleh kepentingan-kepentingan syaitoni,,na`adzubillah..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat, Cinta juga dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dilain sisi juga Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kata-kata cinta yang lahir hanya dari bibir dan bukannya dari hati terkadang mampu melumatkan seluruh jiwa raga, tetapi manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak orang yang kecewa saat bercinta, sebenarnya hal tersebut cukup aneh, bahkan sangat membingungkan, bukan kah cinta sebenarnya adalah kekuatan untuk memberi bukan untuk menerima, seorang yang bercinta berarti ia sdh memberi sesuatu kepada aorang yang ia cintai, lantas kenapa harus kecewa, padahal Alloh akan membalas setiap sesuatu yang telah di berikan mahluknya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pepatah mengatakan Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang…Insya Alloh cinta abi kepada ayang tulus iklash karena Alloh, abi hanya berharap kau bisa bahagia bukan dengan abi tetapi dengan jaminan Alloh, abi adalah salah satu kalam saja yang Alloh takdirkan untukmu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dulu saat abi pertama melihatmu, abi tertarik karena “kecantikan” mu, setelah menikah semakin jelaslah “kecantikan”mu, ….&amp;amp; … Setelah sekian lama menikah ternyata semakin nampak pula kecantikan bathin yang ayang miliki, membuat abi semakin yakin, kaulah bidadari abi yang Alloh turunkan dari syurga, untuk menemani tugas dakwah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku..istri abi….senyum donk…serius banget bacanya yah…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tersenyumlah.. ..hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni…mulai hari ini dengan tersenyum yah,,, sayang..jika kita mengawali dengan senyum maka yg lainpun pasti akan tersenyum karena dunia ibarat cermin yg akan mantulkan bayangan kita…,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Biasanya orang akan sulit tersenyum jika ada dengki dihatinya, iri terhadap orang lain atau bahkan benci dengan keberhasilan yang dicapai oleh saudaranya, padahal iri, dengki dan benci yang ia lakukan tidak akan merubah pemberian Alloh kepada orang tersebut, yang ada justru pendengkilah yang semakin tersiksa oleh perasaannya. Bahkan yang paling menyakitkan bagi pendengki adalah amal kebaikannya akan hilang terbakar oleh sifat dengki tersebut, bukankan nabi kita pernak bersabda” Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setiap orang yang hidup di dunia ini adalah sebagai seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman, hartanya adalah titipan. Setiap tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman atau titipan itu haruslah dikembalikan atau akan diambil oleh yang menitipkannya, malang sekali bagi mereka yng mencintai uang dan harta, karena sebenarnya mencintai sesuatu yang mustahil akan selalu bersamanya, bukankah Allah yang akan selalu bersama kita….kalau begitu, cintailah Allah dengan segenap cinta yang ada..Insya Alloh, Alloh tidak akan meninggalkan kita…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang…dalam hidup ini, kita juga harus pandai mensiasati setiap masalah dan kejadian. Karena hal itulah yang akan membuat hidup itu menjadi menyenangkan, ibarat berada ditaman bunga, kekiri mawar, kekanan melati, didepan anggrek, begitu indah dan semerbak mewangi, menambah segarnya kehidupan. Kita tidak akan sanggup mensiasati hidup dengan baik jika kearifan dalam diri ini tidak ada. Maka marilah kita melihat dunia ini dengan kaca-mata kearifan..sebagai contoh adalah perkataan Umar bin khotob : “Ketika kita mengamati semua sahabat, ternyata tidak ada sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saat memikirkan pakaian misalnya, ternyata tidak ada pakaian yang lebih baik daripada pakaian takwa. Atau ketika merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Dan pada saat mencari segala bentuk rezki, sebenanya tidak ada rezki yang lebih baik daripada sabar yang Alloh anugrahkan kepada kita”..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang…..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wahai..qurrotaa`yuni, istri abi, NEI. Sayang tahu engga kenapa abi begitu setia kepada mu, karena kau lah orang yang sdh memberi segalanya untuk abi, abi malu jika abi harus menghianati orang yang mencintai abi karena Alloh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku…istri abi yang abi cintai karena Alloh…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang cinta abi kepadamu dan anak2, walaupun abi menulisnya dengan seribu kata, sebenarnya tidak mewakili hati abi yang sesungguhnya, cinta memang tidak bisa di lukiskan dengan kata, tetapi walau pun diam seribu basa, tetap getarannya akan terasa, mudah-mudahan kau merasakan getaran cinta abi ini, Pepatah mengtakan “Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna utk menjelaskan perasaan.&lt;br /&gt;Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan” Tatapi karena kita seorang yang beriman maka seharusnyalah kita  menerapkan prinsip bahwa cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak teratas, untuk mencintai istri/suami/sesama orang beriman.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku istri abi yang solehah..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika ketiknyamanan atau kegagalan harus menghampiri kita bukan berarti kita harus menyerah, tetapi kita harus mencari jalan lain, kemudian kerjakan lagi, dan kerjakan lagi sampai akhirnya Alloh mengganti dengan keberhasilan. Dan jangan lupa dalam kegagalan itu , pasti ada hikmah yang bisa ambil dan kita harus yakin bahwa kita telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga sekarang kita akan lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memang  diiantara ribuan peluang dan kesempatan, di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan kau gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setiap kegagalan yang dibuat adalah anak tangga menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang di temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan dan kesuksesan. Dan Waktulah yang ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri untuk lebih baik dan bijak&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang, …&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saat kita ingin mencapai cita-cita atau bahkan sesuatu yang menurut akal tidak mungkin, sebenarnya kuncinya adalah kita jangan menghindari yang tidak mungkin kita kerjakan. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,kita akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin kita capai atau kita cita-citakan. Dan salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Selanjutnya&lt;br /&gt;Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang,..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Behati-hatilah dengan kesenangan, seorang budak mengatakan “Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Dan jangan sampai berhenti belajar, karena Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika seorang Ikwan melihat wanita ada bebrapa kemungkinan yaitu;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nafsunya mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akalnya mengatakan wanita&lt;br /&gt;Cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya, dan hatinya mengatakan wanita cantik&lt;br /&gt;atas dasar akhlaknya. Maka kau berbahagialah jika abi menjadi sumi yg beriman, karena ia ibarat mentari yang menyinar, bagai pewangi yang mengharumkan, menjadi pendorong &amp;amp; pembimbing kejalan yg jalan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oh iya sayang …&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sediakanlah sedikit waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, Sediakanlah waktu juga untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan, sediakanlah waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kebaikan, sediakanlah waktu untuk canda karena canda itu akan membuat awet muda dan sediakanlah waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang wanita solehah, ADALAH YANG BERKATA BENAR, DAN BUKANNYA HANYA MEMBENARKAN KATA-KATANYA..wanita solehah sangat didambakan oleh setip laki2 baik oleh yg imannya rendah apalagi oleh yg imannya tinggi..tidak hanya cantik wajah karena pepatah mengatakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku…istri abi yang abi cintai karena Alloh…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebenarnya, “Kekecewaan mengajarkan kita arti kehidupan.Teruskan perjuangan walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup” sehingga menjadi orang yang bijak. Tanda Orang Bijaksana Ialah Hatinya Selalu Berniat Suci;&lt;br /&gt;Lidahnya Selalu Basah Dengan Zikrullah; Matanya Menangis Kerana Penyesalan (Terhadap Dosa); Sabar Terhadap Perkara Yang Dihadapi Dan&lt;br /&gt;Mengutamakan Akhirat Berbanding Dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku.. Ummi Kia&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;WANITA/PEREMPUAN DICIPTAKAN BUKAN DARI TULANG RUSUK ATAS UNTUK MEMERINTAH, BUKAN DARI RUSUK BAWAH UNTUK DIPIJAK, TETAPI TERLETAKNYA RUSUK ITU DI BAGIAN DADA DAN BERDEKATAN DENGAN TANGAN BERMAKNA TANGAN YANG MEMBELAI DAN HATI YANG MEMPUNYAI PERASAAN DAN KASIH SAYANG. Itulah tugas abi untuk menyayangi ayang karena Alloh swt. Dan maafkan abi kalau sampai saat ini abi belum mampu menyayangimu karena Alloh..Padahal Nabi Muhammasd pernah bersabda” Khoirukum-khoirukum li ahli, artinya yg paling baik diantara kamu adalah yg paling baik kepada istrinya.. Maafkan abi yah sayang,,,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku yang abi cintai karena Alloh..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika kau hendak memahami arti kehidupan, barangkali hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia menguji keteguhan iman seseorang. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Malang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bagi mereka yg hanya mengikut kehendak nafsu, hati nurani hilang, sehingga hidup bagai terombang abing gelombang lautan..tidak sanggup menerima kebahagian sehingga menjadi lupa diri atau tdk tahan menerima penderitaan dan pada akhirnya Beatapapun dahsyatnya kebahagian toh akan berkahir, begitu pula betapa hebatnya penderitaan juga akan berakhir,,,kesemuanya akan menjadi masa lalu, yg kelak akan menjadi bahan obrolan saat orang tersebut berada di surga Alloh…smoga keluarga kita merupakan bagian dari penghuni syurga..insya Alloh Aamin…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oh iyah..gimana sayang….sambil tersenyum dong..serius banget…heheh ………Nah gitu seandainya abi melihat ayang, pasti lebih cantik saat tersenyum…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang , abi teruskan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; cintanya yah..smoga kau senang membacanya .. Rosulullah pernah bersabda, diantara cara untuk menumbuhkan persaudaraan/ukhuwwah adalah dengan cara tebarkan salam dan saling memberi hadiah..hadiah itu bukan berupa materi saja bisa juga yang lainya..Misalnya&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada kawan – Kesetiaan&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada musuh – Memafkan&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada Suami – Khidmat/pelayanan yg tulus&lt;br /&gt;Hadiah terbaik ｙang muda – Contoh terbaik/teladan&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada yang tua – Hargai budi mereka dan kesetiaan.&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada pasangan – Cinta dan ketaatan&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada manusia – Kebebasan..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang ..kau masih ingat gak..saat kita berpisah disaat abi akan pergi SLC 2 malam 3 hari…di atas motor abi nangis terus abi selalu terbayang lambaian tanganmu dan Kia yang tulus iklas mencintai abi, terbayang wajah istri yg cantik, yang berharap kepada Alloh agar bisa bertemu kembali, abi tak mungkin lupa saat-saat itu, &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitulah., Sebenarnya dunia ini sangat indah sekali, ada senyum, ada canda, ada tawa, ada tangis, ada pertemuan dan ada perpisahan..sebenaynya bukan senyuman yg kita harapkan, tetapi mari kita membuat dunia ini tersenyum, juga bukan tawa yg di inginkan, tapi mari kita buat dunia ini tertawa, juga bukan canda yg di nantikan tapi bisakan kita bercanda dengan alam ini..atau.juga bukan tangis yang ditakutkan, tapi bisakah kita meliat tangisan orang, sehingga bisa empati kepadanya…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku .. pepatah mengatakan“Usah tangisi akan perpisahan sebaliknya tangisi akan pertemuan. Tanpa pertemuan, maka tiadalah perpisahan” tetapi Alloh sangat mencintai seorang hamba yg berpisah dan bertemunya karena Alloh SWT…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Abi lanjutkan lagi yah..Dunia ini juga ibarat pentas sandiwara. Kita adalah pelakunya. Maka berlomba-lombalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat, cari sahabat sebanyak mungkin, terutama yg akan membatu kita mendekatkan diri kepada Alloh..Kenapa,,? Karena imam ali pernah mengatakan “Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah ada” dan ” Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangku ..NEI…dalam hidup ini kita perlu sekali kesabaran “Ingatlah, sabar itu iman, uang bukanlah teman, dunia hanyalah pinjaman. Misalanya bersabar mengendalikan lisan karena lisanmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikan/melindungimu. Jika orang sdh mampu bersabar makan ia akan menjadi orang yang hebat bahakan Alloh SWT akan siapkan ganjaran yg tak terhingga buat orang2 yang sabar….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Orang yg paling berkuasa adalah orang yg dapat menguasai dirinya sendiri, dan bersabar atas apapun yg terjadi”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayang, masih ingatkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang kau baca saat malam pernikahan kita, evaluasi dari abi adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1, Abi mohon maaf jika abi belum maksimal dalam menjalankan tugas sebagai seorang suami.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Ummi hebat, Alhamdulillah setelah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun menikah kau tak pernah naik ojek, kau lebih memilih jalan kaki. Takzim abi buat ummi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oh iyah sayang sebagai kata penutup dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; cinta ini..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Fikirkan hal-hal yang paling hebat,Dan ayang akan menjadi terhebat.&lt;br /&gt;Tetapkan akal pada hal tertinggi, Dan ayang akan mencapai yang tertinggi.”Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang…Allohuakbar. Allohuakbar. Allohuakbar…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salam sayang, senyum tulus, cium mesra dan peluk hangat dari suami tercinta..  &lt;strong&gt;Wassalamu`alaikum Warohmatullahi wabarokatuh…  &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-5974011485485820095?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/5974011485485820095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/5974011485485820095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/letter-of-love-for-my-wife.html' title='Letter of Love For My Wife'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-6017764701874999212</id><published>2010-08-09T13:04:00.000+07:00</published><updated>2010-08-09T13:06:38.943+07:00</updated><title type='text'>Refleksi 5 Tahun Usia Pernikahan</title><content type='html'>Malam ini, usai kita menunaikan sholat isya berjamaah dalam suasana khusyuk dan tawadhu’, ada berjuta kebahagiaan merekah tak terhitung memenuhi dadaku. Hal ini terutama karena, malam ini, kita memperingati 5 tahun usia pernikahan kita, tanggal 8 Agustus 2005-8 Agustus 2010&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Betapa cepat waktu berlalu. Kita telah melalui masa-masa suka dan duka bersama sebagai pasangan suami istri, yang saling melengkapi, saling menggenapi. Kita tersenyum bersama mengingat masa-masa awal kita bertemu pertama kali dulu serta perjalanan kehidupan pernikahan kita yang penuh dinamika. Indah, lucu, getir dan juga mengesankan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kamu tertawa pelan ketika aku menceritakan kembali bagaimana aku nyasar mencari rumahmu lalu ketika kubertanya pada seseorang ternyata dia kakakmu, juga kegundahanku menjelang pernikahan, bagaimana perjuanganmu ketika melahirkan Dzakiyyah dan Aisyah, cerita kisah ketika aku beraksi menjalankan strategi melampiaskan rasa ngidam-mu ketika hamil anak pertama kita , dan tentu tak lupa aksi-aksi lucu menggemaskan kedua buah cinta kita, Dzakiyyah dan Aisyah. Kisah ketika di malam pernikahan kita kau betapa kagetnya ketika kuberdendang dangdut Bang Haji Rhoma dengan Lagunya Wanita Sholeha setelah kunyanyikan lagu lagu nasyid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada saat yang sama, airmatamu mengalir ketika kuceritakan pengorbanan menggadaikan cincin tunangan di masa awal pernikahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semuanya terangkum dalam rangkaian mozaik indah yang mewarnai seluruh perjalanan cinta kita. Dan kau lihat air mataku jatuh menetes ketika aku bercerita tentang perjuanganmu melahirkan anak anak kita. Kau wanita hebat..&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ya, memang demikianlah, cinta adalah mengalami. Merasakan. Mendalami. Meresapi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika kita menyadari untuk memilih sebagai pasangan hidup dan belahan jiwa, maka disaat yang sama, cinta itu harus senantiasa ikut bersama setiap jejak langkah kaki, sambil menautkan jemari, lalu berjalan bergandengan. Bersama. Aku menjadi bagian dari dirimu, begitupun sebaliknya, Dirimu menjadi bagian tak terpisahkan dari diriku. Ikatan perasaan mutual yang ada dari hubungan kita tumbuh mekar bersama pengalaman menjalani hidup bersamamu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cinta mesti berada pada tataran esensi, bukan sekedar eksistensi, yang dipelihara dan dinikmati setiap detik proses melaluinya. Bahwa dalam perjalanan cinta kerap kali terjadi letupan-letupan yang mengejutkan, kita senantiasa berusaha untuk mampu melerai dan menanggulanginya. Karena kita menempatkan cinta itu tidak sebatas kenangan dan pikiran. Ia adalah bagian dari interaksi antara kita untuk menjaga harmoni. Membuat “bara” nya tetap menyala hangat dalam jagad hati kita masing-masing.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Istriku sayang,&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah 5 tahun berlalu, kita kembali menapak tilas perjalanan cinta kita. Berkaca pada cermin diri dan berjanji bersama untuk tetap berkomitmen memeliharanya secara intens dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku bersyukur kepada Allah SWT menjalani kehdiupan pernikahan yang indah bersamamu dan juga kedua anak kita.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jalan panjang dan terjal terbentang dihadapan kita, istriku sayang. Tapi yakinlah, bersamaku, kita akan melewati semuanya dengan penuh keyakinan dan ketegaran. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menjaga kita dalam menempuh perjalanan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terimakasih telah menjadi istri yang hebat untukku dan ibu yang luar biasa buat kedua anak kita selama ini.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selamat Ulang Tahun Perkawinan ke-5&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aku Mencintaimu Sayang.&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-6017764701874999212?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6017764701874999212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/6017764701874999212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/refleksi-5-tahun-usia-pernikahan.html' title='Refleksi 5 Tahun Usia Pernikahan'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7636275130463858162</id><published>2010-08-09T12:40:00.007+07:00</published><updated>2010-08-09T13:02:44.881+07:00</updated><title type='text'>8 AGUSTUS 2005  (SELAKSA CINTA UNTUK ISTRIKU)</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, kita memujiNya, memohon ampunan dan pertolongan kepadaNya, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan perbuatan perbuatan kita, barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tak ada yang memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku sayang yang cantik dan manis…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mari bersama kita ucapkan syukur kepada Allah dengan tiada henti-henti karena Allah dengan tiada hentinya senantiasa mencurahkan nikmat yang tak terhingga kepada kita..salah satunya dengan dipertemukannya kita dalam sebuah ikatan suci pernikahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Baru saja kita telah laksanakan akad nikah kita, tiada kata yang paling indah yang patut kita ucapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain Subhanallah walhamdulillah Wallahu akbar, Maha Suci Allah yang telah mengizinkan berlangsungnya akad nikah dengan restu orang tua kita dan dengan kesaksian serta do’a dari mereka yang hadir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Allah telah berfirman dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Ar Rum : 21 “ dan diantara tanda tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih dan sayang, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wahai tulang rusukku, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ayat diatas menerangkan tujuan pernikahan yaitu menciptakan ketentraman, saling cinta dan kasih sayang. Ketiganya merupakan tiang kokoh penyangga bangunan rumah tangga dan keluarga. Bila salah satunya tak ada maka akan goyahlah rumah tangga tsb.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku yang manis….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertama : “litaskunu ilaiha” yaitu sakinah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketenangan dan ketentraman, saling cinta dan kasih sayang. Supaya suami tenang dan tentram, setentram Muhammad Rosulullah SAW ketika berada dalam pelukan Siti Khodijah ra. Kewajiban istri berusaha menenangkan dan menentramkan suami, pun demikian sebaliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku, Nina Eka Indriani…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua : “Mawaddah” atau saling mencintai. Saat ini orang yang bernama Mulyadi Prasetya telah menjadi suamimu dan kau telah menjadi istriku, mari bersama kita tumbuhkan bunga bunga cinta dalam hati ini dan dalam bingkai menggapai ridhoNya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku, senyum dulu dong…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cinta itu bersifat subyektif, yaitu untuk kepentingan orang yang mencintai. Namun bukan sekedar cinta. Sebab, kalau hanya cinta, seorang wanita yang mengucapkan “Aku Cinta Padamu” berpuluh kali dalam sehari semalam, kemudian ia mengucapkan itu pada keesokan harinya jangan karena untuk kepentingan diri semata, tapi lebih dari itu karena Allah SWT dan karena ketaatan istri pada suami dan sebelum kau ucapkan itu maka aku ucapkan “aku cinta kamu wahai istriku”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayangku..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk yang ketiga adalah “rahmah” yaitu kasih saying yang bersifat obyektif, yakni kasih saying untuk kepentingan orang yang disayangi. Kasih saying inilah yang harus mejadi landasan cinta, bisa jadi cinta semakin lama semakain berkurang, sedangkan kasih saying semakin kuat dan mantap, cinta hanya mampu bertahan pada saat saat perkawninan masih dianggap baru dan muda sedangkan kasih sayanglah yang mendominasi cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketiga bagunan itulah yang menjadi tujuan perkawinan dalam islam.. I LoveYou Honey…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku yang dirahmati Allah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suami istri tidak akan berada selamanya dalam pelaminan dengan tumpuan dan pandangan dari ratusan pasangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mata, masa masa pemajangan itu hanya sesaat, setelah itu turun dan menanggalkan pakaian kebesaran pengantin untuk kemudian menggantinya dengan pakaian biasa dan menjalani hidup baru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti sekarang kita sudah mengenakan baju biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun yang pasti kita kini telah di WISUDA dengan gelar SI (Suami-Istri). Akibat dari menyandang gelar tersebut maka masing-masing kita mempunyai hak, tugas dan kewajiban. Hak suami adalah kewajiban istri dan hak istri adalah kewajiban istri. Masing masing harus mengetahui, memahami serta melaksanakan hak dan kewajiban tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayangku…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam pelaksanaan tiga hal itulah kita akan selalu dihadapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada 3 kendala ;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kesulitan kesulitan hidup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sukar dihadapi&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Cita cita dan harapan yang tidak tercapai dengan      mudah&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rezeki dan kebutuhan hidup yang kurang mencukupi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika salah satu atau ketiga kendala &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tersebut ada bersama kita, satu-satunya jalan keluar ialah bertaqwa kepada Allah dan bertawakal padaNya. Allah sudah berfirman dalam &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Ath Thalaq ayat 2-3 “ Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan kebutuhanNya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya . Sesungguhnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku sayang…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perkawinan adalah memadukan watak watak yang berbeda, ia adalah perpaduan dua tabiat, sifat, perilaku dan kecenderungan yang berbeda dan kadang-kadang berlawanan atau kontradiktif, sehingga tak jarang memunculkan sikap ketidaksenangan suami dan istri dari hal-hal yang berlainan ini munculah keharmonisan dan kebaikan..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal ini dibenarkan oleh ilmu pengatahuan modern, seorang pakar psikolog berpendapat bahwa suami istri sebaiknya memiliki sifat-sifat dan perilaku yang berbeda-beda dan berlawanan dalam beberapa hal, misalnya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suami dermawan dan muarh hati sedangkan istri      hendaknya bersikap hemat&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suami hendaknya pemberani sedangkan istri hendaknya      penakut&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suami rendag hati, murah senyum dan ceria kepada      siapapun, sedangkan istri bersikap tegas terhadap orang yang bukan      keluarga dan tidak dikenalinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku yang kuncintai karena Allah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bersabda : Innaddunya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kulluha mataa’un wa khoiru mataa’iddunyal maratusholihah/ sesungguhnya seluruh dunia adalah benda(kesenangan) dan sebaik baik kesenangan ialah wanita(istri) yang sholeha. (HR Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku sayang yang kucintai…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang ibu pernah berwasiat kepada putrinya “ Hai putriku, kamu akan berpisah dengan lingkungan tempat kamu dilahirkan dan akan meninggalkan “sarang” tempat kamu dibesarkan untuk berpindah ke “sangkar” yang tidak kamu ketahui isinya dan kepada seorang pendamping yang belu kau “kenal”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dengan kekuasaannya terhadap dirimu, dia menjadi pengawas dan penguasa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wahai putriku…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Camkan pesanku dan tempatkanlah sebagai pusaka dan peringatan.&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bergaulah dengannya atas asas kerelaan&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Musyawarahlah dengan kepatuhan dan ketaatan yang      baik terhadap suami yang akan menjadi pemimpinmu&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Peliharalah apa-apa yang ada dalam jangkauan mata dan      hidungnya, janganlah dia melihat sesuatu yang baruk dari kamu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan hendaknya dia mencium dari kamu      keharuman. Hiasi bola matamu yang indah, dan basuhlah tubuhmu dengan air      yang cukup mengharumkan bila tidak ada wewangian.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jagalah waktu-waktu makan dan ketenangan tidurnya      sebab perihnya lapar dapat mengobarkan amarah dan kurangnya tidur dapat      membangkitkan kejengkelan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Peliharalah rumah, harta benda, diri, kehormatan      dan anak-anaknya. Sesungguhnya menjaga harta benda merupakan suatu      penghargaan yang baik sedangkan menjaga anak-anak adalah kehormatannya dan      itu perbuatan mulia.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Janganlah sekali-kali membocorkan rahasia dan      menentang perintah suami.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jauhilah kegembiraan disaat suami sedang dirundung      kesedihan atau kesusahan, dan janganlah bersifat murung pada saat suami      sedang bergembira sebab yang pertama termasuk kekurangan sedangkan yang      kedua merupakan pengarus suasana&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Muliakan suamimu agar ia memuliakanmu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wahai sahabat sejatiku teman dalam perjalananku…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya orang yang bernama Mulyadi Prasetya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang kini menjadi suamimu yang selalu akan kamu sayangi dan cintai menorehkan harapan harapan pada kertas ini. Harapan harapan ini tak terlalu tinggi agar kita mudah menggapainya, harapan harapan ini juga agar untuk menjadi rambu-rambu agar kau menjadi istri yang sholehah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Harapan-harapan kakak adalah …&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadilah istri yang selalu tampil dengan dandanan yang rapid an indah dihadapan suami, selalu bersih baik badan, pakaian, rumah maupun lingkungan kita, taat dan patuh pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suami tapi bukan dalam bentuk maksiat kepada Allah. Memelihara sendiri anak-anak kita tanpa diasuh oleh siapapun. Mendidik anak dengan akhlak dan keimanan yang baik, jadilah istri yang selalu rela dan puas dengan pemberian suami baik sedikit maupun banyak dan tidak menuntut suami dengan hal-hal yang diluar kemampuanya, jadilah seorang istri yang bijaksana, mengurus rumah tangga dengan baik dan membelanjakan uang pada tempat yang benar, sasaran yang baik dan hal hal yang diperlukan saja. Selalu tersenyum dalam menyambut suami dengan tangn terbuka dan pelukan hangat dengan ucapan yang menyenagkan dan melegakan suami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku sayang…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bergaulah dengan keluarga kakak dengan baik, terutama dengan ibu. Jadilah istri yang menghormati cita rasa suami, menyertai kakak dalam hati nurani dan tenggang rasa, berhati-hati dalam melontarkan perkataan jangan sampai menyinggung dan melukai perasaan suami, memberi kesan isyarat cinta kasih dan sayang meskipun basa basi demi memperkokoh kelestarian ikatan pernikahan dan perkawinan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayang…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadilah seorang istri yang pandai bersyukur terhadap kebaikan suami, Insya Allah hal ini akan semakin menimbulkan cinta suami dan mendorongnya untuk berbuat kebaikan lebih banyak lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;cintaku, permaisuriku, bidadariku, manisku, cantikku, rembulan cintaku, bintang kejoraku, matahariku, pelangi hatiku, melatiku, peri cantikku, mahadewiku, my sweety, my honey, my edelweiss, my heart, my love,  i just wanna say i love u. jagalah selalu kelemah lembutanmu dan juga kehalusanmu yang merupakan cirri kewanitaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan kecantikan jiwa/ jamalur ruh. Kecantikan wajah dan keindahan tubut but kecantikan jiawa akan tetap lestari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sayang….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Itu adalah harapan harapan kakak sebagai suamimu dan bukan hanya sebuah harapan semata tapi lebih daripada itu semoga ukhti sudah memiliki itu, jika belum… mari besama kita wujudkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untukmu…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kakak akan berusaha menjadi suami yang memiliki kelebihan dalam hal kebenaran dan kejujuran. Kakak akan senantiasa menjadi suami yang senang bersenda gurau, ramah padamu, selalu tersenyum indah dihadapanmu dan dihiasi dengan kesabaran yang kau harapkan, memberi istri hak untuk hhiburan, kesenangan yang wajar, rekreasi, dan obrolan malam sebelum kita terlelap dalam mimpi mimpi indah kita, kakak akan selalu menemani kemanapun kau pergi, mengantarkan kau ke majlis ilmu, resepsi pernikahan sahabatmu, mengajar, dan aku akan selalu siap menjemputmu dimanapun kau beraktifitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga kau belum mengantuk sayang… masih kuat &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; meneruskan membaca &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; suamimu ini? Afwan jika &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kakak ini menyita waktu padahal kau lelah setelah menerima tamu dari siang sampai malam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kakak sebagai suamimu akan senantiasa bersikap sabar atas segala yang terjadi, tidak mencari-cari kesalahan istri. Kakak akan bertanggung jawab dan membuang jauh jauh kata cerai..Insya Allah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kakak, Insya Allah akan bersikap bijaksana, lembut dan beradab, selalu berbicara dengan sopan, memberi nafkah dengan baik, kakak akan selalu tampil indah dihadapanmu. Itu adalah cita cita kakak guna menjadi suami yang bisa kau banggakan, bisa menjadi seorang pemimpin yang kau idamkam.. baca deh &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt; At Taghaabun ayat 14, jika sudah dibaca lanjut yu baca &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kakak..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud dengan “menjadi musuh bagimu” ialah kadang-kadang istri atau anak dapat menjerusmuskan keluarganya khususnya dalam hal ini suami hingga akhirnya melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan islam sehingga merugi dunia dan merugi dalam urusan akhiratnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku sayang…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadikanlah da’wah sebagai panglima dalam rumah tangga kita, karena da’wah adalah sebuah kemestian. Jika suamimu pergi untuk urusan da’wah maka ringankanlah langkahnya, Insya Allah, Allah akan menjagamu. Istri adalah penyemangat suami manakala suami dengan segala keadaan dan kondisi sedang lemah, istri adalah penghibur suami disaat suami sedang lara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istri yang kucintai…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Da’wah ditempat tinggalmu butuh energi yang sangat besar, maka janganlah sampai lemah dalam tarbiyah, karena banyak hal harus kita perjuangkan bersama di bumi kranggan. Ingatkan pada saat kita ta’aruf.. kakak layangkan sebuah pertanyaan tentang bagaimana pendapatmu tentang da’wah dan tarbiyatunnafs…lalu kau menjawab “da’wah harus terus berjalan dan tarbiyah adalah sebuah sarana menebar da’wah. Tak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kutinggalkan tarbiyah dalam perahu da’wah” mendengar jawaban tersebut kakak waktu senang sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istriku sayang…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kakak akan senantiasa mengantarkanmu kemanapun kau pergi dan senantiasa menjemputmu, kesekolah tempatmu mengajar, ke acara pernikahan sahabatmu, lebih lebih ke acara halaqoh tarbawiyah.. Kakak tidak dapat mengantarkanmu atau menjemputmu jika ada keperluan yang syar’i.. namun kakak akan selalu prioritaskan dirimu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kakak akan selalu memberi semangat kepadamu dan sebaliknya senantiasa motivasi kakak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wahai sahabat sejatiku, teman dalam perjalanan panjangku, itu saja dari kakak, setelah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini selesai kau baca tolong SMS kakak. Kakak akan menemuimu di kamar ini dan berdiskusi tentang isi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini. OK&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wassalamu’alaikum…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suamimu,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mulyadi Prasetya&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7636275130463858162?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7636275130463858162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7636275130463858162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/8-agustus-2005-selaksa-cinta-untuk.html' title='8 AGUSTUS 2005  (SELAKSA CINTA UNTUK ISTRIKU)'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-2563704248022536042</id><published>2010-08-02T09:15:00.002+07:00</published><updated>2010-08-02T09:18:38.318+07:00</updated><title type='text'>Ungkapan Cinta Untuk Sahabat</title><content type='html'>&lt;div id="post-26" class="post-26 post type-post hentry category-uncategorized entry"&gt;                                                                &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Assalamu`alaikum warohmatullohi Wabarokatuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Bismillahirrohmanirrohim…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sahabatku …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;bagaimana kabarnya di &lt;span class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;hari ini&lt;/span&gt;,  semoga sehat selalu yah &amp;amp; diiberikan kekuatan oleh Alloh SWT, untuk  mengabdi, memulyakan dan berkarya di bumi ciptaanya ini…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sahabat  ada kerinduan yang menbuncah dalam diri ini, ada keinginan yang semakin  memuncak untuk berjumpa dengan sahabat2 semua sekedar ingin menyapa dan  menyampaikan ungkapan bahwa kita semua bersaudara, mari saling  mencintai dan berkasih sayang karena Alloh. Sahabat sungguh indah dunia  ini seandainya kita bisa bersahabat semuanya, tidak ada permusuhan, sepi  dengan caci maki, jauh dari kebencian, bergandeng tangan, bahu membahu  meraih bahagia bersama..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sahabatku…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Imam  Ali ra, bernah berkata “Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau  mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg  mensia-siakan sahabat yg telah ada” dan ” Perkataan sahabat yg jujur  lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sahabat…..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Hiasilah kehidupan ini dengan senyuman karena ia melambangkan kehidupan yang harmoni…mulai hari ini dengan tersenyum yah,,, &lt;em&gt;jika  kita mengawali dengan senyum maka yg lainpun pasti akan tersenyum  karena dunia ibarat cermin yg akan mantulkan bayangan kita…,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Ketika seorang Ikwan/laki-laki melihat wanita ada beberapa kemungkinan yaitu;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Nafsunya mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya, akalnya mengatakan wanita&lt;br /&gt;Cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya, dan hatinya mengatakan wanita cantik&lt;br /&gt;atas dasar akhlaknya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Oh iya sahabatku …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sediakanlah  sedikit waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, Sediakanlah  waktu juga untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan,  sediakanlah waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kebaikan,  sediakanlah waktu untuk canda karena canda itu akan membuat awet muda  dan sediakanlah &lt;strong&gt;banyak waktu&lt;/strong&gt; beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Seorang  wanita/laki-laki solehah/soleh, ADALAH YANG BERKATA BENAR, DAN BUKANNYA  HANYA MEMBENARKAN KATA-KATANYA..wanita/laki2 solehah/soleh sangat  didambakan oleh setip laki2/wanita baik oleh yg imannya rendah apalagi  oleh yg imannya tinggi..tidak hanya cantik/tampan wajah karena pepatah  mengatakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;“Wanita/laki2  yang cantik/tampan tanpa pribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang  bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;sahabatkku…karena Alloh…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Mungkin anda pernah mengalami kekecewaan dalam hidup ini, entah dengan siapa, dengan orang lain bahkan dengan diri anda sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sebenarnya,  “Kekecewaan mengajarkan kita arti kehidupan.Teruskan perjuangan  walaupun terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup”  sehingga menjadi orang yang bijak. &lt;span class="yshortcuts"&gt;Tanda&lt;/span&gt; Orang Bijaksana Ialah Hatinya Selalu Berniat &lt;span class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;Suci&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;Lidahnya Selalu Basah Dengan Zikrullah; Matanya Menangis Kerana Penyesalan (Terhadap Dosa); &lt;span class="yshortcuts"&gt;Sabar&lt;/span&gt; Terhadap Perkara Yang Dihadapi Dan Mengutamakan Akhirat Berbanding Dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sahabatku.. ….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Ketika engkau  hendak memahami arti kehidupan hidup, barangkali hidup adalah gabungan  antara bahagia dan derita. Ia menguji keteguhan iman seseorang. &lt;span class="yshortcuts"&gt;Malang&lt;/span&gt;  bagi mereka yg hanya mengikut kehendak nafsu, hati nurani hilang,  sihingga hidup bagai terombang abing gelombang lautan..tidak sanggup  menerima kebahagian sehingga menjadi lupa diri atau tdk tahan menerima  penderitaan dan pada akhirnya Beatapapun dahsyatnya kebahagian toh akan  berkahir, begitu pula betapa hebatnya penderitaan juga akan  berakhir,,,kesemuanya akan menjadi masa lalu, yg kelak akan menjadi  bahan obrolan saat orang tersebut berada di surga Alloh…smoga kita  merupakan bagian dari penghuni syurga..insya Alloh Aamin…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Oh iyah..gimana sahabat….sambil tersenyum dong..serius banget…heheh &lt;img src="http://mail.yimg.com/a/i/mesg/tsmileys2/01.gif" alt="" /&gt;………&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Nah gitu seandainya saya melihat wajah sahabat , pasti akan lebih cantik/tampan saat tersenyum…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sahabat , saya  teruskanyah  ungkapan jiwa inilah..smoga berkenan membacanya ..dan jika  isinya dipandang baik, sahabat boleh teruskan membacanya, tetapi jika  tdk berkenan semoga Alloh memafkan saya yang telah berani mengirim  ungkapan jiwa ini ke email sahabat. dan sekaligus saya mohon dimaafkan  atas kelancangan ini…..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Rosulullah  pernah bersabda, diatara cara untuk menumbuhkan persaudaraan/ukhuah  adalan dengan cara tebarkan salam dan saling memberi hadiah..hadiah itu  bukan berupa materi saja bisa juga yang lainya..Misalnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;&lt;span class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;Hadiah&lt;/span&gt; terbaik Kepada kawan – Kesetiaan&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada musuh – Memafkan&lt;br /&gt;Hadiah terbaik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;ｙ&lt;span lang="IN"&gt;ang muda – Contoh terbaik/teladan&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada yang tua – Hargai budi mereka dan kesetiaan.&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada pasangan – &lt;span class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204);"&gt;Cinta&lt;/span&gt; dan ketaatan&lt;br /&gt;Hadiah terbaik Kepada manusia – Kebebasan..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sahabatku….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sebenarnya  dunia ini sangat indah sekali, ada senyum, ada canda, ada tawa, ada  tangis, ada pertemuan dan ada perpisahan..sebenarnya bukan senyuman yg  kita harapkan, tetapi mari kita membuat dunia ini tersenyum, juga bukan  tawa yg di inginkan, tapi mari kita buat dunia ini tertawa, juga bukan  canda yg di nantikan tapi bisakan kita bercanda dengan alam  ini..atau.juga bukan tangis yang ditakutkan, tapi bisakah kita meliat  tangisan orang, sehingga bisa empati kepadanya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sahabatku .. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Dalam  hidup ini kita perlu sekali kesabaran “Ingatlah, sabar itu iman, uang  bukanlah teman, dunia hanyalah pinjaman. Mislanya bersabar  mengendalikan lisan karena lisanmu adalah bentengmu, jika engkau  menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia  tidak akan mempedulikan/melindungimu. Jika orang sdh mampu bersabar  makan ia akan menjadi orang yang hebat bahkan Alloh SWT akan siapkan  ganjaran yg tak terhingga buat orang2 yang sabar….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;“Orang yg paling berkuasa adalah orang yg dapat menguasai dirinya sendiri, dan bersabar atas apapun yg terjadi”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sebagai kata penutup dalam ungkapan jiwa ini..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;“Fikirkan hal-hal yang paling hebat,Dan anda akan menjadi terhebat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Tetapkan akal pada hal tertinggi, Dan anda akan mencapai yang tertinggi.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Allohuakbar. Allohuakbar. Allohuakbar…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Sampai ungkapan JIWA berikutnya….&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;Salam sayang dan cinta karena Alloh, s&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;enyum tulus iklas diatas bahagia,.Semoga bahagia bisa kita raih bersama”. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="background: none repeat scroll 0% 0% white; text-align: left; margin: 9.95pt 0pt;" align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;&lt;strong&gt;Wassalamu`alaikum Warohmatullahi wabarokatuh..&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-2563704248022536042?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2563704248022536042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2563704248022536042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/08/ungkapan-cinta-untuk-sahabat.html' title='Ungkapan Cinta Untuk Sahabat'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1617406322040060206</id><published>2010-07-29T12:43:00.001+07:00</published><updated>2010-07-29T12:49:41.527+07:00</updated><title type='text'>Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U4fZ3h-GP64/TFEWLDLakQI/AAAAAAAAAI8/nI95AuOx7ec/s1600/IMSAKIYAH11.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 307px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U4fZ3h-GP64/TFEWLDLakQI/AAAAAAAAAI8/nI95AuOx7ec/s400/IMSAKIYAH11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499200999083643138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1617406322040060206?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1617406322040060206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1617406322040060206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/jadwal-imsakiyah-ramadhan-1431-h.html' title='Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1431 H'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U4fZ3h-GP64/TFEWLDLakQI/AAAAAAAAAI8/nI95AuOx7ec/s72-c/IMSAKIYAH11.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-4406209910879549281</id><published>2010-07-28T10:59:00.000+07:00</published><updated>2010-07-28T11:00:40.725+07:00</updated><title type='text'>Untukmu</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Untuk seseorang yang memiliki cinta yang tak terbatas untukku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimatamu aku adalah sosok yang sempurna. Dengan segala kekuranganku  cintamu tak pernah pudar. Kepercayaan dan kasihmu selalu kau berikan  untukku. Apapun aku, seperti apapun diriku, wajahku, bentuk tubuhku tapi  cintamu selalu hadir buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, terima kasih atas segala cinta yang engkau miliki. Maafkan jika aku sering salah berucap lupa bermaaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, doakan aku selalu bisa jadi yang terbaik untukmu. Hari ini, esok  dan selamanya.Aku ingin cinta kita selalu diridhai oleh Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, aku cinta kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/S_tPlHDbxLI/AAAAAAAAAxY/EFhwmo_zYio/s1600/I-love-you%5B1%5D.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/S_tPlHDbxLI/AAAAAAAAAxY/EFhwmo_zYio/s320/I-love-you%5B1%5D.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-4406209910879549281?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/4406209910879549281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/4406209910879549281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/untukmu.html' title='Untukmu'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/S_tPlHDbxLI/AAAAAAAAAxY/EFhwmo_zYio/s72-c/I-love-you%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7113657150185954989</id><published>2010-07-28T10:54:00.000+07:00</published><updated>2010-07-28T10:55:36.704+07:00</updated><title type='text'>Karena engkau adalah SAUDARAKU</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/TBG8L-y36MI/AAAAAAAAA0o/6Sv11PkEA-w/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/TBG8L-y36MI/AAAAAAAAA0o/6Sv11PkEA-w/s200/images.jpg" border="0" width="200" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Apa jadinya jika kamu tahu kalau kamu dilahirkan untuk melengkapi organ tubuh saudaramu yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Anna, gadis kecil berusia 11 tahun yang dilahirkan dari hasil in  vitro fertilization (bayi tabung) Anna diciptakan sesuai dengan genetik  kakak perempuannya yang bernama kate. Kate adalah penderita leukemia  akut. Jadi Anna dilahirkan untuk diambil organ tubuhnya demi sang kakak.&lt;br /&gt;Anna tidak terima, kemudian dia mengajukan gugatan kepada kedua orang  tuanya. Gugatannya adalah emansipasi medis dan hak atas tubuhnya  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diatas adalah potongan cerita dari sebuah film my sister keeper.  Film yang diproduksi tahun 2009 menampilkan akting cantik dari Abigail  Breslin, Sofia Vassilieva, Cameron Diaz dan Alec Baldwin. Sebenarnya  Dakota Fanning pernah ditawari membintangi film ini, tapi dia menolak  untuk mencukur habis rambutnya sampe plontos demi peran gadis penderita  kanker darah. Aku lagi ngebayangin kalau Dakota yang meranin tokoh Kate,  mungkin hasilnya akan lebih luar biasa. Karena aku suka banget ma  akting Dakota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari cerita ini diluar perkiraanku. Ternyata ikatan darah sesama  saudara begitu kuat dan tidak bisa dipisahkan oleh rasa keegosian  semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kita memang milik kita, namun sejatinya Dia lah sang pemilik  segalanya. Apapun yang dilakukan Alex dan Sara (kedua orang tua Anna dan  Kate) hanyalah sebuah usaha. Penentuan adalah dari Nya. Aku salut  dengan usaha keras mereka memperjuangkan kehidupan anak perempuannya.  Namun mengapa mereka justru mengorbankan anaknya yang lain, walaupun si  anak adalah hasil proses bayi tabung, namun dia tetap buah hati mereka  juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lumbunghati.com&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7113657150185954989?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7113657150185954989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7113657150185954989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/karena-engkau-adalah-saudaraku.html' title='Karena engkau adalah SAUDARAKU'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/TBG8L-y36MI/AAAAAAAAA0o/6Sv11PkEA-w/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1233342380424473411</id><published>2010-07-28T10:51:00.000+07:00</published><updated>2010-07-28T10:53:07.677+07:00</updated><title type='text'>Aku sayang kamu SAHABAT</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/TCHFeg_4ruI/AAAAAAAAA04/RvZr8IWoJhQ/s1600/bestfriend_300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/TCHFeg_4ruI/AAAAAAAAA04/RvZr8IWoJhQ/s320/bestfriend_300.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Manakala  hidupmu tampak susah untuk dijalani ... manakala 24 jam sehari terasa  masih kurang ...  ingatlah akan toples mayones dan dua cangkir kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat  dan mempunyai  beberapa barang di depan mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan  sepatah kata, dia mengambil sebuah toples kosong mayones yang besar dan  mulai mengisi dengan bola-bola golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka menyetujuinya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam  toples.  Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk,  mengisi  tempat yang kosong di antara bola-bola golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia bertanya pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh.  Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam  toples ...  Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya.  Profesor  sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh&lt;br /&gt;Para murid dengan suara bulat berkata, "Yes"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan  menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan  kosong di antara pasir.&lt;br /&gt;Para murid tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting, Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka,  maka hidupmu masih tetap penuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasir adalah hal-hal yang lainnya -- hal-hal yang sepele."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut  profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun  untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak  akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beri perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bermainlah dengan anak-anakmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Luangkan waktu untuk check up kesehatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf. Hal-hal yang  benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus  pasir-nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kopi mewakili apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya senang kamu bertanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah  begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama  sahabat...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;My Note: sederhana sekali kisah diatas, tapi aku merasa tersentuh,  tulisan itu aku dapatkan disebuah milis. Mungkin sebagian dari sahabat  blogger sudah membacanya. aku hanya ingin berbagi dengan kalian dan  bilang betapa sahabat seperti kalian telah melengkapi hidupku yang  indah. I love you guys/ lumbungpadi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1233342380424473411?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1233342380424473411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1233342380424473411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/aku-sayang-kamu-sahabat.html' title='Aku sayang kamu SAHABAT'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_p1WljjRE1wI/TCHFeg_4ruI/AAAAAAAAA04/RvZr8IWoJhQ/s72-c/bestfriend_300.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-2017496950832919585</id><published>2010-07-27T09:25:00.000+07:00</published><updated>2010-07-27T09:27:35.861+07:00</updated><title type='text'>Momentum Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="entry-meta"&gt;       &lt;span class="meta-prep meta-prep-author"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="meta-sep"&gt;by&lt;/span&gt; &lt;span class="author vcard"&gt;&lt;a class="url fn n" href="http://ridwansyahyusufachmad.wordpress.com/author/ridwansyahyusufachmad/" title="View all posts by Ridwansyah Yusuf Achmad"&gt;Ridwansyah Yusuf Achmad&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;!-- .entry-meta --&gt;              &lt;script type="text/javascript" src="http://s0.wp.com/wp-content/plugins/adverts/adsense.js?m=1253160243g&amp;amp;1"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div style="display: inline-block;" class="pd-rating" id="pd_rating_holder_574916_post_916"&gt;&lt;div id="PDRTJS_574916_post_916_msg" style="float: left; padding-left: 5px; text-align: left;"&gt;Rate This&lt;/div&gt;&lt;img src="http://pixel.quantserve.com/pixel/p-ab3gTb8xb3dLg.gif" style="display: none;" alt="Quantcast" width="1" border="0" height="1" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;script type="text/javascript" charset="utf-8"&gt;&lt;!--//--&gt;&lt;![CDATA[//&gt;&lt;!-- PDRTJS_settings_574916_post_916={"id":574916,"unique_id":"wp-post-916","title":"Momentum Ramadhan","permalink":"http:\/\/ridwansyahyusufachmad.wordpress.com\/2008\/08\/29\/momentum-ramadhan\/","item_id":"_post_916"} //--&gt;&lt;!]]&gt;&lt;/script&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Momentum Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Sungguh  telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah  memfardhukan atas kamu puasanya. Di Dalam bulan Ramadhan dibuka segala  pintu surge dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh  setan. PAdahal ada suatu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.  Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu, maka  sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebaikan. ( HR. Ahmad )&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sahabat  sahabat sekalian, dalam hitungan hari kedepan akan datang sebuah bulan  yang sangat dinanti oleh semua umat Muslim, bulan dimana amal kebaikan  dinilai berlipat, bulan dimana kita bisa belajar lebih banyak untuk  menjadi muslim yang lebih dekat dengan Allah, dan bulan dimana kita bisa  melatih diri untuk menjadi insan yang peduli dan empati. Sebuah harapan  besar tentunya pasca-bulan Ramadhan ini kita semua dapat menjadi  seorang &lt;em&gt;muttaqin &lt;/em&gt;dimata Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sahabat  sekalian, sebagai seorang muslim yang visioner akan masa depan dirinya  di dunia dan akhirat, bulan Ramadhan ini tentu tidak bisa kita lewatkan  begitu saja. Sungguh sangat disayangkan jika bulan yang mulia ini hanya  kita lewati dengan lalu tanpa ada kesan dan bekas yang mendalam pada  diri. Seorang ulama pernah berpesan, “Bulan Ramadhan ibarat panen raya (  baca : amal ), dimana pada bulan ini seorang muslim ibarat tinggal  menuai hasil dari proses membajak, menanam bibit, memumpuk, menyiram,  dan merawat yang telah dipersiapkan selama 11 bulan sebelumnya”. Oleh  karena itu, selagi masih ada waktu sebelum Ramadhan, marilah kita semua  mempersiapkan diri untuk menyambut tamu istimewa dari Allah ini dengan  mulai berlatih bangun pagi ( untuk persiapaan sahur ), membaca Qur’an (  dimulai dari 5 menit saja setiap harinya ), lalu memperbanyak infaq dan  sedekah kepada yang membutuhkan. Dengan memulai latihan ini harapannya  kita bisa lebih siap dan bisa lebih banyak memberikan amal terbaik kita  di bulan Ramadhan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sahabat  sekalian, bulan Ramadhan adalah bulan momentum, banyak sekali momentum  yang bisa dimanfaatkan untuk belajar dan berkontribusi. Momentum itu  antara lain; (1) momentum pahala, (2) momentum do’a, (3) momentum  penerapan syariah, dan (4) momentum cinta. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Momentum Pahala&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sesungguhnya seseorang yang di dalamnya tak ada lagi secuil cahaya Al Qur’an, ibarat rumah kosong yang roboh (HR Tirmizi)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Di  bulan mulia ini bisa kita manfaatkan untuk berlatih beramal lebih, amal  disini bisa dalam bentuk ibadah mahdah, atau amal yang bersifat  muamalah. Amal yang dalam bentuk ibadah mahdah antara lain seperti  Shalat subuh berjamaah di masjid, Shalat sunnah dhuha, Shalat sunnah  rawatib, tilawah ( mengaji ), atau dengan memperbanyak Shalat malam. Di  bulan Ramadhan ini lingkungan sekitar biasanya mendukung kita untuk  melakukan semua ini, jangan sampai kita justru mengisi Ramadhan ini  dengan hal-hal yang sia-sia seperti buka puasa secara berlebihan, atau  mungkin tidak punya target ibadah tertentu di bulan ini dan mengisi  malam-malam di bulan Ramadhan dengan hal-hal yang tidak membuat diri  semakin dekat dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Bentuk  amal lain yakni yang bersifat muamalah, atau yang berhubungan langsung  dengan manusia. Bisa kita aplikasikan dalam bentuk infaq dan sedekah,  atau mungkin untuk Anda yang memiliki kapasitas lebih, bisa dengan  mengadakan acara seperti baksos, &lt;em&gt;sahur on the road,&lt;/em&gt; buka bareng bersama anak yatim atau mungkin mengisi acara ta’lim atau kajian Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Momentum Do’a&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Perbanyak  do’a di bulan Ramadhan, mungkin pesan ini sudah sangat sering kita  dengar. Akan tetapi memang, pesan ini benar adanya, pada bulan Ramadhan  banyak sekali waktu waktu tertentu yang baik untuk memanjatkan do’a,  sehingga jangan sampai kita melewatkan kesempatan emas ini. Untuk  berdo’a Anda tidak perlu menggunakan bahasa arab, gunakan saja bahasa  yang Anda pahami, Allah pasti akan memahaminya. Sediakan waktu khusus  untuk berdo’a, biasanya waktu malam menjadi saat yang tepat, dimana kita  bisa bermunajat kepada Allah, dan kita hanya merasa berdua dengan  Allah. Banyak-banyak berkomunikasi dengan Allah dalam bentuk do’a dan  meminta sesuatu. Sampaikan hal-hal yang Anda inginkan secara jelas, dan  jadikan kedekatan Anda dengan Allah sebagai sebuah sumber kekuatan dalam  melakukan aktifitas sehari-hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Apabila hati itu suci, maka ia tak akan pernah kenyang untuk membaca Al Qur’an ( Utsman bin Affan )&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Tentunya  proses komunikasi yang intens selama bulan Ramadhan, harus tetap  dilanjutkan bahkan ditingkatkan setelah bulan Ramadhan usai, sehingga  Ramadhan tahun depan kita bisa lebih banyak lagi mendekatkan diri dengan  Allah, atau dengan kata lain ada &lt;em&gt;continues improvement &lt;/em&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dalam hal kualitas iman dan ketaqwaan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Momentum Penerapan Syariah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Di  bulan Ramadhan ini kita juga bisa memulai untuk berlatih melakukan  penerapan syariah secara bertahap. Kondisi lingkungan dan media biasanya  juga mendukung diri untuk berlatih dalam hal ini. Mulailah dengan hal  yang sederhana, seperti bagi yang masih sering bolong Shalat wajib,  mulai di usahakan untuk Shalat &lt;em&gt;in time &lt;/em&gt;(dalam range waktu Shalat tertentu), dan yang sudah terbiasa Shalat &lt;em&gt;in time &lt;/em&gt;dapat ditingkakan menjadi &lt;em&gt;on time&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(langsung  setelah adzan). Bagi muslimah, bisa memanfaatkan momen Ramadhan ini  untuk berlatih menggunakan jilbab dalam kesehariannya. atau penerapan  syariah yang berdampak langsung terhadap kinerja diri, seperti disiplin,  professional, kejujuran, dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Banyak  sekali media untuk belajar Islam saat ini, oleh karena itu mari kita  manfaatkan momen berharga ini untuk belajar dan mengaplikasikan  nilai-nilai Islam dengan baik. Sungguh sangat indahnya jika nilai nilai  ini bisa terealisasikan, betapa kondusifnya bulan ini untuk memulai  pembinaan pada diri, keluarga dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Momentum Cinta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Ramadhan  adalah momen menebar cinta untuk sesama. Kesempatan untuk saling  berbagi, apakah itu berbagi ilmu, berbagai materil, berbagi perhatian  dan sebagai nya untuk sebanya-banyaknya umat manusia. Untuk yang  memiliki kelebihan harta, bisa berbagi dengan memberikan sebagian  hartanya untuk perbaikan hidup seseorang/keluarga, untuk yang memiliki  kemampuan lebih dalam hal ilmu, bisa berbagi dengan mengisi ta’lim,  kajian dan ceramah,untuk yang memiliki &lt;em&gt;sense &lt;/em&gt;sosial dan empati yang tinggi bisa berbagi dengan memberikan perhatiannya kepada orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;Sungguh  banyak sekali kebaikan untuk diri dan umat yang bisa kita lakukan di  bulan ini, sebagai langkah awal, marilah kita merencanakan target apa  yang akan kita raih di bulan Ramadhan ini, perubahan apa yang ingin Anda  raih, dan ingin menjadi insane seperti apa diri Anda setelah Ramadhan  usai. Semoga segala amal yang kita lakukan di bulan mulia in diterima  oleh Allah dan amal yang dilakukan dapat kita terapkan juga di bulan  selain Ramadhan. &lt;em&gt;Freshen up your mind and soul in this holy month.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-2017496950832919585?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2017496950832919585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2017496950832919585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/momentum-ramadhan.html' title='Momentum Ramadhan'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1060048504199554529</id><published>2010-07-27T09:24:00.000+07:00</published><updated>2010-07-27T09:25:02.135+07:00</updated><title type='text'>My Mom Only Had One Eye</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a rel="attachment wp-att-31" href="http://syukrontanzilah.blogdetik.com/2010/07/13/my-mom-only-had-one-eye/images1/"&gt;&lt;img class="size-thumbnail wp-image-31 alignleft" src="http://syukrontanzilah.blogdetik.com/files/2010/07/images1-150x150.jpg" alt="images1" width="177" height="188" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; My mom only had one eye. I hated her… &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; She  was such an embarrassment.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; Ibuku hanya mempuyai satu mata. Aku benci   dia… dia begitu memalukanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;She cooked for students and teachers to support the family.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dia memasak untuk murid dan guru-guru guna mencukupi kebutuhan keluargaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;There was this one day during elementary school where my mom came to say hello to me.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Suatu hari saat aku di sekolah dasar, ibu mendatangiku dan mengucapkan salam kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I &lt;span&gt; &lt;/span&gt;was so embarrassed. How could she do this to me?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku begitu malu saat itu. Bagaimana dia bisa melakukan itu padaku di depan teman-temanku?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I ignored her, threw her a hateful look and ran out.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil lari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;The next day at school one of my classmates said, “EEE, your mom only has one eye!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Esok harinya, salah seorang teman kelasku mengejekku dengan mengatakan, “EEE, ibumu hanya punya satu mata.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I wanted to bury myself…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I also wanted my mom to just disappear.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku malu sekali dan ingin mati rasanya. Aku juga ingin ibuku pergi dari kehidupanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;So I confronted jer that day and said, “If you are only gonna make me a laughing stock, why don’t just die?!!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku bertengkar hebat dengan ibuku dan  kukatakan padanya: “Kalau ibu hanya jadi sumber bahan tertawaan  teman-temanku, mengapa ibu tak mati saja?.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;My mom did not respond!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ibuku tak menjawab…!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I did not even stop to think for a second about what I had said, because I &lt;span&gt; &lt;/span&gt;was full of anger.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku sama sekali tak mau berfikir tentang apa yang kukatakan karena aku sangat marah padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I was obvious to her feelings…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku tak pedulikan apapun perasaan dia..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I wanted out of that house…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku ingin keluar dari rumah itu…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;So I studied real hard, got a chance to go to Singapore to study.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Jadi aku belajar dengan keras agar aku mendapat kesempatan belajar di luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Then, I got married. I bought a house of my own. I had kids of my own. I was happy with my life. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Kemudian aku menikah, kubeli rumah, aku punya anak dan aku hidup bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Then one day, my mother came to visit me. She hadn’t seen me in years and she didn’t even meet her grandchildren!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Suatu waktu ibu mengunjungiku. Dia bertahun-tahun tak melihatku dan bahkan belum pernah bertemu cucu-cucunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;When she stood by the door, my children laughed at her. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketika ibu berdiri di depan pintu,anak-anakku menertawakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I scareamed at her, “How dare you come to my house and scare my children!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;“GET OUT OF HERE! NOW!!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku bereteriak padanya: “Betapa beraninya kamu datang ke rumahku dan menakut-nakuti anakkku.” “Pergi kamu dari sini sekarang!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;And to this, my mother  quietly answered, “Oh, I am so sorry. I may have gotten the wrong  address,” and she disappeared out of sight.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ibuku menjawab perlahan:&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Maaf… saya salah alamat” dan diapun pergi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;One day, a letter regarding a school reunion came to my house. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Suatu waktu, ada undangan reuni di kirimkan ke rumahku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;So I lied to my wife that I was going on a business trip.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Jadi aku berbohong pada istriku, kukatakan bahwa aku ada tugas keluar kota.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;After the reunion, I went to the old shack just out of curiosity!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Usai reuni, aku mampir ke kampungku untuk sekedar rasa ingin tahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;My neighbors said that she died.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Salah seorang tetanggaku mengatakan bahwa ibuku telah meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I did not shed a single tear!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku tak terharu ataupun meneteskan air mata!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;They handed me a letter that she had wanted me to have…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibu untukku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;My dearest son, I think of you all the time…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Anakku tersayang, aku memikirkanmu setiap waktu…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I am sorry that I came to Singapore and scared your children.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Maafkan aku datang ke rumah mu dan membuat takut anak-anakmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I was so glad when I heard you were coming for reunion. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku sangat bahagia ketika kudengar kau akan datang ke reuni.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;But I may not be able to even get out of bed to see you,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Tapi sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidurku untuk melihatmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I am sorry that I was constant embarrassment to you when you were growing up.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Maafkan aku yang membuat malu kamu saat kita masih bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;You see… when you were very little, you got into an accident, and lost your eye.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Ketahuilah anakku… ketika kau masih kecil, kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan matamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;As a mother, I couldn’t&lt;span&gt; &lt;/span&gt;stand watching you having to grow up with one eye.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri membiarkan mu tumbuh dengan satu mata saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;So, I gave you mine…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Jadi… kuberikan satu mataku padamu..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;I was so proud of my son who was seeing a whole new world for me, in my place, with that eye.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku di tempatku, dengan mata itu..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;With my LOVE to you…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Bersama cintaku…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Your MOTHER…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;IBUMU…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Matura MT Script Capitals&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;Omar  Ebnul Khatab said: (Once upon time while we had some captives we saw  captive a woman taking babies, held them tight and breast fed them. The  prophet asked us: “Do you think this woman will throw his baby in fire?”  we said: “No if she has the choice. Then He said: Allah is more  merciful to his worshiper than her with her sun.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Matura MT Script Capitals&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Matura MT Script Capitals&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt;The  prophet (shallallahu Alaihi wa Sallam) told us that we must obey Allah  and His messenger at all times but after that Comes your mother then  your mother then your mother&lt;span&gt; &lt;/span&gt;then your father.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Matura MT Script Capitals&amp;amp;quot&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Thanks Allah we are Muslims.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-1060048504199554529?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1060048504199554529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/1060048504199554529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/my-mom-only-had-one-eye.html' title='My Mom Only Had One Eye'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-2018317515377822900</id><published>2010-07-27T09:20:00.000+07:00</published><updated>2010-07-27T09:21:05.805+07:00</updated><title type='text'>AKU CINTA KAMU ISTRIKU</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;a rel="attachment wp-att-40" href="http://syukrontanzilah.blogdetik.com/2010/07/20/katakan-kepadanya-%e2%80%9caku-cinta-kamu%e2%80%9d/593131114l/"&gt;&lt;img class="alignright size-medium wp-image-40" src="http://syukrontanzilah.blogdetik.com/files/2010/07/593131114l-300x225.jpg" alt="593131114l" width="276" height="225" /&gt;&lt;/a&gt;Aku pernah bertanya  kepada suamiku: “Apakah  engkau mencintaiku?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Dia tersenyum sambil  balik  bertanya : “Kenapa  engkau tanyakan itu ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Aku  menjawab: “Karena  engkau tidak pernah  mengucapkan kata-kata  cinta  kepadaku, sementara  suami saudariku tidak pernah berhenti mengungkapkan  cinta kepadanya pada setiap kesempatan dan di hadapan semua orang.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Dia  kembali bertanya: “Apakah engkau benar –benar tidak merasakan cintaku  kepadamu? Apakah semua sikapku terhadapmu tidak mempu menerjemahkan  makna-makna cinta, rindu, dan penghargaan terhadapmu? Apakah kerinduanku  untuk pulang ke rumah agar merasakan ketenangan di sampingmu, setelah  sehari penuh melakukan pekerjaan berat, tidak cukup untuk menjadi bukti  cintaku kepadamu? Apakah kesungguhanku dalam memberimu makan dan  anak-anak dengan makanan yang halal lagi bergizi walau aku harus melawan  rayuan setan, tidak cukup untuk menjadi bukti cintaku kepadamu? Apakah  ini, ini, dan ini… tidak cukup menjadi bukti cintaku kepadamu? Apakah  setelah melihat semua itu, engkau masih bertanya kepadaku ‘apakah aku  mencintaimu?’”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Di hadapan gejolak perasaan itu, aku jadi merasa malu terhadap diriku sendiri, lalu aku berkata kepadanya:&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“Aku yakin engkau mencintaiku, tetapi aku ingin mendengarnya langsung darimu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Maka dia berkata kepadaku: “Aku cinta kamu! Aku cinta kamu, benar-benar mencintaimu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: red;"&gt;Sumber: Seni Menciptakan Suasana Selalu Romantis dan Bahagia. Karya: Az-Zahur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-2018317515377822900?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2018317515377822900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2018317515377822900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/aku-cinta-kamu-istriku.html' title='AKU CINTA KAMU ISTRIKU'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-4531332784020426263</id><published>2010-07-27T09:19:00.001+07:00</published><updated>2010-07-27T09:19:32.596+07:00</updated><title type='text'>Istriku, ada tempat khusus dihatiku untukmu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;da hari –hari pertama atau bulan-bulan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pertama  pernikahan sering terjadi percakapan antara suami istri yang jauh  sekali berbeda dengan percakapan antara mereka setelah pernikahan  berjalan beberapa bulan atau beberapa tahun. Oleh karaena itu, suami  tidak perlu kaget lagi ketika istri menanyakan sebuah pertanyaan yang  sangat memojokkan dirinya: “Siapa yang lebih engkaku cintai, aku atau  ibumu?”&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;a rel="attachment wp-att-43" href="http://syukrontanzilah.blogdetik.com/2010/07/20/berilah-tempat-khusus-di-hatimu-untuk-istrimu/muslimah_v02_by_yip87/"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-43" src="http://syukrontanzilah.blogdetik.com/files/2010/07/muslimah_v02_by_yip87-300x225.jpg" alt="muslimah_v02_by_yip87" width="268" height="232" /&gt;&lt;/a&gt;  Dia tahu apa yang mungkin terjadi pada diri istrinya seandainya dia  menjawab: “Aku lebih mencintai ibuku.” Akan tetapi, dia justru tahu apa  yang mungkin terjadi pada dirinya seandainya dia menjawab: “Aku lebih  mencintaimu”. Oleh sebab itu, dia pun memandang ke langit dan berkata:  “Aku mohon pertolongan-Mu, wahai Tuhanku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ketika  itu dia teringat beberapa ayat al-Quran dan beberapa Hadits Nabi yang  mendorong seseorang untuk menjaga perasaan ibu, juga yang mendorong  suami&lt;span&gt; &lt;/span&gt;untuk menjaga perasaan istri. Maka dia pun memilih jalan selamat dan bermaksud dapat menyenangkan kedua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Suami&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu pun bertanya kepada istrinya: “Mana yang lebih engkau sukai, mata kananmu atau mata kirimu?”&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tak  disangka, istrinya tersenyum gembira, senang, dan bahagia. Di dalam  hati istri berkata: “Betapa tamaknya jika aku meminta kepadanya lebih  dari itu. Cukuplah aku menjadi salah satu dari dua matanya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sementara  itu, diam-diam suami bersyukur kepada Allah , karena istrinya tidak  bertanya: “Apakah aku mata kananmu atau mata kirimu?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Agar  kesempatan ini tidak berlalu begitu saja, sang suami menyambung  perkataannya: “Sudah menjadi kehendak Allah bahwa Dia memberIkan  kesempatan kepada hati orang yang beriman untuk mencintai beberapa orang  dan beberapa hal. Akan tetapi percayalah, wahai istriku tersayang,  bahwa di hati ini, engkau memiliki tempat khusus; ibuku memiliki tempat  khusus; dan negeriku juga memililki tempat khusus. Aku juga ingin  menegaskan bahwa masing-masing dari yang kusebutkan diatas memiliki  cinta tersendiri dan rasa tersendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Untuk  kedua kalinya, hati istri berbunga-bunga seraya berkata dalam hati  dengan penuh kerelaan dan ridha: “Aku memiliki tempat khusus di hatinya.  Kedudukanku adalah seperti salah satu dari dua matanya. Apa lagi yang  aku inginkan?! Apakah aku ingin segalanya untukku? Bukankah di dunia ini  ada yang lain selain aku? Ya Allah, hanya kepada-Mu pujian dan syukur  atas pemberian-Mu yang teramat indah juga atas nikmat-Mu yang terasa  besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sumber: Seni Menciptakan Suasana Selalu Romantis dan Bahagia. Az-Zahur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-4531332784020426263?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/4531332784020426263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/4531332784020426263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/istriku-ada-tempat-khusus-dihatiku.html' title='Istriku, ada tempat khusus dihatiku untukmu'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-8384417119433466345</id><published>2010-07-27T08:59:00.000+07:00</published><updated>2010-07-27T09:01:17.201+07:00</updated><title type='text'>Biarkan Aku Tetap Memilih-Mu</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;   &lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;p&gt;Jalan yang mendekatkan aku pada-Mu&lt;br /&gt;Yaitu jalan orang-orang yang sholeh&lt;br /&gt;Dan aku yakin inilah sebenar-benarnya jalan&lt;br /&gt;Cintaku pada-Mu ta akan pernah dikecewakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ya Allah..ampuni aku&lt;br /&gt;Godaan terus membuntutiku&lt;br /&gt;Hingga terkadang hatiku condong&lt;br /&gt;Fitrah hati ini terlalu berat untuk kubuang&lt;br /&gt;Terlalu pahit untuk kutelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu&lt;br /&gt;Dengan sekuat hati aku&lt;br /&gt;Ingin menggapai cinta-Mu&lt;br /&gt;Bantulah aku Ya Allah&lt;br /&gt;Agar aku tak kesasar&lt;br /&gt;Dalam melabuhkan cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantulah aku untuk menyingkirkan&lt;br /&gt;Segala cinta dan rindu bila akan bermuara pada napsu&lt;br /&gt;Bimbinglah aku untuk tetap berada dijalan-Mu&lt;br /&gt;Teguhkan hatiku hanya untuk mencari keridhaan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolonglah aku Ya Allah&lt;br /&gt;Agar aku dapat mengisi bejana cintaku untuk-Mu&lt;br /&gt;Jauhkanlah aku dari rasa dahaga cinta dari orang yang tidak halal bagiku&lt;br /&gt;Tetapkan kasihku dalam selimut suci-Mu&lt;br /&gt;Agar aku tak kecundang dijajah cinta dusta manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagahkan aku Ya Allah&lt;br /&gt;Untuk menenggelamkan kapal cinta manusia&lt;br /&gt;Walau ianya segagah gunung uhud&lt;br /&gt;Tetap kupinta..karamkanlah&lt;br /&gt;Jika ianya berlayar dilautan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kumohon Ya Allah&lt;br /&gt;Damaikan ombak dihati ini&lt;br /&gt;Walau badai datang mengundang&lt;br /&gt;Kasihku diikat didasar Rabbi&lt;br /&gt;Karena ia hanya ujian&lt;br /&gt;Dan akan kuterus tekadkan janji&lt;br /&gt;Akan mencinta pada Sang pemberi Cinta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://rosejuliet.blogspot.com/2010/02/biarkan-aku-tetap-memilih-mu.html&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-8384417119433466345?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/8384417119433466345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/8384417119433466345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/biarkan-aku-tetap-memilih-mu.html' title='Biarkan Aku Tetap Memilih-Mu'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-2993353714932177311</id><published>2010-07-27T08:55:00.002+07:00</published><updated>2010-07-27T08:59:22.786+07:00</updated><title type='text'>Mawarputih Itu Telah pergi</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://rosejuliet.blogspot.com/2010/02/mawarputih-itu-telah-pergi.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;p&gt;"Tunggu sebentar" teriak Nissa memberhentikan langkahku (Nissa adalah  sahabat karibku satu ta'lim di masjid Jami' Central Hong Kong, dia  pulalah yang mengenalkan aku dengan kegiatan positif itu..pribadi dan  sifatnya sangat menyenangkan, hingga membuatku cepat akrab dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau  ngapain Niss..?" tanyaku..tanpa jawaban kulihat Nissa sudah mengahmpiri  penjual bunga dan mengambil satu tangkai mawar putih.&lt;br /&gt;"untuk apa kau  beli bunga mawar ini Niss..?bukankah ini termasuk dalam pemborosan yang  tak pernah diajarkan dalam Islam" tanyaku tanpa tendeng dan aling-aling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin..bila  kau membeli sesuatu dan kau rasakan manfaatnya dalam pembelian  itu..maka itu bukan berarti pemberosan, aku suka mawar putih dan  perasaanku begitu bahagia sa'at aku memandangnya ada dipojokan  kamarku..aku rasa ini bukanlah suatu pemborosan" jawabnya sambil membela  diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun mengiyakan sekenanya "Rin..bulan depan aku akan  pulang keindonesia..aku rasa cukuplah 4tahun kerja di Hong Kong, aku  pulang hendak menyempurakan sebagian dari Dienku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barokallohu  fik ya Niss..semoga Alloh memudahkan jalanmu, doakan aku cepet nyusul  ya" candaku  "amin..trimakasih Rin..tentu sobat kau juga akan selekasnya  nyusul" jawabnya dan kamipun tertawa bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu kini  telah genap 6bulan Nissa diindonesia dan telah menikah dengan orang yang  mencintai dan dicintainya..sekarang Nissa dalam keadaan mengandung,  antara aku dan Nissa masih saling memberi kabar lewat SMS dan Telpon,  8bulan sebelum kepulanganku...akupun meng SMS dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum  Niss..apa kbrmu dan kbr keluargamu..?gimana dgn kandunganmu..?oh ya Nis  aku akan pulang 8bulan lagi..maka dari itu aku minta tolong, bila dalam  pandanganmu ada seorang pria yang baik..bolehlah dikenalkan sama aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  lama akupun menerima jawaban darinya "wa'alaikumsalam..alhamdulillah  semua baik saja..kandunganku juga baik saja, mengenai kemauanmu itu saya  bisa bantu..tapi pria itu duda dengan satu anak yang masih kecil dan  istrinya meninggal sa'at melahirkan..?apakah kamu mau dan siap  meneriamnya..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak mengapa.yang terpenting dia baik dalam  pandanganmu Niss..bila dia baik dalam pandanganmu....insya Alloh baik  juga menurutku..trimakasih, kapan-kapan disambung lagi ya..wassalam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya  Alloh dia baik untukmu, untuk agamamu, untuk keluargamu, untuk  duniamu..dan untuk akhiratmu..insya Alloh, wa'alaikumsalam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  percakapan melalui SMS..Nissa semakin susah dihubungi..pikiran dan  perasaanku amat tidak enak, sepertinya ada sesuatu yang menimpa  Nissa..tapi aku sabar..mungkin sa'at ini Nissa dalam detik-detik  melahirkan, hingga akhirnya SMS masuk di Hpku kubuka dan kubaca  "alhamdulillah Nissa sudah melahirkan seorang putri yang cantik" cuma  begitu isi dari SMS itu..kuhubungi no HP Nissa tak pernah  dijawabnya..tapi kalau SMS selalu dijawab, bahkan satu SMSnya dia hendak  menjemputku dibandara bila nanti aku pulang, akupun senang dan  mengiyakannya saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang kutunggu akhirnya tiba..aku pulang  kembali keindonesia, aku telpon Nissa tidak diangkatnya..hanya SMSku  yang dijawabnya, perjalananku pulang keindonesia membawa sejuta tanya  atas diri Nissa..mengapa Nissa tak menjawab telponku dan hanya SMS  padaku..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 7:00 AM aku sampai dibandara semarang..begitu  turun ada pesan singkat di layar HPku "pandanglah lurus kedepan..ada  seorang pria berdiri sambil menggendong anak berumur sekitar  6bulanan..itulah suami Nissa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandang kedepan..kutemukan  seorang pria tersenyum kearahku dan dalam gendongannya ada seorang putri  mungil yang masih terlelap..dia tersenyum, aku tersenyum..setelah  mengucap salam dia menyodorkan amplop yang berisi surat sambil berkata  "bacalah..dan jangan bertanya bila kau belum membacanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan gemetar kuambil dan kuamati surat yang diberikannya padaku, dengan perasaan tak menentu aku mulai membuka dan membacanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                               teruntuk: Sahabat terbaikku&lt;br /&gt;Bissmillahirokhmanirokhim&lt;br /&gt;Sebelum kau membaca surat ini..aku ingin kau tersenyum terlebih dahulu sahabat, tesenyumlah kau manis dalam senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini  sahabatku yang baik hati..maafkan aku yang tak bisa berterus terang  denganmu perihal sakitku yang telah sejak lama bernaung dalam  badanku..namun walau begitu aku wanita yang sangat beruntung karena  diberi kesempatan untuk melahirkan seorang putri serta menikah dengan  orang yang mencintaiku apa adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya melalui selembar kertas  inilah aku akan bercerita padamu tentang sakit yang aku derita  ini..sahabat, sebenarnya sudah sejak 3tahun yang lalu aku menderita  leukimia..karena tak ingin dipulangkan keindonesia dan aku juga takut  berobat kedokter..maka sakit itu aku simpan sendiri, semua berawal sa'at  aku merasa setiap selesai makan aku ingin selalu muntah..tak kuat  dengan hal ini akupun pergi kedokter dan dokter memvonisku menderita  penyakit leukimia da harus secepatnya diobati, tapi sedikitpun aku tak  mengindahkan nasehat dokter karena memang aku takut berobat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga  puncaknya setelah melahirkan seorang putri aku pasrah apapun yang akan  terjadi pada diriku, dan sa'at aku menulis surat ini untukmu..serasa  hidupku sudah tak lama lagi, sakit itu merajaiku..bersyukur dengan sisa  kekuatan yang ada dan atas bantuan suamiku aku bisa menulis surat ini  untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini sahabat terbaikku..inti dari surat ini adalah aku  ingin kaulah yang menggantikan posisiku dikeluargaku, aku telah percaya  padamu karena kau bagiku juga cerminan dari diriku sendiri..didiklah  anakku sebaik mungkin..jadikanlah putriku sebagai muslimah yang tangguh  dizaman yang telah serba modern ini, bekalilah Ia dengan ilmu  agama..karena sebaik-baik ilmu adalah yang bermanfa'at untuk akhiratnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku  juga telah dengan ikhlas akan menerimamu sebagi istrinya dan Ibu dari  anak-anaknya, pesanku..bentuklah keluarga yang sakinah, mawa'adah  warohmah..dengan istilah *Baiti Jannati*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini sahabatku..ingin  sekali rasanya aku lanjutkan untuk tetap menulis  sebanyak-banyaknya..namun tenagaku sudah tak mencukupi, aku sudah lemas  tiada daya..Rini bila selama ini sa'at kita bersahabat ada salah yang  menoreh lara dihatimu..aku sebagai manusia biasa yang tak terhindar dari  segala kekurangan dengan ini meminta keikhlasanmu untuk  memaafkanku..dan kutitipkan amanah keluargaku ditanganmu..semoga kau  dapat menerimanya dengan ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rini..aku tahu kamu sambil  menangis..tidak usah menangis..semua kehidupan tentu akan berakhir..maka  dari itu tersenyumlah..bukannya telah aku bilang kau terlihat manis  bila tersenyum..oh ya bila nanti engkau menjengukku karena pingin tahu  diamana makamku, jangan lupa bawakan aku setangkai mawar putih..mungkin  aku cukupkan sekian dulu..trimakasih atas segala kebaikanmu, dan semoga  kelak kita berkumpul kembali diJannah-Nya..akhir kata&lt;br /&gt;wassalamaalikum warohmatullohi wabarokatuhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  membaca surat dari Nissa aku tak merasakan apa-apa semuanya gelap,  sunyi dan senyap..begitu bangun telah aku dapati bahwa aku terbaring  dirumah Nissa dengan banyak orang disekelilingku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya aku  mengunjungi makam Nissa tak lupa setangkai mawar putih kubawakan  untuknya..disana diahadapannya aku berjanji akan melaksakan amanah  sebaik-baiknya, siap menjadi Ibu dari putrinya..siap menikah dengan  suaminya dan menjadi Ibu dari anak-anaknya, selamat jalan Nissa semoga  kelak kita berkumpul kembali di Jannahnya seperti apa yang kau tulis  disuratmu..amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coretan diahad pagi dengan cerita True Love Story&lt;br /&gt;catatan: kisah nyata tapi bukan kisah Rose..&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span class="post-author vcard"&gt; Posted by &lt;span class="fn"&gt;rose&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; at &lt;a class="timestamp-link" href="http://rosejuliet.blogspot.com/2010/02/mawarputih-itu-telah-pergi.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2010-02-11T05:19:00-08:00"&gt;5:19 AM&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-2993353714932177311?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2993353714932177311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2993353714932177311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/mawarputih-itu-telah-pergi.html' title='Mawarputih Itu Telah pergi'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-2989343244460914085</id><published>2010-07-27T08:55:00.001+07:00</published><updated>2010-07-27T08:55:38.204+07:00</updated><title type='text'>10 KIAT MENJADI SAHABAT YANG BAIK</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; &lt;p&gt;Sahabat sangat berarti bagi kita. Manusia ditadirkan untuk hidup  bersahabat, sahabat memberi arti dalam hidup kita, walaupun  kadang-kadang sahabat itu pernah menyakitkan hati. Sahabat ada yang  baik, dan ada juga yang menghancurkan atau menyesatkan, untuk itu tidak  salah untuk menjaga pergaulan, sehingga tidak terjerumus dalam  kesesatan. Dalam bersahabat kita harus bisa mengerti satu sama lain, ada  ujaran-ujarang mengatakan Musuh mudah dicari, sahabat sulit didapat.  Terus bagaimana menjaga hubungan baik dengan sahabat?? Berikut ini  diberikan seorang temen baik ku, 10 Kita Menjadi Sahabat Yang Baik..&lt;/p&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;10 KIAT&lt;br /&gt;MENJADI SAHABAT YANG BAIK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Bersikaplah  terbuka. Keterbukaan tidak saja akan membuat sahabat anda lebih  mengenal anda, tetapi anda juga akan lebih mengenal diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ungkapkanlah  perasaan-perasaan, keinginan dan harapan-harapan anda. Hanya dengan  keterbukaan, anda bisa bicara dari hati kehati, dan itu sangat penting  bagi keintiman persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Ciptakanlah  keseimbangan antara memberi dan menerima. Anda tidak cukup hanya  berperan sebagai pemberi tanpa  menerima atau hanya sebagai penerima  tanpa memberi. Hal ini menyangkut aspek yang luas, termasuk berbagi  kegembiraan  dan kesedihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Terimalah  sahabat anda sebagaimana adanya. Jadilah sahabatnya tanpa menuntutnya  berubah sesuai keinginan anda. Mungkin dia terlalu cerewet, agak cuek,  sangat sensitif atau matre. Dia memang tidak sempurna dan mungkin sering  melakukan hal-hal yang anda  tidak sukai. Namun jangan lupa, andapun  tidak luput dari kelemahan dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold; font-size: 180%;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Bila  sahabat anda mempunyai sifat atau kebiasaan yang umumnya tidak disukai  orang lain dan bisa menghambat pergaulannya, ingatkanlah dia pada waktu  yang tepat. Barangkali selama ini dia tidak menyadari atau belum pernah  ada seorangpun yang mengkritiknya. Kalau diperlukan, berilah saran dan  biarkan dia berubah sedikit demi sedikit. Supaya fair, boleh juga anda  memintanya mengkritik anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); font-size: 180%;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bermurahhatilah.  Ulurkanlah tangan ketika ia memerlukan bantuan, hiburlah ketika dia  sedang sedih, dengarkanlah ketika dia mencurahkan isi hatinya,&lt;br /&gt;temanilah ketika dia mengalami masa-masa sulit, doronglah semangatnya dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); font-size: 180%;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Berikanlah  perhatian. Meskipun ia tampak tidak  membutuhkannya, namun dia akan  senang menerimanya. Jangan melupakan hari-hari istimewanya, bawakan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;oleh-oleh ketika anda pulang dari kota, pujilah potongan rambutnya yg bagus, tanyakan khabar keluarganya, dsb. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bersikaplah  penuh toleransi. Tidak ada masalah bila Anda berbeda dengan sahabat  Anda, baik agama, suku, prinsip atau kebiasaan. Semua itu bisa  memperkaya suatu persahabatan bila kedua belah pihak mau saling  menghargai. Dan semakin baik toleransi anda, maka akan semakin matang  kemampuan anda bersosialisasi. Hargailah sahabat anda sebagai seorang  pribadi yang punya harga diri. Meskipun hubungan sudah sangat akrab, dia  masih bisa tersinggung dengan sikap dan ucapan anda. Hatinya bisa  terluka bila dihina, dikecam atau dipermalukan, meskipun dalam konteks  bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;Hormatilah  privasi sahabat anda. Bila dia menceritakan sesuatu rahasia, jangan  membocorkannya karena itu berarti mengkhianati perasaannya. Ketika dia  sedang ingin sendiri, jangan mengganggunya. Jangan tergoda untuk membuka  buku hariannya, tas atau dompet miliknya tanpa ijin, dsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-size: 180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bila  terjadi konflik, selesaikanlah segera . Mulailah mengambil inisiatif  untuk menyelesaikannya. Jangan menunda-nunda apalagi bersikap  seakan-akan  tidak ada masalah. Meskipun konflik bisa mengganggu  hubungan persahabatan, namun bila diselesaikan dengan baik bisa membuat  hubungan menjadi lebih intim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: trebuchet ms;"&gt;Orang  yang mempunyai sahabat akan lebih sehat dan bahagia daripada mereka  yang tidak punya seorangpun. Seorang sahabat lebih berharga dari emas  atau permata. Kekayaan tidak bisa membelikan Anda seorang sahabat atau  membayar kerugian akibat kehilangan seorang sahabat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mohon  maaf apabila info ini telah pernah dimuat di media lain, dan tidak  dituliskan dalam posting ini, karena info ini diterima lewat mailing  list dan tidak dicantumkan diambil dari mana asalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposkan oleh &lt;span class="fn"&gt;BoTHe&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-2989343244460914085?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2989343244460914085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/2989343244460914085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/10-kiat-menjadi-sahabat-yang-baik.html' title='10 KIAT MENJADI SAHABAT YANG BAIK'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-7770409460020145752</id><published>2010-07-27T08:52:00.001+07:00</published><updated>2010-07-27T08:52:40.217+07:00</updated><title type='text'>Bila di Karuniai Sahabat yg Baik, maka PELIHARALAH..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times,times new roman,serif;font-size:100%;" &gt;...  itulah judul majalah tarbawi yang sampai ke tanganku sehabis mengajar  hari ini . Karena tertarik dengan judulnya, aku langsung baca majalah  ini. Kebetulan tugasku ngajar sudah selesai jam 9.45..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Sahabat  adalah karunia. Sahabat yang baik adalah aset. Berbicara tentang  sahabat adalah bicara tentang bagaimana kita mencari, bagaimana kita  berinteraksi, dan bagaimana kita memelihara persahabatan itu. Tiga hal  yang harus kita jadikan dasar dalam mencari dan memilih sahabat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif; font-weight: bold;"&gt;1. Apa dasar persahabatan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Kita  menginginkan sahabat yang tidak terbatas hanya di dunia ini. Dan  sahabat dengan jangka waktu yang panjang seperti itu, hanya bisa kita  dapatkan jika persahabatan tersebut kita landaskan pada ketaqwaan kita  pada Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Persahabatan  yang sangat kuat, dekat dan akrab, pada hari kiamat nanti akan putus.  Bahkan akan saling memusuhi. Kecuali orang-orang yang berkawan dekat,  bersahabat akrab itu adalah orang-orang yang bertaqwa.  Dalam Al Quran,  Allah berfirman, " Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi  musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa." (QS.  Az Zukhruf:67)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Bagaimana fungsi persahabatan itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Bagi  sesama orang yang beriman, fungsi persahabatan adalah sebagai penolong,  penopang perjalanan kita menuju Allah. Rasulullah bersabda, "  Barangsiapa meringankan beban kesusahan seorang mukmin dari beban  kesusahan di dunia, maka Allah akan meringankan beban kesusahan di hari  kiamat. Dan barangsiapa memudahkan orang yang kesusahan, maka Allah akan  memudahkannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang  muslim, maka Allah akan menutupinya di akhirat. Dan Allah selalu  menolong hamba-Nya selama hamba itu selalu menolong saudaranya." (HR  Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Seperti apa bentuk persahabatan itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Kita  harus mencari sahabat yang mau menasihati kita, bahkan kadang  mengkritik kita. Meluruskan kita bila kita menyimpang. Jangan mencari  sahabat yang membiarkan kita, atau malahan sebaliknya, menjerumuskan  kita ke jalan yang menyesatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Di  hari-hari yang kian kering dari makna-makna, persahabatan kadang sulit  menemukan orisinalitasnya. Ada persahabatan yang tulus, tapi  ketulusannya menyimpang karena sama-sama tulus dalam melakukan dosa. Ada  juga persahabatan yang hanya lahiriyah semata. Bertemu sebatas  kepentingan sesaat. Tidak ada kesetiaan, tidak ada komitmen dan tidak  ada manfaat yang saling diberikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Sahabat  yang baik adalah karunia. Tetapi kita harus mencarinya. Setelah itu  menjaganya agar jalinannya kuat hingga akhirat kelak.  Seberapa sulit  kita mencari sahabat sejati, sesulit itu pula kita memeliharanya.  Berikut ini beberapa langkah dalam memelihara persahabatan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul style="font-family: georgia,times new roman,times,serif; font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sadari kemuliaan dan keutamaan memiliki seorang sahabat yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Letakkan kesepahaman bahwa persaudaraan ini harus berada di atas jalan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Letakkan  dominasi kebaikan seorang sahabat di depan mata kita. Hindari  mengingat-ingat kekurangannya, yang bisa mengacaukan suasana  persahabatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mencoba untuk berbuat baik lebih dahulu kepada sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebutlah namanya dalam do'a saat kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Mungkin  kita perlu menata kembali cara kita bersahabat dengan orang lain, dan  cara kita menjadi sahabat yang baik bagi orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Semoga  Allah mengkaruniakan kepada kita sahabat yang baik. Serta menjadikan  diri kita sahabat yang baik bagi baudara-saudara kita...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;"&gt;Amiin ya Robbal 'Alamiinn...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times,times new roman,serif;"&gt;Wallahu'alam bisshowab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times,times new roman,serif;"&gt;sumber : Tarbawi edisi 172&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-7770409460020145752?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7770409460020145752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/7770409460020145752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/bila-di-karuniai-sahabat-yg-baik-maka.html' title='Bila di Karuniai Sahabat yg Baik, maka PELIHARALAH..'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-504676425281882119</id><published>2010-07-27T08:50:00.001+07:00</published><updated>2010-07-27T08:50:57.897+07:00</updated><title type='text'>CIRI SAHABAT BAIK KITA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ciri Sahabat yang mempunyai ciri dibawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;•Jika engkau baik kepadanya, dia akan menjagamu dengan baik&lt;br /&gt;•Jika engkau erat bersahabat dengannya,dia akan selalu ingat akan dirimu&lt;br /&gt;•Jika engkau membutuhkan pertolongan ,maka dia akan membantumu dengan tulus&lt;br /&gt;•Jika engkau mengulurkan bantuan kepadanya maka dia akan menerima dengan baik&lt;br /&gt;•Jika dia mendapat sesuatu nasihat darimu maka diakan mengucapkan terimakasih&lt;br /&gt;•Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik dari diri kita, dia akan mengingatkannya&lt;br /&gt;•Jika engkau berduka dan malu untuk meminta tolong , dia akan menanyakan kesedihan kita secara langsung&lt;br /&gt;•Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesulitanmu&lt;br /&gt;•Jika engkau berkata kepadanya, niscaya dia akan mendengarkanmu&lt;br /&gt;•Jika engkau merancangkan sesuatu, niscaya dia akan membantu kamu;&lt;br /&gt;•Jika terjadi perselisihan faham, niscaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan&lt;br /&gt;•Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta akan mengingatkan jika kita berbuat salah&lt;br /&gt;•Dia mendorong kita untuk mencapai kejayaan di dunia dan akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Edited by Admin)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam Sahabat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-504676425281882119?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/504676425281882119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/504676425281882119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/ciri-sahabat-baik-kita.html' title='CIRI SAHABAT BAIK KITA'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-3197904163370073222</id><published>2010-07-27T08:12:00.001+07:00</published><updated>2010-07-27T08:12:54.596+07:00</updated><title type='text'>Hukum Upacara Peringatan Malam Nisfu Sya’ban</title><content type='html'>&lt;div id="item_body" class="bodytext" author="abizecha" is_pmrepliable="1" author_possessive="abizecha's"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Cambria','serif';"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Cambria','serif';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Cambria','serif';"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Cambria','serif';"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: 'Cambria','serif';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Segala  puji hanyalah bagi Allah yang telah menyempurnakan agama-Nya bagi kita,  dan mencukupkan nikmat-Nya kepada kita, semoga shalawat dan salam  selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad shalallahu  ‘alaihi wasallam pengajak ke pintu tobat dan pembawa rahmat.&lt;span id="more-450"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Amma ba’du:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Sesungguhnya Allah telah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Artinya  : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah  Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama  bagimu.” [Al-Maidah :3]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Artinya  : Apakah mereka mempunyai sesembahan-sesembahan selain Allah yang  mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diridhoi Allah? Sekirannya  tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka sudah  dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu akan  memperoleh adzab yang pedih.” [Asy-Syura' : 21]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dari  Aisyah radhiallahu ‘anha dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi  wasallam, bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa mengada-adakan suatu  perkara (dalam agama) yang sebelumnya belum pernah ada, maka ia  tertolak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dalam lafazh Muslim: “Barangsiapa mengerjakan perbuatan yang tidak kami perintahkan (dalam agama), maka ia tertolak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dalam  Shahih Muslim dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi pernah  bersabda dalam khutbah Jum’at: Amma ba’du, sesungguhnya sebaik- baik  perkataan adalah Kitab Allah (Al-Qur’an), dan sebaik-baik petunjuk  adalah petunjuk Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, dan sejahat-jahat  perbuatan (dalam agama) ialah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah (yang  diada-adakan) itu adalah sesat.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Masih  banyak lagi hadits-hadits yang senada dengan hadits ini, hal mana  semuanya menunjukkan dengan jelas, bahwasanya Allah telah menyempurnakan  agama ini untuk umat-Nya. Dia telah mencukupkan nikmat- Nya bagi  mereka; Dia tidak mewafatkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam  kecuali sesudah beliau menyelesaikan tugas penyampaian risalahnya kepada  umat dan menjelaskan kepada mereka seluruh syariat Allah, baik melalui  ucapan maupun pengamalan. Beliau menjelaskan segala sesuatu yang akan  diada-adakan oleh sekelompok manusia sepeninggalnya dan dinisbahkan  kepada ajaran Islam baik berupa ucapan maupun perbuatan, semuanya itu  bid’ah yang tertolak, meskipun niatnya baik. Para shahabat dan ulama’  mengetahui hal ini, maka mengingkari perbuatan-perbuatan bid’ah dan  memperingatkan kita darinya. Hal itu disebutkan oleh mereka yang  mengarang tentang pengagungan sunnah dan pengingkaran bid’ah, seperti  Ibnu Wadhdhoh Ath Tharthusyi dan Abu Syaamah dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Di  antara bid’ah yang biasa dilakukan oleh banyak orang ialah bid’ah  mengadakan upacara peringatan malam Nisfu Sya’ban dan mengkhususkan pada  hari tersebut dengan puasa tertentu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Padahal tidak ada satupun dalil yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;dapat  dijadikan sandaran, ada hadist-hadits tentang fadhilah malam tersebut  tetapi hadits-hadits tersebut dlaif sehingga tidak dapat dijadikan  landasan. Adapun hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan shalat  pada hari itu adalah maudhu’. Dalam hal ini, banyak di antara para  ‘ulama yang menyebutkan tentang lemahnya hadits-hadits yang berkenaan  dengan pengkhususan puasa dan fadhilah shalat pada hari Nisfu Sya’ban,  selanjutnya akan kami sebutkan sebagian dari ucapan mereka. Pendapat  para ahli Syam di antaranya Hafizh Ibnu Rajab dalam bukunya “Lathaiful  Ma’arif” mengatakan bahwa perayaan malam Nisfu Sya’ban adalah bid’ah dan  hadits-hadits yang menerangkan keutamaannya lemah. Hadits-hadits lemah  bisa diamalkan dalam ibadah jika asalnya didukung oleh hadits-hadits  shahih, sedangkan upacara perayaan malam Nisfu Sya’ban tidak ada dasar  hadits yang shahih sehingga tidak bisa didukung dengan dalil hadits-  hadits dhaif. Ibnu Taimiyah telah menyebutkan kaidah ini dan kami akan  menukil pendapat para ahli ilmu kepada sidang pembaca sehingga  masalahnya menjadi jelas; para ulama’ telah bersepakat bahwa merupakan  suatu keharusan untuk mengembalikan segala apa yang diperselisihkan  manusia kepada Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnan Rasul (Al-Hadits), apa  saja yang telah digariskan hukumnya oleh keduanya atau salah satu  daripadanya, maka wajib diikuti dan apa saja yang bertentangan dengan  keduanya maka harus ditinggalkan, serta segala sesuatu amalan ibadah  yang belum pernah disebutkan adalah bid’ah; tidak boleh dikerjakan  apabila mengajak untuk mengerjakannya atau memujinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Allah berfirman dalam surat An-Nisaa’:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Artinya  : Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan  Ulil Amri (pemimpin-pemimpin) di antara kamu, maka jika kamu berselisih  pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an)  dan Rasul (Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari  kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik  akibatnya.” [An-Nisaa': 59]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Artinya  : Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka keputusannya (terserah)  kepada Allah (yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Tuhanku.  Kepada-Nyala aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.”  [Asy-Syuraa: 10]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Artinya  : Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga  mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan,  kemudian mereka tidak merasa sesuatu keberatan dalam hati mereka  terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima sepenuhnya.”  [An-Nisaa' : 65]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dan  masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang semakna dengan ayat- ayat di  atas, ia merupakan nash atau ketentuan hukum yang mewajibkan agar  supaya masalah-masalah yang diperselisihkan itu dikembalikan kepada  Al-Qur’an dan Hadits, selain mewajibkan kita agar rela terhadap hukum  yang ditetapkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;oleh keduanya (Al-Qur’an dan Hadits).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Demikianlah  yang dikehendaki oleh Islam, dan merupakan perbuatan baik bagi seorang  hamba terhadap Tuhannya, baik di dunia atau di akherat nanti, sehingga  pastilah ia akan menerima balasan yang setimpal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dalam  pembicaraan masalah malam Nisfu Sya’ban Ibnu Rajab berkata dalam  bukunya “Lathaiful Ma’arif”, “Para Tabi’in dari ahli Syam (Syiria,  sekarang) seperti Khalid bin Ma’daan, Makhul, Luqman dan lainnya pernah  mengagung-agungkan dan berijtihad melakukan ibadah pada malam Nisfu  Sya’ban kemudian orang- orang berikutnya mengambil keutamaan dan  pengagungan itu dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dikatakan  bahwa mereka melakukan perbuatan demikian itu karena adanya  cerita-cerita israiliyat, tatkala masalah itu tersebar ke penjuru dunia,  berselisihlah kaum muslimin; ada yang menerima dan menyetujuinya ada  juga yang mengingkarinya. Golongan yang menerima adalah Ahli Bashrah dan  lainnya sedang golongan yang mengingkarinya adalah mayoritas ulama  Hijaz (Saudi Arabia, sekarang), seperti Atha’ dan Ibnu Abi Malikah dan  dinukil oleh Abdurrahman bin Zaid bi Aslam dari fuqaha’ Madinah, yaitu  ucapan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Ashhabu Malik dan lain-lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Mereka  mengatakan bahwa semua perbuatan itu bid’ah. Adapun pendapat ulama’  ahli Syam berbeda dalam pelaksanaannya dengan dua pendapat:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;[1].  Menghidup-hidupkan malam Nisfu Sya’ban dalam masjid dengan berjamah  adalah mustahab (disukai Allah). Dahulu Khalid bin Ma’daan dan Luqman  bin Amir memperingati malam tersebut dengan memakai pakaian paling baru  dan mewah, membakar menyan, memakai celak dan mereka bangun malam  menjalankan shalatul lail di masjid. Ini disetujui &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;oleh  Ishaq bin Ruhwiyah, ia berkata: “Menjalankan ibadah di masjid pada  malam itu secara jamaah tidak bid’ah.” Hal ini dicuplik oleh Harbu  Al-Kirmany.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;[2].  Berkumpulnya manusia pada malam Nisfu Sya’ban di masjid untuk shalat,  bercerita dan berdo’a adalah makruh hukumnya, tetapi boleh jika  menjalankan shalat khusus untuk dirinya sendiri. Ini pendapat Auza’iy  Imam Ahlu Syam, sebagai ahli fiqh dan cendekiawan mereka. Insya Allah  pendapat inilah yang mendekati kebenaran, sedangkanpendapat Imam Ahmad  tentang malam tentang malam Nisfu Sya’ban ini,tidak diketahui.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Ada  dua riwayat sebagai sebab cenderungnya diperingati malam Nisfu Sya’ban,  dari antara dua riwayat yang menerangkan tentang dua malam hari raya  (Idul Fitri dan Idul Adha). Dalam satu riwayat berpendapat bahwa  memperingati dua malam hari raya dengan berjamaah adalah tidak  disunnahkan, karena hal itu belum pernah dikerjakan oleh Nabi Muhammad  shalallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya. Riwayat lain  berpendapat bahwa malam tersebut disunnahkan, karena Abdurrahman bin  Yazid bin Aswad pernah mengerjakannya, dan ia termasuk tabi’in, begitu  pula tentang malam Nisfu Sya’ban, Nabi belum pernah mengerjakannya atau  menetapkannya, termasuk juga para sahabat, itu hanya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;ketetapan  dari golongan tabi’in ahli fiqih Syam. Demikian maksud dari Al-Hafizh  Ibnu Rajab (semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Ia  mengomentari bahwa tidak ada suatu ketetapan pun tentang malam Nisfu  Sya’ban ini, baik itu dari Nabi maupun dari para shahabat. Adapun  pendapat Imam Auza’iy tentang bolehnya (istihbab) menjalankan shalat  pada malam hari itu secara individu dan penukilan Al-Hafizh Ibnu Rajab  dalam pendapatnya itu adalah gharib dan dhaif, karena segala perbuatan  syariah yang belum pernah ditetapkan oleh dalil-dalil syar’iy, tidak  boleh bagi seorang pun dari kaum muslimin mengada- adakannya dalam  Islam, baik itu dikerjakan secara individu ataupun kolektif, baik itu  dikerjakan secara sembunyi-sembunyi ataupun terang- terangan, sebab  keumuman hadits Nabi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan (dalam agama) yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dan banyak lagi hadits-hadits yang mengingkari perbuatan bid’ah dan memperingatkan agar dijauhi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Imam  Abubakar Ath-Thurthusyiy berkata dalam bukunya, “Al-Hawadits wal Bida”,  “Diriwayatkan oelh Wadhdhah dari Zaid bin Aslam berkata: kami belum  pernah melihat seorang pun dari sesepuh dan ahli fiqih kami yang  menghadiri perayaan malam Nisfu Sya’ban, tidak mengindahkan hadits  Makhul (dhaif) dan tidak pula memandang adanya keutamaan pada malam  tersebut terhadap malam-malam lainnya. Dikatakan kepada Ibnu Malikah  bahwasanya Ziad An Numairiy berkata: Pahala yang didapat (dari ibadah)  pada malam Nisfu Sya’ban menyamai pahala Lailatul Qadar. Ibnu Malikah  menjawab: Seandainya saya mendengarnya sedang di tangan saya ada  tongkat, pasti saya pukul. Ziad adalah seorang penceramah. Al-’Allaamah  Syaukani menulis dalam bukunya, Al-Fawaaidul Majmu’ah, sebagai berikut:  Hadits:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Wahai  Ali, barangsiapa melakukan shalat pada malam Nisfu Sya’ban sebanyak 100  rakaat; ia membaca setiap rakaat Al-Fatihah dan Qul Huwallahu Ahad  sebanyak sepuluh kali, pasti Allah memenuhi segala kebutuhannya… dan  seterusnya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Hadits  ini adalah maudhu’, pada lafazh-lafazhnya menerangkan tentang pahala  yang akan diterima oleh pelakunya adalah tidak diragukan kelemahannya  bagi orang berakal, sedangkan sanadnya majhul (tidak dikenal). Hadits  ini diriwayatkan dari jalan kedua dan ketiga, kesemuanya maudhu’ dan  perawi-perawinya majhul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dalam  kitab “Al Mukhtashar” Syaukani melanjutkan : Hadits yang menerangkan  shalat Nisfu Sya’ban adalah batil. Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari  Ali radhiallahu ‘anhu: Jika datang malam Nisfu Sya’ban bershalat  malamlah dan berpuasalah pada siang harinya, adalah dhaif. Dalam buku  Allaali’ diriwayatkan bahwa: Seratus rakaat dengan tulus ikhlas pada  malam Nisfu Sya’ban adalah pahalanya sepuluh kali lipat. Hadits riwayat  Ad Dailamiy, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;hadits  ini maudhu’ tetapi mayoritas perawinya pada jalan ketiga majhul dan  dhaif (leman). Imam Syaukani berkata: Hadits yang menerangkan bahwa dua  belas rakaat dengan tulus ikhlas pahalanya adalah tiga puluh kali lipat,  maudhu’. Dan hadits empat belas rakaat … dan seterusnya adalah maudhu’  (tidakbisa diamalkan dan harus ditinggalkan, pent).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Para  fuqaha’ banyak tertipu dengan hadits-hadits di atas, seperti pengarang  Ihya’ Ulumuddin dan lainnya juga sebagian dari mufassirin. Telah  diriwayatkan bahwa, shalat pada malam ini, yakni malam Nisfu Sya’ban  yang telah tersebar ke seluruh pelosok dunia itu, semuanya adalah  bathil/tidak benar dan haditsnya adalah maudhu’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Anggapan  itu tidak bertentangan dengan riwayat Tirmidzi dari hadits Aisyah bahwa  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pergi ke Baqi’ dan Tuhan turun  ke langit dunia pada malam Nisfu Sya’ban untuk mengampuni dosa sebanyak  jumlah bulu domba dan bulu kambing. Sesungguhnya perkataan tersebut  berkisar tentang shalat pada malam itu, tetapi hadits Aisyah ini lemah  dan sanadnya munqathi’ (terputus) sebagaimana hadits Ali yang telah  disebutkan di atas mengenai malam Nisfu Sya’ban, jadi dengan jelas bahwa  shalat malam itu juga lemah dasarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Al-Hafizh  Al-Iraqi berkata: Hadits (yang menerangkan) tentang shalat Nisfu  Sya’ban maudhu’ dan pembohongan atas diri Rasulullah shalallahu ‘alaihi  wasallam. Dalam kitab Al Majmu’, Imam Nawawi berkata: Shalat yang sering  kita kenal dengan shalat Raghaib ada (berjumlah) dua belas raka’at  dikerjakan antara Maghrib dan Isya’ pada malam Jum’at pertama bulan  Rajab; dan shalat seratus rakaat pada malam Nisfu Sya’ban. Dua shalat  itu adalah bid’ah dan mungkar. Tak boleh seseorang terpedaya oleh kedua  hadits itu hanya karena telah disebutkan di dalam buku Quutul Quluub dan  Ihya’ Ulumuddin. Sebab pada dasarnya hadits-hadits tersebut batil  (tidak boleh diamalkan). Kita tidak boleh cepat mempercayai orang-orang  yang menyamarkan hukum bagi kedua hadits, yaitu dari kalangan Aimmah  yang kemudian mengarang lembaran-lembaran untuk membolehkan pengamalan  kedua hadits, dengan demikian berarti salah kaprah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Syaikh  Imam Abu Muhammad Abdurrahman Ibnu Ismail al Muqadaasiy telah mengarang  sebuah buku yang berharga; Beliau menolak (menganggap batil) kedua  hadits (tentang malam Nisfu Sya’ban dan malam Jum’at pertama pada bulan  Rajab), ia bersikap (dalam mengungkapkan pendapatnya) dalam buku  tersebut, sebaik mungkin. Dalam hal ini telah banyak pengapat para ahli  ilmu; maka jika kita hendak memindahkan pendapat mereka itu, akan  memperpanjang pembicaraan kita. Semoga apa-apa yang telah kita sebutkan  tadi, cukup memuaskan bagi siapa saja yang berkeinginan untuk mendapat  sesuatu yang haq.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dari  penjelasan di atas tadi, seperti ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa  hadits serta pendapat para ulama, jelaslah bagi pencari kebenaran (haq)  bahwa peringatan malam Nisfu Sya’ban dengan pengkhususan shalat atau  lainnya, dan pengkhususan siang harinya dengan puasa; itu semua adalah  bid’ah dan mungkar tidak ada dasar sandarannya dalam syariat ini  (Islam), bahkan hanya merupakan pengada-adaan saja dalam Islam setelah  masa hidupnya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;para shahabat radhiallahu ‘anhu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Marilah kita hayati ayat Al-Qur’an di bawah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Artinya  : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah  Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama  bagimu.”[Al-Maidah : 3]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang semakna dengan ayat di atas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Selanjutnya  Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengada-adakan  sesuatu perkara dalam agama (sepeninggalku), yang sebelumnya belum &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;pernah ada, maka ia tertolak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah pernah bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Janganlah  kamu sekalian mengkhususkan malam Jum’at daripada malam-malam lainnya  dengan suatu shalat, dan janganlah kamu sekalian mengkhususkan siang  hariny autk berpuasa daripada hari-hari lainnya, kecuali jika  (sebelumnya) hari itu telah berpuasa seseorang di antara kamu.” [Hadits  Riwayat. Muslim]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Seandainya  pengkhususan suatu malam dengan ibadah tertentu itu dibolehkan oleh  Allah, maka bukanlah malam Jum’at itu lebih baik daripada malam-malam  lainnya, karena pada hari itu adalah sebaik-baik hari yang disinari  matahari? Hal ini berdasarkan hadits-haditsRasulullah yang shahih.  Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk  mengkhususkan shalat pada malam hari itu daripada malam lainnya, hal itu  menunjukkan bahwa pada malam lain pun lebih tidak boleh dikhususkan  dengan ibadah tertentu, kecuali jika ada dalil shahih yang  mengkhususkannya/menunjukkan atas kekhususannya. Menakala malam Lailatul  Qadar dan malam-malam blan puasa itu disyariatkan supaya shalat dan  bersungguh-sungguh dengan ibadah tertentu. Nabi mengingatkan dan  menganjurkan kepada umatnya agar supaya melaksanakannya, beliau pun juga  mengerjakannya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dari Nabi  Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Artinya  : Barangsiapa berdiri (melakukan shalat) pada bulan Ramadhan dengan  penuh rasa iman dan harapan (pahala), niscaya Allah akan mengampuni  dosanya yang telah lewat. Dan barangsiapa berdiri (melakukan shalat)  pada malam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Lailatul  Qadar dengan penuh rasa iman dan harapan (pahala), niscaya Allah akan  mengampuni dosanya yang telah lewat.” [Muttafaqun 'alaih]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Jika seandainya malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at pertama pada bulan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Rajab,  serta malam Isra’ Mi’raj diperintahkan untuk dikhususkan dengan upacara  atau ibadah tentang, pastilah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam  menunjukkan kepada umatnya atau beliau menjalankannya sendiri. Jika  memang hal itu pernah terjadi, niscaya telah disampaikan oleh para  shahabat kepada kita; mereka tidak akan menyembunyikannya, karena mereka  adalah sebaik-baik manusia dan yang paling banyak memberi nasehat  setelah para nabi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Dari  pendapat-pendapat ulama’ tadi anda dapat menyimpulkan bahwasanya tidak  ada ketentuan apapun dari Rasulullah ataupun dari para shahabat tentang  keutamaan malam Nisfu Sya’ban dan malam Jum’at pertama pada bulan Rajab.  Dari sini kita tahu bahwa memperingati perayaan kedua malam tersebut  adalah bid’ah yang diada-adakan dalam Islam, begitu pula pengkhususan  dengan ibadah tentang adalah bid’ah mungkar; sama halnya dengan malam 27  Rajab yang banyak diyakini orang sebagai malam Isra’ dan Mi’raj, begitu  juga tidak boleh dikhususkan dengan ibadah- ibadah tertentu selain  tidak boleh dirayakan dengan ibadah-ibadah tertentu selain tidak boleh  dirayakan dengan upacara-upacara ritual, berdasarkan dalil-dalil yang  disebutkan tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Demikianlah,  maka jika anda sekalian sudah mengetahui, bagaimana sekarang pendapat  anda? Yang benar adalah pendapat para ulama’ yang menandaskan tidak  diketahuinya malam Isra’ dan Mi’raj secara tepat. Omongan orang bahwa  malam Isra dan Mi’raj itu jatuh pada tanggal 27 Rajab adalah batil,  tidak berdasarkan pada hadits-hadits shahih. Maka benar orang yang  mengatakan;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;“Dan  sebaik-baik suatu perkara adalah yang telah dikerjakan oleh para salaf,  yang telah mendapat petunjuk. Dan sehina-hina perkara (dalam agama),  yaitu perkara yang diada-adakan berupa bid’ah-bid’ah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Allahlah  yang bertanggung jawab untuk melimpahkan taufiq-Nya kepada kita dan  kaum muslimin semua, taufiq untuk tetap berpegang teguh dengan sunnah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;dan  konsisten di atasnya, serta waspada terhadap hal-hal yang bertentangan  dengannya, karena hanya Allah yang terbaik dan termulia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Semoga  shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada hamba-nya dan Rasul-Nya  Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam begitu pula atas keluarga dan para  shahabat beliau. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;[Disalin  dari kitab Waspada Terhadap Bid’ah Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah  bin Baz, Penerjemah Farid Ahmad Oqbah, Riyadh: Ar-Raisah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Al-'Ammah li-IdaratiAl-Buhuts Al-'Ilmiah wa Al-Ifta' wa Ad-Da'wah wa Al-Irsyad, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;1413 H]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 150%; font-family: ';';"&gt;Sumber &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 153);"&gt;&lt;u&gt;http://www.almanhaj.or.id&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6249566439603792243-3197904163370073222?l=mulyadiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/3197904163370073222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6249566439603792243/posts/default/3197904163370073222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyadiku.blogspot.com/2010/07/hukum-upacara-peringatan-malam-nisfu.html' title='Hukum Upacara Peringatan Malam Nisfu Sya’ban'/><author><name>Keindahan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12972656424005203634</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6249566439603792243.post-1915620087424904983</id><published>2010-07-26T13:44:00.000+07:00</published><updated>2010-07-26T13:47:08.846+07:00</updated><title type='text'>(Rabithah)</title><content type='html'>Indeed, You’ve known&lt;br /&gt;that these hearts have bonded&lt;br /&gt;forgather under Your love’s shelter&lt;br /&gt;gathering in obidience&lt;br /&gt;allied in struggling&lt;br /&gt;uphold Your order in this life&lt;br /&gt;Strengthen the bonds&lt;br /&gt;everlast the loves&lt;br /&gt;show the ways&lt;br /&gt;enlighten with your light&lt;br /&gt;which never inextinguible&lt;br /&gt;O Lord.. guide us&lt;br /&gt;broaden our hearts&lt;br /&gt;with grant of belief&lt;br 
